Ilustrasi sektor ekonomi kreatif. (Sumber gambar: Freepik/Tirachardz)

AI Bisa Dongkrak Sektor Ekonomi Kreatif, Tapi Terkendala Regulasi

17 September 2025   |   16:08 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Artificial intelligence (AI) dinilai bisa meningkatkan kontribusi di sektor ekonomi kreatif terhadap PDB nasional. Hanya saja, ada sejumlah tantangan yang dihadapi, terutama berkaitan dengan hak cipta dan literasi digital yang masih terbatas di antara pelaku di sektor ini.
 
Menteri Ekraf Teuku Riefky menerangkan Indonesia tengah berada pada tahap awal pemanfaatan AI, dengan potensi besar berkat 185 juta pengguna internet dan 139 juta pengguna media sosial. AI, menurutnya, menawarkan peluang akselerasi inovasi di berbagai subsektor seperti desain, animasi, gim, aplikasi, hingga pemasaran digital. 
 
Pada 2024, kontribusi ekonomi kreatif mencapai lebih dari Rp1.500 triliun terhadap PDB nasional dan menyerap lebih dari 26,5 juta tenaga kerja. Dengan momentum adopsi AI, kontribusi ini disinyalir akan meningkat, menegaskan peran ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. 
 
"AI dapat mempercepat produksi, mengoptimalkan pemasaran, dan membuka akses pasar global," ujarnya saat ditemui dalam Artificial Intelligence Innovation Summit (AIIS) 2025. 

Baca juga: Kontroversi Penggunaan Generative AI dalam Film Animasi 
 
Di tengah peluang yang terbuka lebar ini, tantangan yang dihadapi juga tidak ringan, terutama dari sisi hak cipta. Produk kreatif seperti desain, fotografi, dan animasi merupakan karya manusia dengan hak moral dan ekonomi. Akan tetapi, regulasi saat ini belum sepenuhnya mengatur penggunaan karya sebagai data latih AI. 
 
"Mekanisme lisensi sangat penting agar pencipta tetap mendapat pengakuan dan imbal hasil yang adil,” jelasnya.
 
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Ekraf katanya telah menyiapkan kerangka strategis yang menyeimbangkan pengembangan dan pemanfaatan AI. Aspek pengembangan difokuskan pada riset, inovasi, dan perlindungan kekayaan intelektual, sementara pemanfaatannya diarahkan untuk memperkuat daya saing industri kreatif. 
 
Pemerintah juga mendorong harmonisasi regulasi, peningkatan literasi dan etika AI, serta dukungan bagi startup lokal di bidang teknologi AI. 
 
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto menyebut saat ini pemerintah memiliki 17 paket stimulus ekonomi dengan rincian 8 program akselerasi tahun 2025, 4 program tahun 2026, dan 5 program. Salah satu dari 17 program tersebut yakni program magang lulusan perguruan tinggi. 
 
Program magang perguruan tinggi menurutnya eligible untuk mahasiswa yang satu tahun lulus pada tahun tersebut. "Saya minta nanti para digital perusahaan bisa menyediakan tempat untuk para mahasiswa magang di industrinya apa pun subjeknya," ujar Airlangga. 
 
Kemenko Perekonomian juga menghadirkan Program Perkotaan dengan Pilot Project DKI Jakarta peningkatan kualitas permukiman dan penyediaan tempat untuk Gig Economy. "Untuk program tersebut kami bekerja sama dengan Kementerian Ekraf dan Pemprov DKI Jakarta untuk nantinya dapat menyediakan co-working space di Tanah Abang dan di Blok M," tambahnya. 

Baca juga: Indonesia Genjot Talenta Digital AI, ESDA Ubah Sistem Jadi Gaming School 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Rekomendasi 4 Drama Korea Bertema Perjalanan untuk Menyegarkan Pikiran

BERIKUTNYA

Sinopsis Serial A Hundred Memories, Drakor Baru yang Dibintangi Kim Da-mi dan Shin Ye-eun

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga