Sejumlah wartawan mengamati koleksi repatriasi saat press tour di Museum Nasional Indonesia (MNI), Jakarta, Jumat (11/10/2024). (Sumber gambar: Hypeabis.id/Arief Hermawan P)

Belanda Kembali Menyepakati Pengembalian 30.000 Benda Bersejarah Milik Indonesia

27 September 2025   |   20:10 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Pemerintah Belanda kembali menyepakati pengembalian sekitar 30.000 benda bernilai sejarah, mencakup artefak dan benda penting lain milik Indonesia. Kesepakatan ini dicapai setelah Presiden RI Prabowo Subianto bertemu dengan Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Den Haag pada Rabu (24/9/2025).

Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan pertemuan pesan penting terkait komitmen kedua negara untuk mempererat kerja sama pada masa mendatang. Pertemuan yang terjadi di Istana Huis ten Bosch itu juga dipandangnya sebagai simbol keberlanjutan tradisi persahabatan Indonesia dan Belanda yang telah terajut puluhan tahun.

Baca juga: 272 Benda Bersejarah Hasil Repatriasi Tiba di Indonesia, Didominasi Koleksi Puputan Badung

"Presiden Prabowo bersama Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima berdiskusi mengenai berbagai isu penting, termasuk penguatan hubungan bilateral kedua negara di berbagai bidang strategis. Salah satu agenda penting yang dibahas adalah komitmen Pemerintah Belanda untuk melakukan proses pengembalian 30.000 benda & artefak Jawa bersejarah milik Indonesia," ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam akun Instagram Sekretariat Kabinet, Jumat (26/9/2025).

Menurut Teddy, kesepakatan ini menandai langkah maju dalam hubungan kedua negara. Dia menilai komitmen Raja Belanda untuk menyetujui pengembalian tersebut bisa mempercepat proses pemulangan koleksi bersejarah itu.

Dia juga menjelaskan, Menteri Kebudayaan Fadli Zon akan segera menindaklanjuti hasil kesepakatan tersebut di Belanda. Dalam waktu dekat akan ada pertemuan lanjutan untuk menindaklanjuti kesepakatan yang sudah terjalin.

"Jadi, Menteri Kebudayaan Pak Fadli Zon mungkin sudah di sini, dan besok atau dalam waktu dekat akan ke Museum Leiden di sini," ucap dia.

Museum Leiden memang menjadi salah satu lokasi yang menyimpan banyak koleksi benda bersejarah asal Indonesia. Oleh karena itu, mendatangi museum tersebut akan menjadi bagian penting dalam proses pemulangan ribuan artefak dan dokumen ke Tanah Air.

Repatriasi benda bersejarah antara Indonesia dan Belanda terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Tahun lalu, tim repatriasi Indonesia di Belanda juga berhasil membawa pulang 84 benda cagar budaya. Sebagian koleksi tersebut kemudian dipamerkan di Museum Nasional Indonesia (MNI) sejak 15 Oktober 2024.

Di luar itu, isu repatriasi sejatinya telah disuarakan sejak masa awal kemerdekaan. Salah satu founding fathers, M. Yamin, tercatat sebagai tokoh yang merintis upaya pengembalian benda bernilai sejarah dan budaya Indonesia dari Belanda sejak 1951. Langkah tersebut menjadi pondasi penting bagi upaya diplomasi budaya di masa-masa berikutnya.

Tonggak penting berikutnya tercatat pada 1965 ketika Indonesia dan Belanda sepakat melakukan repatriasi benda bersejarah. Kesepakatan ini diwujudkan lima tahun kemudian, saat Ratu Juliana menyerahkan naskah Negarakertagama karya Mpu Prapanca kepada Presiden Soeharto. Meski demikian, naskah tersebut baru tiba di Indonesia pada 1972.

Perjalanan panjang repatriasi berlanjut empat dekade kemudian. Pada 2015, Belanda mengembalikan tongkat Kiai Cokro milik Pangeran Diponegoro. Peristiwa ini terjadi setelah Negeri Kincir Angin sebelumnya telah memulangkan 380 benda etnografi Papua pada 1975, serta ratusan benda budaya Indonesia pada 1978.

Upaya pemulangan koleksi bersejarah semakin intensif pada era kiwari. Pada 2016, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyerahkan keris Bugis emas kepada Presiden Joko Widodo. Setahun setelah itu, kedua negara menandatangani nota kesepahaman teknis repatriasi pada 13 Februari 2017, yang menjadi dasar pelaksanaan proses pengembalian secara bertahap.

Implementasi perjanjian tersebut segera terlihat. Pada 2018, sebanyak 1.500 benda budaya dipulangkan dari Museum Nusantara Delft. Momentum berlanjut pada 2023 ketika Belanda menandatangani kesepakatan untuk mengembalikan 472 koleksi asal Indonesia, memperkuat kerja sama yang sudah terjalin. Beberapa koleksi hasil repatriasi juga sempat dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia (GNI) pada 28 November hingga 10 Desember 2023.

Baca juga: Rekam Jejak Sejarah Repatriasi Cagar Budaya Indonesia-Belanda

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Cerita Penulis Djokolelono & Noor H. Dee Hadirkan Buku Anak Penuh Imajinasi

BERIKUTNYA

4 Tempat Healing di Chiang Mai Thailand Saat Musim Hujan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga