Penulis Noor H. Dee (kiri) & Djokolelono dalam acara diskusi di Indonesia International Book Festival di Jakarta, Sabtu (27/9/2025). Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta.

Cerita Penulis Djokolelono & Noor H. Dee Hadirkan Buku Anak Penuh Imajinasi

27 September 2025   |   19:30 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Imajinasi menjadi salah satu kunci penting dalam buku cerita anak. Buku-buku cerita anak biasanya sarat akan cerita imajinatif yang mengajak mereka berpetualang serta berimajinasi melampaui realitasnya sehari-hari. Seiring waktu, dunia imajinatif yang dirangkai dalam buku anak pun berkembang mengikuti zamannya.

Penulis buku anak senior Djokolelono menilai unsur imajinasi dalam buku-buku anak saat ini cenderung terbentuk oleh pengaruh kehidupan modern, teknologi, serta perubahan dalam lingkungan masyarakat. Sebaliknya, pada zaman dahulu, imajinasi itu lebih cenderung dibentuk oleh kekayaan budaya, sosial, dan lingkungan masa itu.

Baca juga: IIBF 2025 Diserbu Pembaca, Antusiasme Literasi Tak Surut

Menurutnya, buku-buku anak modern saat ini lebih berani dalam mengolah ide-ide yang eksploratif, bahkan tak  jarang mengangkat cerita-cerita yang dianggap tabu dalam masyarakat. Menggambarkan pengaruh yang besar dari perkembangan media dan teknologi.

"Perspektif dan penampilan buku-buku anak modern sering menampilkan penokohan-penokohan bukan hanya manusianya tetapi sifat-sifatnya, benda-benda, serta kebiasaan dan pengalaman yang berbeda," katanya dalam acara diskusi di Indonesia International Book Festival di Jakarta, Sabtu (27/9/2025).

Djokolelono ialah penulis buku  khususnya cerita anak yang aktif pada tahun 1970-an hingga 1980-an. Dia dikenal sebagai salah satu penulis Indonesia yang mampu menghadirkan dunia fantasi lokal dengan sentuhan magis yang membekas hingga dewasa. Djokolelono bukan sekadar penulis cerita tetapi pencipta dunia.

Dari petualangan seru di negeri ajaib hingga teka-teki misterius yang menggugah rasa ingin tahu, gaya penulisannya mampu menghidupkan kembali rasa takjub khas masa kecil. Karya-karya Djokolelono seringkali dianggap sebagai pelopor fiksi spekulatif dan fantasi di Indonesia.

Beberapa karyanya yang terkenal antara lain seri Penjelajah Antariksa (Bencana di Planet Poa, Sekoci Penyelamat, Kunin Bergolak), seri Astrid, Anak-Anak Mama Alin, Dunia Semu, dan Horor Kota. Selain menulis buku anak, Djokolelono juga dikenal sebagai penulis cerita wayang sekaligus penerjemah.

Dengan daya imajinasi yang kuat dan kemampuan membangun dunia cerita yang khas, Djokolelono menjadi salah satu sosok penting dalam perkembangan sastra anak dan fiksi spekulatif di Indonesia. Hingga kini, warisannya masih hidup di benak para pembacanya yang tumbuh bersama kisah-kisah ajaib ciptaannya.

Menurutnya, seorang penulis buku anak harus memiliki imajinasi dan pikiran seperti anak-anak, sehingga melihat segala sesuatunya seperti anak-anak yang akan berpengaruh besar pada karya yang dihasilkan. "Pakailah mata anak, pakailah pemikiran anak-anak dan baca lagi banyak-banyak buku anak," kata penulis berusia 81 tahun itu.

 

Acara diskusi di Indonesia International Book Festival di Jakarta, Sabtu (27/9/2025). Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta.


Pada kesempatan yang sama, penulis buku anak Noor H. Dee mengatakan buku-buku anak yang bisa memancing imajinasi menjadi penting untuk membuat anak-anak sebagai pembaca tertarik. Unsur imajinasi yang dimaksud bukan sekadar mengubah tokoh yang seharusnya manusia menjadi yang lain seperti hewan, tetapi dalam cerita kesehariannya.

Artinya, cerita yang disajikan dalam buku itu sendiri benar-benar imajinatif bahkan mindblowing. Pria yang akrab disapa Hadi itu mengambil contoh salah satu penulis buku anak dengan cerita-cerita semacam itu yakni Gianni Rodari dari Italia.

Menurutnya, buku-buku anak karangan sang penulis mampu membuat pintu-pintu imajinasi dalam pikiran terbuka lebar dengan cerita-cerita imajinatif atau bahkan bisa dibilang surealis. Hal itu pula lah yang coba Hadi terapkan dalam buku-buku anak karangannya dimana acapkali menyajikan cerita-cerita imajinatif, konyol, sekaligus humoris lewat istilah-istilah nyeleneh yang disebutnya sebagai toilet jokes seperti kentut, ketek, upil, dan sebagainya.

Beberapa bukunya diantaranya Satu Buldoser, Jus Puisi: Kumpulan Puisi Seru untuk Anak, Taman Tanpa Aturan, Fabel Mini, Siapa yang Kentut?, hingga Pangeran Katak yang Bau Ketek yang baru-baru ini mendapatkan penghargaan Children’s Book of The Year dari Ikapi Awards 2025.

Ditulis oleh Noor H. Dee dan diilustrasikan oleh Choryna Dezavegauku, buku ini berkisah tentang seekor Pangeran Katak yang aroma keteknya mendatangkan bencana. Setiap kali keteknya terangkat, hewan-hewan pingsan di tempat. Selain mampu mendatangkan tawa yang ceria, buku ini juga mengajarkan tentang pentingnya menjaga tubuh agar tetap bersih.

"Menurut penelitian skolastik bilang bahwa kalau anak-anak dibiarkan ke toko buku, mereka akan mencari buku yang bisa membuat mereka ketawa. Dari situ akhirnya aku punya pendirian oke aku bakal bikin buku yang bikin anak-anak ketawa," ujar Hadi.

Menurut Hadi, selain edukasi, buku-buku anak juga penting memuat unsur imajinasi sekaligus menyenangkan bagi anak. Apalagi, Indonesia memang memiliki banyak cerita rakyat dengan imajinasi yang melampaui zamannya, seperti Legenda Tangkuban Prahu dan Timun Mas. Oleh karena itu, penting untuk terus bereksplorasi menghadirkan cerita-cerita dengan imajinasi yang seru.

"Cerita rakyat kita tuh imajinasinya itu luar biasa gila gitu kan. Mind blowing banget. Kita sebagai penulis cerita anak seengaknya ketika nulis kita mikir, leluhur kita tuh bikin cerita imajinasinya sekeren itu, masa kita bikin imajinasinya setengah-setengah," ucap penulis asal Depok, Jawa Barat itu.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 




 

SEBELUMNYA

Alumni Diaspora Indonesia di Australia Rayakan Kebersamaan di Gig on The Green 2025

BERIKUTNYA

Belanda Kembali Menyepakati Pengembalian 30.000 Benda Bersejarah Milik Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga