Kenal Lebih Dekat dengan 3 Maskot Baru Piala Dunia 2026 dari AS, Meksiko, dan Kanada
27 September 2025 |
14:00 WIB
FIFA resmi mengumumkan tiga maskot untuk Piala Dunia 2026 yang akan digelar pada Juni hingga Juli tahun depan. Kompetisi sepak bola antarnegara paling bergengsi edisi kali ini akan berlangsung di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Berbeda dari edisi-edisi sebelumnya, seluruh maskot kali ini berupa karakter hewan yang merepresentasikan negara tuan rumah. Amerika Serikat diwakili oleh elang, Meksiko oleh jaguar, dan Kanada oleh rusa.
Baca juga: Update Ranking FIFA Timnas Indonesia Sebelum Menuju Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia
Masing-masing maskot telah diberikan nama. Elang Amerika Serikat dinamai Clutch, jaguar Meksiko diberi nama Zayu, sementara rusa Kanada diberi nama Maple. Identitas ketiga maskot tersebut diumumkan secara resmi pada Kamis (25/9/2025) malam waktu Indonesia.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa Clutch, Zayu, dan Maple dipilih karena mampu melambangkan semangat kegembiraan, energi, serta persatuan yang menjadi roh Piala Dunia. Dia berharap maskot ini dapat membangkitkan atmosfer kompetisi dan menghadirkan hiburan yang menyatukan masyarakat dunia.
"Ketiga maskot ini telah dirancang dengan cermat untuk mencerminkan budaya, warisan, dan semangat yang semarak dari masing-masing negara, bersatu untuk melambangkan persatuan, keberagaman, dan kecintaan bersama terhadap olahraga yang indah ini," ungkap Infantino melalui laman resmi FIFA.
Lebih jauh, Infantino menggambarkan bahwa ketiga maskot tersebut akan tampil dalam beragam perayaan, tidak hanya di stadion tetapi juga di ruang-ruang publik. Mereka dihadirkan sebagai sosok yang mampu memikat hati, membangkitkan semangat, sekaligus menjadi ikon yang dekat dengan masyarakat.
Dia menjelaskan bahwa kehadiran maskot ini dibayangkan akan menyentuh banyak sisi kehidupan, mulai dari muncul di kaus anak-anak, berinteraksi dengan legenda sepak bola, hingga tampil untuk pertama kalinya dalam permainan video yang dimainkan jutaan orang di seluruh dunia. Dengan cara tersebut, Clutch, Zayu, dan Maple diharapkan benar-benar menjadi representasi semangat persatuan dalam Piala Dunia 2026.
FIFA memang tengah merencanakan merilis ketiga maskot ini ke dalam dunia gim bernama FIFA Heroes. Permainan ini dirancang untuk memperluas pengalaman digital para penggemar di berbagai platform.
FIFA Heroes dikembangkan oleh ENVER bersama Solace dan mengusung tipe lima lawan lima bergaya arcade yang serba cepat dan bernuansa fantasi. Di dalam gim, Pemain bisa menggabungkan maskot dari berbagai edisi, ikon sepak bola, hingga karakter fiksi populer. Gim ini dijadwalkan rilis tahun 2026 di Android, iOS, Nintendo Switch, PlayStation, dan Xbox.
Selain itu, FIFA bekerja sama dengan Gamefam untuk menghadirkan FIFA Super League Soccer di Roblox. Di dalamnya, akan tersedia misi khusus yang menyoroti peran masing-masing maskot, lengkap dengan hadiah bertema untuk para pemain.
Pertama, Maple, si rusa besar dari Kanada ini digambarkan sebagai penjelajah yang suka mengarungi berbagai provinsi dan teritori untuk berinteraksi dengan masyarakat. Dia melakukan itu untuk merangkul kekayaan budaya yang beragam di negerinya.
Maple juga digambarkan sebagai sosok kreatif yang mencintai seni jalanan dan musik, sekaligus berperan sebagai penjaga gawang penuh dedikasi. Dia menemukan makna hidup melalui daya cipta, ketangguhan, serta sikap yang konsisten, menjadikannya simbol kekuatan dan kepemimpinan yang tak tergoyahkan.
Dengan keterampilan melakukan penyelamatan legendaris di lapangan, Maple menyatukan semangat yang tiada habisnya dengan bakat yang tidak terbendung. Karakternya menampilkan perpaduan antara daya tahan, keberanian, dan semangat seni yang khas Kanada.
Kedua, Zayu si jaguar digambarkan berasal dari hutan-hutan di selatan Meksiko. Kehadirannya melambangkan warisan budaya yang kaya sekaligus semangat bangsa yang penuh warna. Namanya terinspirasi dari nilai persatuan, kekuatan, dan kegembiraan yang menjadi ciri khas masyarakat Meksiko.
Sebagai pemain di lapangan, Zayu tampil sebagai penyerang lincah dengan kecerdikan tinggi yang mampu memberikan tekanan besar kepada lawan. Kelincahan dan kecepatan yang dia miliki menjadikannya sosok berbahaya yang sulit diantisipasi.
Di luar lapangan, Zayu mencerminkan wajah budaya Meksiko melalui kecintaannya pada tarian, kuliner, serta tradisi yang meriah. Sosoknya menyatukan orang-orang lintas batas dengan semangat kebersamaan, menjadikannya lebih dari sekadar atlet. Zayu pun menjadi simbol perayaan dan jembatan budaya, menghadirkan kebanggaan nasional sekaligus memperlihatkan kekayaan tradisi Meksiko kepada dunia.
Ketiga, Clutch si elang botak mewakili Amerika Serikat dengan karakter yang penuh semangat dan haus akan petualangan. Dia digambarkan suka terbang tinggi melintasi negeri, menyerap keragaman budaya dan olahraga yang berkembang di negerinya. Dia juga punya rasa ingin tahu yang besar serta optimisme tanpa batas.
Di dalam lapangan, Clutch tampil berani tanpa rasa takut. Dia digambarkan mampu memimpin dengan memberi energi positif, membangkitkan motivasi rekan satu tim, dan menjadikan setiap tantangan sebagai kesempatan untuk meraih kemenangan.
Di luar arena, Clutch diposisikan sebagai sosok yang mampu menghidupkan suasana, menyatukan orang-orang melalui interaksi sosial, serta menebarkan antusiasme. Karakter ini sekaligus menunjukkan sisi inklusif dari semangat olahraga.
Sebagai penggembira dan pecinta olahraga, Clutch berperan layaknya gelandang hebat yang selalu menjadi penghubung di mana pun dia berada. Dia selalu ingin membuktikan bahwa "terbang" sejatinya tidak hanya soal ketinggian, tetapi juga tentang tujuan, gairah, dan komitmen terhadap permainan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Berbeda dari edisi-edisi sebelumnya, seluruh maskot kali ini berupa karakter hewan yang merepresentasikan negara tuan rumah. Amerika Serikat diwakili oleh elang, Meksiko oleh jaguar, dan Kanada oleh rusa.
Baca juga: Update Ranking FIFA Timnas Indonesia Sebelum Menuju Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia
Masing-masing maskot telah diberikan nama. Elang Amerika Serikat dinamai Clutch, jaguar Meksiko diberi nama Zayu, sementara rusa Kanada diberi nama Maple. Identitas ketiga maskot tersebut diumumkan secara resmi pada Kamis (25/9/2025) malam waktu Indonesia.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa Clutch, Zayu, dan Maple dipilih karena mampu melambangkan semangat kegembiraan, energi, serta persatuan yang menjadi roh Piala Dunia. Dia berharap maskot ini dapat membangkitkan atmosfer kompetisi dan menghadirkan hiburan yang menyatukan masyarakat dunia.
"Ketiga maskot ini telah dirancang dengan cermat untuk mencerminkan budaya, warisan, dan semangat yang semarak dari masing-masing negara, bersatu untuk melambangkan persatuan, keberagaman, dan kecintaan bersama terhadap olahraga yang indah ini," ungkap Infantino melalui laman resmi FIFA.

Maskot elang Amerika Serikat dinamai Clutch, jaguar Meksiko diberi nama Zayu, sementara rusa Kanada diberi nama Maple. (Sumber gambar: FIFA)
Lebih jauh, Infantino menggambarkan bahwa ketiga maskot tersebut akan tampil dalam beragam perayaan, tidak hanya di stadion tetapi juga di ruang-ruang publik. Mereka dihadirkan sebagai sosok yang mampu memikat hati, membangkitkan semangat, sekaligus menjadi ikon yang dekat dengan masyarakat.
Dia menjelaskan bahwa kehadiran maskot ini dibayangkan akan menyentuh banyak sisi kehidupan, mulai dari muncul di kaus anak-anak, berinteraksi dengan legenda sepak bola, hingga tampil untuk pertama kalinya dalam permainan video yang dimainkan jutaan orang di seluruh dunia. Dengan cara tersebut, Clutch, Zayu, dan Maple diharapkan benar-benar menjadi representasi semangat persatuan dalam Piala Dunia 2026.
FIFA memang tengah merencanakan merilis ketiga maskot ini ke dalam dunia gim bernama FIFA Heroes. Permainan ini dirancang untuk memperluas pengalaman digital para penggemar di berbagai platform.
FIFA Heroes dikembangkan oleh ENVER bersama Solace dan mengusung tipe lima lawan lima bergaya arcade yang serba cepat dan bernuansa fantasi. Di dalam gim, Pemain bisa menggabungkan maskot dari berbagai edisi, ikon sepak bola, hingga karakter fiksi populer. Gim ini dijadwalkan rilis tahun 2026 di Android, iOS, Nintendo Switch, PlayStation, dan Xbox.
Selain itu, FIFA bekerja sama dengan Gamefam untuk menghadirkan FIFA Super League Soccer di Roblox. Di dalamnya, akan tersedia misi khusus yang menyoroti peran masing-masing maskot, lengkap dengan hadiah bertema untuk para pemain.
Makna dan Filosofi
Pertama, Maple, si rusa besar dari Kanada ini digambarkan sebagai penjelajah yang suka mengarungi berbagai provinsi dan teritori untuk berinteraksi dengan masyarakat. Dia melakukan itu untuk merangkul kekayaan budaya yang beragam di negerinya.
Maskot rusa Kanada diberi nama Maple. (Sumber gambar: FIFA)
Maple juga digambarkan sebagai sosok kreatif yang mencintai seni jalanan dan musik, sekaligus berperan sebagai penjaga gawang penuh dedikasi. Dia menemukan makna hidup melalui daya cipta, ketangguhan, serta sikap yang konsisten, menjadikannya simbol kekuatan dan kepemimpinan yang tak tergoyahkan.
Dengan keterampilan melakukan penyelamatan legendaris di lapangan, Maple menyatukan semangat yang tiada habisnya dengan bakat yang tidak terbendung. Karakternya menampilkan perpaduan antara daya tahan, keberanian, dan semangat seni yang khas Kanada.
Kedua, Zayu si jaguar digambarkan berasal dari hutan-hutan di selatan Meksiko. Kehadirannya melambangkan warisan budaya yang kaya sekaligus semangat bangsa yang penuh warna. Namanya terinspirasi dari nilai persatuan, kekuatan, dan kegembiraan yang menjadi ciri khas masyarakat Meksiko.

Maskot jaguar Meksiko diberi nama Zayu (Sumber gambar: FIFA)
Sebagai pemain di lapangan, Zayu tampil sebagai penyerang lincah dengan kecerdikan tinggi yang mampu memberikan tekanan besar kepada lawan. Kelincahan dan kecepatan yang dia miliki menjadikannya sosok berbahaya yang sulit diantisipasi.
Di luar lapangan, Zayu mencerminkan wajah budaya Meksiko melalui kecintaannya pada tarian, kuliner, serta tradisi yang meriah. Sosoknya menyatukan orang-orang lintas batas dengan semangat kebersamaan, menjadikannya lebih dari sekadar atlet. Zayu pun menjadi simbol perayaan dan jembatan budaya, menghadirkan kebanggaan nasional sekaligus memperlihatkan kekayaan tradisi Meksiko kepada dunia.
Ketiga, Clutch si elang botak mewakili Amerika Serikat dengan karakter yang penuh semangat dan haus akan petualangan. Dia digambarkan suka terbang tinggi melintasi negeri, menyerap keragaman budaya dan olahraga yang berkembang di negerinya. Dia juga punya rasa ingin tahu yang besar serta optimisme tanpa batas.

Maskot elang Amerika Serikat dinamai Clutch (Sumber gambar: FIFA)
Di dalam lapangan, Clutch tampil berani tanpa rasa takut. Dia digambarkan mampu memimpin dengan memberi energi positif, membangkitkan motivasi rekan satu tim, dan menjadikan setiap tantangan sebagai kesempatan untuk meraih kemenangan.
Di luar arena, Clutch diposisikan sebagai sosok yang mampu menghidupkan suasana, menyatukan orang-orang melalui interaksi sosial, serta menebarkan antusiasme. Karakter ini sekaligus menunjukkan sisi inklusif dari semangat olahraga.
Sebagai penggembira dan pecinta olahraga, Clutch berperan layaknya gelandang hebat yang selalu menjadi penghubung di mana pun dia berada. Dia selalu ingin membuktikan bahwa "terbang" sejatinya tidak hanya soal ketinggian, tetapi juga tentang tujuan, gairah, dan komitmen terhadap permainan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.