Direktur Jakarta Music Con, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Ahmad Mahendra, dan Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha (Sumber gambar: Chelsea Venda/Hypeabis.id)

Hasil Konferensi Musik Indonesia Bakal Dorong Lahirnya Kebijakan Lintas Kementerian

24 September 2025   |   21:51 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Kementerian Kebudayaan mengumumkan akan menggelar Konferensi Musik Indonesia (KMI) edisi pertama di Jakarta pada 8 Oktober 2025 - 11 Oktober 2025. Forum ini digadang-gadang menjadi tonggak baru dalam penataan industri musik nasional yang selama ini berkembang tanpa arah kebijakan terpadu.

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menuturkan bahwa gagasan mengadakan KMI berangkat dari semangat mendiang Glenn Fredly dalam memperjuangkan ekosistem musik di Tanah Air. Pada 2018 lalu, Glenn pernah memprakarsai Konferensi Musik Indonesia (KAMI) di Ambon, sekaligus mengangkat kota tersebut sebagai bagian dari Kota Musik Dunia.

Baca juga: Konferensi Musik Indonesia Diharapkan Jadi Ajang Bersatunya Musisi Indonesia

Pada tahun berikutnya, 2019, forum serupa digelar di Bandung. Namun, setelah itu ruang diskusi nasional mengenai musik makin jarang terdengar. Giring menilai forum tersebut perlu dibangkitkan kembali agar musisi, pelaku industri, dan pemerintah dapat duduk bersama merumuskan kebijakan. 

Dalam KMI 2025, semangat kolaborasi itu diharapkan bisa kembali tumbuh untuk memperkuat ekosistem musik di Indonesia. Gelaran ini juga menjadi istimewa karena diinisiasi langsung oleh pemerintah, khususnya Kementerian Kebudayaan.

"Sejak 80 tahun Indonesia merdeka, belum pernah ada ruang bagi para pelaku ekosistem musik untuk duduk bersama dengan pemerintah. Baru kali ini kesempatan itu hadir," ujarnya di Jakarta, Rabu (24/9/2025).

Giring menambahkan, sejak awal tahun Kementerian Kebudayaan telah menyiapkan agenda konferensi ini bersama DPR. Ia menegaskan bahwa musik bukan sekadar hiburan, tetapi juga sektor dengan potensi ekonomi besar yang mampu memberi dampak kesejahteraan dan pertumbuhan nasional.

Industri musik, jika dikelola secara profesional, dipandangnya mampu membuka peluang yang luas. Namun, upaya tersebut mesti dibangun dengan kebijakan yang terstruktur. Oleh karena itu, posisi KMI menjadi penting agar pencipta lagu, penyanyi, promotor, hingga platform digital bisa bertemu dalam satu forum besar untuk membahas berbagai masalah dan tawaran solusi industri.

Giring, yang juga mantan vokalis band, menyebut selama ini musisi maupun pelaku ekosistem musik hanya bertemu dalam ruang-ruang singkat seperti di belakang panggung atau di bandara. KMI akan menjadi wadah formal pertama untuk mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu forum.

Dengan mengangkat tema Satu Nada Dasar, konferensi ini diharapkan menyatukan semangat kolaborasi lintas aktor industri. Kendati demikian, saat menggelar Forum Group Discussion sebelum acara ini digelar, Giring menemukan banyak fenomena menarik.

Dirinya menyadari bahwa industri musik telah jauh berubah. Menurutnya, tata kelola musik tidak bisa dibangun sendiri oleh satu lembaga, tetapi membutuhkan sinergi bersama kementerian lain.

Giring menyebut musik beririsan dengan hukum, keuangan, ketenagakerjaan, hingga pariwisata, sehingga arah kebijakan harus disusun lintas sektor. Atas dasar itulah, KMI nantinya juga akan menghadirkan perwakilan dari berbagai kementerian.

"Forum ini akan mendudukkan ekosistem musik dengan regulator. Hasilnya ialah sebuah roadmap dan dorongan rekomendasi kebijakan lintas kementerian," kata Giring.

Dengan begitu, hasil diskusi tidak berhenti di ruang wacana, melainkan dapat menjadi rekomendasi dan dasar kebijakan pemerintah sebelum merumuskan regulasi. Giring menyebut forum ini akan membuka ruang advokasi atas isu-isu penting, mulai dari perlindungan musik etnik, pengembangan karya ke level global, hingga peningkatan kesejahteraan musisi.

Lebih jauh, forum ini juga diproyeksikan memperkuat posisi Indonesia di kawasan regional dan global. Sebab, katanya, musik Indonesia diharapkan tidak hanya berkembang di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar dunia.

Giring mengatakan selama gelaran nanti, KMI akan menghadirkan serangkaian gelar wicara dengan topik beragam. Isu yang dibahas antara lain jalur distribusi musik lokal ke global, tata kelola hak cipta dan royalti, perpajakan dan pembiayaan, potensi ekonomi musik, pariwisata musik, hingga kurikulum musik kontekstual.

Selain diskusi panel, akan ada pula sesi masterclass yang menghadirkan platform besar seperti Spotify dan YouTube. Kehadiran perusahaan global ini memberi kesempatan bagi pelaku musik lokal untuk memahami tren dan standar industri internasional.

Baca juga: RUU Hak Cipta 2025 Akan Atur Royalti Musik Digital Lewat Sistem Satu Pintu

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

WHO: Klaim Trump soal Paracetamol Sebabkan Autisme Tak Didukung Bukti Ilmiah

BERIKUTNYA

Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 Siap Hadirkan 12 Kategori Apresiasi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga