Ilustrasi jasa shoe and care. (Sumber gambar: Freepik)

Kisah Mahasiswa Jatinangor Bangun Usaha Laundry Sepatu dengan Omzet Jutaan

15 September 2025   |   18:30 WIB
Image
Aisyah Putri Maulidina Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Tidak semua orang punya waktu untuk membersihkan sepatu, dan kondisi itu membuka peluang bagi pengusaha muda menghadirkan solusi praktis lewat jasa laundry sepatu. Dari situlah, Faqih Azhar (21), seorang mahasiswa, memulai usahanya setelah melihat banyak teman yang enggan mencuci sepatu sendiri.

Dia membuka usaha laundry sepatu, yang dinamakan Guardian Of The Shoes atau GOTS. Usaha Faqih yang awalnya hanya dikenal oleh teman terdekatnya, kini berhasil membangun branding dengan membuat berbagai konten untuk menarik pelanggan di media sosial. 

GOTS juga memiliki konsep unik dalam menyediakan jasa laundry sepatu yang berlokasi di daerah Jatinangor itu, yakni mematok seluruh tarif cuci sekaligus antar-jemput sepatu dengan harga yang sama, sebesar Rp25.000. Harga ini dia sesuaikan dengan kantong kalangan target pasarnya yang didominasi oleh mahasiswa. Namun, seiring berjalannya waktu, Faqih mengaku bahwa jangkauan pelanggan usahanya kian meluas.

Baca Juga: Bisnis Photobooth Jadi Tren Baru Gen Z, Raup Omzet hingga Puluhan Juta

“Awalnya memang target pasar GOTS itu kalangan mahasiswa ya, tapi semakin ke sini juga para pelanggan GOTS meluas seperti warga Jatinangor yang sudah bekerja. Jadi, target pasar usaha aku ini tidak hanya mahasiswa,” ungkapnya.

Meskipun Faqih cukup aktif dalam mengembangkan branding di media sosial GOTS, dia juga tidak memungkiri, bahwa jangkauan promosi secara offline seperti membuka booth di acara tertentu, sangat membantu perkembangan usahanya. Berbagai cara yang Faqih lakukan untuk terus mengembangkan GOTS, berbuah manis dan membuatnya mendapat penghasilan hingga Rp2 juta per bulan. 

Keuntungan itu tentu tidak didapat Faqih dengan mudah. Semua pekerjaan, mulai dari mencuci hingga antar-jemput sepatu, masih ia tangani sendiri sehingga kerap kewalahan saat pesanan meningkat. Ia juga pernah mengalami pengalaman kurang menyenangkan, seperti ketika pelanggan tiba-tiba menghilang tanpa konfirmasi saat sepatu akan dijemput.

Pengalaman itu membuat Faqih belajar dan bertekad memperbaiki sistem antar-jemput agar tidak ada lagi pelanggan yang menghilang tanpa konfirmasi. Ke depan, ia berharap GOTS bisa berkembang menjadi brand laundry sepatu yang lebih besar, sehingga keuntungan yang diperoleh dapat dibagi dengan orang lain yang ikut bekerja bersamanya.

Tidak jauh berbeda dengan Faqih, Nabil Nafidz (21) yang juga masih berstatus mahasiswa memulai usaha laundry sepatu karena menilai tarif jasa serupa di Jatinangor terlalu mahal. Ia pun memberanikan diri membuka De Sante Shoe Care, dengan konsep nama unik serta desain berbeda untuk membangun branding di media sosial.

Awalnya, Nabil membidik teman-teman kuliahnya di Fikom Unpad sebagai target pasar, sehingga ia menerapkan konsep antar-jemput gratis agar tetap terjangkau bagi mahasiswa. Seiring waktu, usahanya berkembang pesat dan kini pelanggan De Sante Shoe Care tak lagi terbatas pada mahasiswa Unpad saja.

Bahkan, salah satu dosen pun pernah menggunakan jasa laundry sepatu milik Nabil. Hal tersebut memberinya pengalaman unik yang dia ingat sampai saat ini, di mana dia menghabiskan waktu hingga tiga jam hanya untuk mencuci sepasang sepatu pesanan dari dosen tersebut.

Selain itu, statusnya sebagai mahasiswa juga menjadi tantangan bagi Nabil yang merasa kesulitan untuk mengatur waktu dalam menjalankan usahanya, terutama saat pesanan dari pelanggan sedang banyak.

“Saat musim hujan atau setelah ada acara-acara besar di kampus, pasti ramai orang yang pesan untuk dibersihkan sepatunya,” ujarnya.

Jatinangor sebagai tempat usaha Nabil yang dikelilingi berbagai kampus dengan cuaca yang yang juga sering hujan, seperti memberi berkah untuk usaha laundry sepatunya. Dalam per bulan, dia bisa mendapatkan penghasilan bersih sekitar Rp1,5-3 juta.

Saat ini laundry sepatu miliknya sedang hiatus, jadi Nabil bekerja di tempat Shoe and Care profesional untuk menambah ilmu dan modal yang dikumpulkan, agar dapat mewujudkan impiannya membuka offline store De Sante Shoe Care di Jatinangor dan Bandung.

Baca Juga: Waralaba Kuliner Makin Menjanjikan di Indonesia, Texas Chicken Ekspansif

SEBELUMNYA

Film Esok Tanpa Ibu Rilis Official Teaser Versi BIFF 2025, Tampilkan Perjalanan Emosional Ali Fikry

BERIKUTNYA

Pelican Crossing Hadir di Stasiun Cikini, KAI Ingatkan Aspek Keselamatan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga