Cerita Sabrina Anggraini Founder Maison Garnet, Meracik Parfum dengan Aroma Unik
26 September 2025 |
13:00 WIB
Sabrina Anggraini, seorang model, influencer sekaligus peraih gelar kontes kecantikan, Puteri Indonesia Riau 2019, kini melebarkan kariernya ke dunia bisnis parfum. Pada Maret 2025 ini, dia merilis Maison Garnet, merek parfum lokal yang lahir dari hobi dan kecintaannya terhadap dunia fragrance.
“Karena aku sendiri merupakan fragrance lover dan juga sangat suka travelling, aku sering pergi ke negara-negara yang punya niche perfume yang menurut aku very unique,” ujar Sabrina.
Baca juga: 4 Tips Belanja Parfum Online, Wajib Tahu Tingkatan Aroma
Selain punya aroma yang menyenangkan dan menenangkan, Sabrina mengungkap bahwa parfum dapat menyimpan cerita dan kenangan personal. Lewat parfum, dia bisa mengingat aroma putrinya. Misalnya harum Baby’s Breath yang memadukan nuansa powdery, susu, dan vanila, sehingga menciptakan rasa kedamaian, kenyamanan, sekaligus kehangatan.
“Aku ingin membawa sebuah cerita juga ke dalam parfum. Karena aku merasa parfum punya the story behind it, misalnya Baby’s Breath yang terinspirasi dari wangi bayi seperti anak aku,” katanya.
Berangkat dari kecintaan itu lah, dia kemudian memutuskan untuk menciptakan aroma parfumnya sendiri dengan mendirikan Maison Garnet. Melalui brand-nya tersebut, dia ingin setiap parfum yang dia ciptakan memiliki karakter aroma dan ceritanya tersendiri.
“Maison itu rumah (dalam bahasa Prancis) dan Garnet adalah sebuah batu garnet yang cantik. Setiap batu punya banyak variasi dan filosofinya tersendiri. Hal itu yang ingin aku bawa ke setiap koleksi parfumku,” ujarnya.
Sejak setahun lalu, Sabrina dan tim telah menyiapkan Maison Garnet, termasuk melakukan uji coba aroma untuk menemukan kombinasi yang paling unik namun tetap wearable. Hingga saat ini, mereka telah menghadirkan delapan aroma, yaitu Baby’s Breath, Alhambra Rose, Dawn by the Garden, The Senator. Pure Haneul, Dusk by the Bay, Mugunghwa Peach, dan Sounds of the Alps.
Beberapa parfum merupakan hasil kolaborasi dengan kreator lain, seperti Pure Haneul dan Mugunghwa Peach dengan Xaviera Putri, Dusk by the Bay dan Dawn by the Garden dengan Kevin Lius Bong.
Sementara yang lainnya merupakan kreasi original Sabrina sendiri. Sebelum dirilis, parfum diuji oleh banyak orang untuk menemukan titik tengah antara aroma yang dia sukai dan yang disukai publik.
“Harapannya, parfum yang kami sajikan bisa diterima dengan baik lewat kombinasi antara kualitas aroma dan cerita di baliknya,” kata Sabrina.
Desain botol Maison Garnet juga memiliki filosofi tersendiri. Warna dan bentuk botol dipilih untuk merepresentasikan garnet, sehingga setiap detail dari parfum ini bukan sekadar estetika, tetapi juga membawa karakter dan cerita dari mereknya.
Merek parfum tersebut dirancang agar bisa diterima oleh berbagai kalangan dengan kisaran harga mulai dari Rp299 ribu. Ke depannya, Sabrina berencana mengeksplorasi aroma-aroma unik lainnya, termasuk aroma yang terinspirasi dari alam dan berbagai pengalaman sekitar.
“Setelah Baby’s Breath, target kami adalah aroma yang terinspirasi dari alam, misalnya puncak gunung, dan hal-hal unik di sekeliling kita. Nantikan saja inovasi selanjutnya,” ungkapnya.
Maison Garnet hadir sebagai wujud nyata dari perpaduan hobi, pengalaman, dan filosofi personal Sabrina Anggraini. Merek parfum lokal ini menawarkan lebih dari sekadar aroma. Setiap botol menyimpan cerita, kenangan, dan karakter yang membuatnya berbeda dari parfum lainnya.
Dengan delapan aroma unik yang tersedia, merek parfum lokal ini siap menjadi pilihan bagi mereka yang ingin merasakan wewangian premium dengan kisah dan karakter yang personal.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
“Karena aku sendiri merupakan fragrance lover dan juga sangat suka travelling, aku sering pergi ke negara-negara yang punya niche perfume yang menurut aku very unique,” ujar Sabrina.
Baca juga: 4 Tips Belanja Parfum Online, Wajib Tahu Tingkatan Aroma
Selain punya aroma yang menyenangkan dan menenangkan, Sabrina mengungkap bahwa parfum dapat menyimpan cerita dan kenangan personal. Lewat parfum, dia bisa mengingat aroma putrinya. Misalnya harum Baby’s Breath yang memadukan nuansa powdery, susu, dan vanila, sehingga menciptakan rasa kedamaian, kenyamanan, sekaligus kehangatan.
“Aku ingin membawa sebuah cerita juga ke dalam parfum. Karena aku merasa parfum punya the story behind it, misalnya Baby’s Breath yang terinspirasi dari wangi bayi seperti anak aku,” katanya.
Berangkat dari kecintaan itu lah, dia kemudian memutuskan untuk menciptakan aroma parfumnya sendiri dengan mendirikan Maison Garnet. Melalui brand-nya tersebut, dia ingin setiap parfum yang dia ciptakan memiliki karakter aroma dan ceritanya tersendiri.
“Maison itu rumah (dalam bahasa Prancis) dan Garnet adalah sebuah batu garnet yang cantik. Setiap batu punya banyak variasi dan filosofinya tersendiri. Hal itu yang ingin aku bawa ke setiap koleksi parfumku,” ujarnya.
Sejak setahun lalu, Sabrina dan tim telah menyiapkan Maison Garnet, termasuk melakukan uji coba aroma untuk menemukan kombinasi yang paling unik namun tetap wearable. Hingga saat ini, mereka telah menghadirkan delapan aroma, yaitu Baby’s Breath, Alhambra Rose, Dawn by the Garden, The Senator. Pure Haneul, Dusk by the Bay, Mugunghwa Peach, dan Sounds of the Alps.
Sementara yang lainnya merupakan kreasi original Sabrina sendiri. Sebelum dirilis, parfum diuji oleh banyak orang untuk menemukan titik tengah antara aroma yang dia sukai dan yang disukai publik.
“Harapannya, parfum yang kami sajikan bisa diterima dengan baik lewat kombinasi antara kualitas aroma dan cerita di baliknya,” kata Sabrina.
Desain botol Maison Garnet juga memiliki filosofi tersendiri. Warna dan bentuk botol dipilih untuk merepresentasikan garnet, sehingga setiap detail dari parfum ini bukan sekadar estetika, tetapi juga membawa karakter dan cerita dari mereknya.
Merek parfum tersebut dirancang agar bisa diterima oleh berbagai kalangan dengan kisaran harga mulai dari Rp299 ribu. Ke depannya, Sabrina berencana mengeksplorasi aroma-aroma unik lainnya, termasuk aroma yang terinspirasi dari alam dan berbagai pengalaman sekitar.
“Setelah Baby’s Breath, target kami adalah aroma yang terinspirasi dari alam, misalnya puncak gunung, dan hal-hal unik di sekeliling kita. Nantikan saja inovasi selanjutnya,” ungkapnya.
Maison Garnet hadir sebagai wujud nyata dari perpaduan hobi, pengalaman, dan filosofi personal Sabrina Anggraini. Merek parfum lokal ini menawarkan lebih dari sekadar aroma. Setiap botol menyimpan cerita, kenangan, dan karakter yang membuatnya berbeda dari parfum lainnya.
Dengan delapan aroma unik yang tersedia, merek parfum lokal ini siap menjadi pilihan bagi mereka yang ingin merasakan wewangian premium dengan kisah dan karakter yang personal.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.