Indonesia Genjot Talenta Digital AI, ESDA Ubah Sistem Jadi Gaming School
18 August 2025 |
21:00 WIB
Penguasaan artificial intelligence (AI) dinilai saat penting seiring perkembangan teknologi yang terpantau pesat. Tak ayal, pemerintah hingga lembaga pendidikan berupaya mencetak talenta digital yang mahir mengoperasikan kecerdasan buatan ini.
Salah satunya datang dari Enspire School of Digital Art (ESDA). Founder ESDA Andre Surya menerangkan kehadiran AI membuatnya mengubah haluan pembelajaran di lembaga kursus animasi 3D yang didirikannya sejak 2013 lalu.
“ESDA sekarang sudah jadi gaming school, bukan 3D school lagi. Jadi, kita ngajarin 3D-nya pun sudah hybrid,” ujarnya kepada Hypeabis.id, Senin (18//8/2025).
Baca Juga: Era Serba AI, Indonesia Masih Kekurangan 2,7 Juta Talenta Digital
Andre menerangkan saat ini, tenaga pengajar di ESDA hanya mengenalkan dasar-dasar animasi. Materi yang diajarkan fokus kepada bagaimana memanfaatkan AI untuk membuat animasi atau intellectual property (IP).
Menurutnya, kehadiran AI akan membuat industri kreatif seperti animasi dapat dikerjakan lebih efisien baik dari segi waktu, tenaga, hingga biaya. Oleh karena itu, menurutnya talenta digital yang ada saat ini, termasuk para animator harus mahir menggunakan AI jika tidak ingin posisinya tergantikan.
Pria yang terlibat dalam pembuatan film Iron Man, Transformer, dan Star Trek itu pun menilai penggunaan AI sudah menjadi bagian hidup generasi muda, terutama gen Alpha. Untuk itu, ESDA mengubah total sistem pendidikan menjadi gaming school.
Alasan utamanya adalah, AI belum agresif di dunia gaming, tidak seperti animasi. Artinya, peluang untuk berkarir mengeksplorasi AI di industri ini masih cukup besar.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan bahwa kementeriannya telah menyiapkan peta jalan untuk mempercepat penguasaan AI. Strategi ini dimulai dengan pencetakan talenta digital melalui program pelatihan berskala nasional, kerja sama dengan perguruan tinggi, serta kolaborasi dengan perusahaan teknologi global untuk mentransfer pengetahuan dan keahlian.
Pemerintah menargetkan upaya ini dapat melahirkan talenta-talenta digital di bidang AI yang tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga menciptakan inovasi berkelas dunia. “Dengan strategi ini, Indonesia diharapkan dapat melompat dari sekadar pengguna menjadi produsen teknologi, memperkuat kedaulatan digital, dan memastikan posisi yang terhormat di panggung ekonomi digital internasional,” sebut Meutya.
Selain itu, pemerintah katanya akan memperkuat infrastruktur digital untuk mendukung pengembangan AI serta mendorong percepatan adopsi AI dalam layanan publik dan industri strategis. “Infrastruktur ini menjadi fondasi penting untuk riset, pengembangan, dan implementasi AI di berbagai sektor,” tutur mantan ketua komisi I DPR itu.
Sebelumnya, dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR 2025 menjelang HUT ke-80 RI, Presiden Prabowo menegaskan ketersediaan talenta digital di bidang AI merupakan prasyarat penting dalam mewujudkan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan global di bidang teknologi.
“Kita harus menguasai AI, untuk itu kita perlu mencetak talenta-talenta hebat dan meningkatkan kualitas pendidikan kita,” tegasnya.
Prabowo mengatakan penguasaan teknologi berperan penting dalam mewujudkan kedaulatan digital dan kemajuan ekonomi Indonesia di era persaingan global yang semakin ketat.
Baca Juga: Daftar Kampus untuk Belajar Artificial Intelligence di Indonesia
Salah satunya datang dari Enspire School of Digital Art (ESDA). Founder ESDA Andre Surya menerangkan kehadiran AI membuatnya mengubah haluan pembelajaran di lembaga kursus animasi 3D yang didirikannya sejak 2013 lalu.
“ESDA sekarang sudah jadi gaming school, bukan 3D school lagi. Jadi, kita ngajarin 3D-nya pun sudah hybrid,” ujarnya kepada Hypeabis.id, Senin (18//8/2025).
Baca Juga: Era Serba AI, Indonesia Masih Kekurangan 2,7 Juta Talenta Digital
Andre menerangkan saat ini, tenaga pengajar di ESDA hanya mengenalkan dasar-dasar animasi. Materi yang diajarkan fokus kepada bagaimana memanfaatkan AI untuk membuat animasi atau intellectual property (IP).
Menurutnya, kehadiran AI akan membuat industri kreatif seperti animasi dapat dikerjakan lebih efisien baik dari segi waktu, tenaga, hingga biaya. Oleh karena itu, menurutnya talenta digital yang ada saat ini, termasuk para animator harus mahir menggunakan AI jika tidak ingin posisinya tergantikan.
Pria yang terlibat dalam pembuatan film Iron Man, Transformer, dan Star Trek itu pun menilai penggunaan AI sudah menjadi bagian hidup generasi muda, terutama gen Alpha. Untuk itu, ESDA mengubah total sistem pendidikan menjadi gaming school.
Alasan utamanya adalah, AI belum agresif di dunia gaming, tidak seperti animasi. Artinya, peluang untuk berkarir mengeksplorasi AI di industri ini masih cukup besar.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan bahwa kementeriannya telah menyiapkan peta jalan untuk mempercepat penguasaan AI. Strategi ini dimulai dengan pencetakan talenta digital melalui program pelatihan berskala nasional, kerja sama dengan perguruan tinggi, serta kolaborasi dengan perusahaan teknologi global untuk mentransfer pengetahuan dan keahlian.
Pemerintah menargetkan upaya ini dapat melahirkan talenta-talenta digital di bidang AI yang tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga menciptakan inovasi berkelas dunia. “Dengan strategi ini, Indonesia diharapkan dapat melompat dari sekadar pengguna menjadi produsen teknologi, memperkuat kedaulatan digital, dan memastikan posisi yang terhormat di panggung ekonomi digital internasional,” sebut Meutya.
Selain itu, pemerintah katanya akan memperkuat infrastruktur digital untuk mendukung pengembangan AI serta mendorong percepatan adopsi AI dalam layanan publik dan industri strategis. “Infrastruktur ini menjadi fondasi penting untuk riset, pengembangan, dan implementasi AI di berbagai sektor,” tutur mantan ketua komisi I DPR itu.
Sebelumnya, dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR 2025 menjelang HUT ke-80 RI, Presiden Prabowo menegaskan ketersediaan talenta digital di bidang AI merupakan prasyarat penting dalam mewujudkan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan global di bidang teknologi.
“Kita harus menguasai AI, untuk itu kita perlu mencetak talenta-talenta hebat dan meningkatkan kualitas pendidikan kita,” tegasnya.
Prabowo mengatakan penguasaan teknologi berperan penting dalam mewujudkan kedaulatan digital dan kemajuan ekonomi Indonesia di era persaingan global yang semakin ketat.
Baca Juga: Daftar Kampus untuk Belajar Artificial Intelligence di Indonesia
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.