Bisnis Florist Saleeya, Eksplorasi Gaya Buket Bunga yang Bersih dan Berkarakter
12 September 2025 |
19:00 WIB
Bunga menjadi hadiah yang universal dan tak lekang waktu untuk orang-orang terdekat. Kawan, sahabat, saudara, hingga keluarga. Melihat peluang yang ada, beberapa orang yang memiliki ketertarikan pada bunga menjadikannya sebagai peluang untuk membuka bisnis.
Nadya Aisyah Prabowo (25) bersama rekannya Hanifa Rayna Nurunnisa (25) membangun Saleeya, sebuah floral studio di Bandung, sejak 2023. Sedari dulu, Nadya sebagai pemilik floral studio Saleeya memiliki ketertarikan dengan bunga yang berbentuk unik dan menciptakan kesan tak terlalu ramai.
“Awalnya aku sama Rayna sering ngobrol tentang dunia florist dan ngebahas banyak banget referensi dari florist luar negeri yang karyanya, tuh, clean, berkarakter, dan enggak generik. Dari situ kita merasa, kok di Bandung belum ada, ya, yang main di style kayak gini,” kata Nadya.
Baca juga: 7 Jenis Bunga Lokal yang Cocok Untuk Hiasan & Buket
Melalui diskusi tersebut, Saleeya dibentuk dengan gaya yang minimalis, modern, tetapi hangat dan memiliki cerita. Floral studio ini menggunakan pendekatan artisanal dan curated. Rangkaian bunga Saleeya dirancang sesuai dengan karakter bunga dan referensi personal dari masing-masing klien.
Sebelum menjadi studio, Saleeya awalnya melayani pelanggan secara pre-order sembari mengetes pasar. Menurut Nadya, mengedukasi pasar merupakan salah satu tantangan dalam mengelola bisnis ini. Dia menjelaskan bahwa sebagian orang tidak mengerti konsep rangkaian dengan negative space, yang justru menjadi bagian dari keindahan.
Rangkaian Saleeya saat ini lebih banyak menggunakan bunga lokal dari daerah Jawa Barat dan Jakarta. Akan tetapi, sesekali mengambil bunga dari supplier impor untuk bunga-bunga spesial yang tak bisa ditanam di dalam negeri.
Saleeya menyasar para perempuan muda usia 20 hingga 30-an yang memiliki sense of design dan ingin sesuatu yang lebih personal. Namun, banyak juga pelanggan pria yang membeli bunga di Saleeya untuk pasangannya.
Tak hanya rangkaian bunga, Saleeya juga sangat antusias untuk melaksanakan flower workshop. Kegiatan ini biasanya dilakukan bersama kafe-kafe di Bandung setiap beberapa bulan jika ada kesempatan. Selain workshop, Saleeya juga mulai mengerjakan event decoration dan B2B.
Event decoration yang biasa dikerjakan Saleeya biasanya bersifat intimate, seperti engagement. Saat pertama kali mengerjakan proyek intimate engagement-nya, Nadya sebagai pemilik mengaku senang sekaligus gugup karena prosesnya penuh tantangan.
Namun, momen tersebut menjadi tempat bisnis Saleeya bertumbuh. Tak hanya mengerjakan daily bouquet arrangement, tetapi juga bergerak di bidang flower decoration yang lebih besar.
Pendapatan bisnis florist pada umumnya fluktuatif. Ada musim-musim yang penuh dengan pesanan seperti masa-masa graduation atau valentine, tetapi ada juga musim sepi. Jika dihitung, rata-rata omzet yang diperoleh Saleeya per bulannya mencapai Rp15 juta -Rp30 juta tergantung musim.
“Menurut kami, tren bisnis florist, apalagi yang berbasis pada personal style, justru lagi mengarah ke tempat yang makin positif. Orang sekarang makin mindful dalam memilih personal gift atau dekorasi, dan mereka cenderung lebih suka sesuatu yang personal, unik, dan meaningful,” ujarnya.
Menurut Nadya, personal gift dipilih bukan hanya karena sekadar cantik, tetapi juga karena memiliki cerita di dalamnya. Oleh karena itu, Nadya berpikir bahwa florist yang memiliki karakter, kurasi style yang kuat, dan komunikasi yang jujur akan memiliki tempat tersendiri di hati pelanggan.
Baca juga: Fakta Menarik Bunga Daffodil, Simbol Harapan dan Awal yang Baru
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Nadya Aisyah Prabowo (25) bersama rekannya Hanifa Rayna Nurunnisa (25) membangun Saleeya, sebuah floral studio di Bandung, sejak 2023. Sedari dulu, Nadya sebagai pemilik floral studio Saleeya memiliki ketertarikan dengan bunga yang berbentuk unik dan menciptakan kesan tak terlalu ramai.
“Awalnya aku sama Rayna sering ngobrol tentang dunia florist dan ngebahas banyak banget referensi dari florist luar negeri yang karyanya, tuh, clean, berkarakter, dan enggak generik. Dari situ kita merasa, kok di Bandung belum ada, ya, yang main di style kayak gini,” kata Nadya.
Baca juga: 7 Jenis Bunga Lokal yang Cocok Untuk Hiasan & Buket
Melalui diskusi tersebut, Saleeya dibentuk dengan gaya yang minimalis, modern, tetapi hangat dan memiliki cerita. Floral studio ini menggunakan pendekatan artisanal dan curated. Rangkaian bunga Saleeya dirancang sesuai dengan karakter bunga dan referensi personal dari masing-masing klien.
Sebelum menjadi studio, Saleeya awalnya melayani pelanggan secara pre-order sembari mengetes pasar. Menurut Nadya, mengedukasi pasar merupakan salah satu tantangan dalam mengelola bisnis ini. Dia menjelaskan bahwa sebagian orang tidak mengerti konsep rangkaian dengan negative space, yang justru menjadi bagian dari keindahan.
Rangkaian Saleeya saat ini lebih banyak menggunakan bunga lokal dari daerah Jawa Barat dan Jakarta. Akan tetapi, sesekali mengambil bunga dari supplier impor untuk bunga-bunga spesial yang tak bisa ditanam di dalam negeri.
Saleeya menyasar para perempuan muda usia 20 hingga 30-an yang memiliki sense of design dan ingin sesuatu yang lebih personal. Namun, banyak juga pelanggan pria yang membeli bunga di Saleeya untuk pasangannya.
Tak hanya rangkaian bunga, Saleeya juga sangat antusias untuk melaksanakan flower workshop. Kegiatan ini biasanya dilakukan bersama kafe-kafe di Bandung setiap beberapa bulan jika ada kesempatan. Selain workshop, Saleeya juga mulai mengerjakan event decoration dan B2B.
Event decoration yang biasa dikerjakan Saleeya biasanya bersifat intimate, seperti engagement. Saat pertama kali mengerjakan proyek intimate engagement-nya, Nadya sebagai pemilik mengaku senang sekaligus gugup karena prosesnya penuh tantangan.
Namun, momen tersebut menjadi tempat bisnis Saleeya bertumbuh. Tak hanya mengerjakan daily bouquet arrangement, tetapi juga bergerak di bidang flower decoration yang lebih besar.
Pendapatan bisnis florist pada umumnya fluktuatif. Ada musim-musim yang penuh dengan pesanan seperti masa-masa graduation atau valentine, tetapi ada juga musim sepi. Jika dihitung, rata-rata omzet yang diperoleh Saleeya per bulannya mencapai Rp15 juta -Rp30 juta tergantung musim.
“Menurut kami, tren bisnis florist, apalagi yang berbasis pada personal style, justru lagi mengarah ke tempat yang makin positif. Orang sekarang makin mindful dalam memilih personal gift atau dekorasi, dan mereka cenderung lebih suka sesuatu yang personal, unik, dan meaningful,” ujarnya.
Menurut Nadya, personal gift dipilih bukan hanya karena sekadar cantik, tetapi juga karena memiliki cerita di dalamnya. Oleh karena itu, Nadya berpikir bahwa florist yang memiliki karakter, kurasi style yang kuat, dan komunikasi yang jujur akan memiliki tempat tersendiri di hati pelanggan.
Baca juga: Fakta Menarik Bunga Daffodil, Simbol Harapan dan Awal yang Baru
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.