Ilustrasi remaja (Sumber gambar: Unsplash)

Pentingnya Rumah Sebagai Ruang Aman Bagi Remaja, Pahami Pola Pengasuhan Positif

11 September 2025   |   21:50 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Remaja merupakan fase perkembangan penting yang akan menentukan arah masa depan individu sekaligus bangsa. Pada tahap ini, remaja tidak hanya mengalami perubahan fisik yang signifikan. Meteka juga menghadapi dinamika psikologis dan sosial yang kompleks.

Pembentukan identitas diri, keterampilan dalam mengelola emosi, serta kemampuan menjalin relasi sosial yang sehat menjadi aspek penting yang berkembang pesat pada masa krusial ini. Namun, proses perkembangan ini tidak terjadi dalam ruang hampa.

Baca juga:  Kasus Infeksi Menular Seksual Mengintai Kalangan Remaja, Apa Penyebabnya?

Keluarga sebagai lingkungan terdekat memiliki peran sentral dalam membentuk kesehatan jiwa remaja baik secara langsung melalui pola asuh maupun secara tidak langsung lewat keteladanan dan nilai di rumah.

Proses tumbuh kembang manusia sesungguhnya dimulai sejak masa dalam kandungan hingga menginjak usia remaja. Interaksi awal dengan keluarga menjadi fondasi utama yang menentukan kualitas perkembangan anak di kemudian hari.

Menurut Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan RI Imran Pambudi, orang tua memegang peranan yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan kondusif bagi tumbuh kembang anak. Lingkungan keluarga yang penuh dukungan emosional, komunikasi terbuka, dan keterlibatan aktif orang tua dapat memperkuat ketahanan psikologis remaja.

“Orang tua mempunyai peran yang sangat penting di dalam upaya mewujudkan lingkungan yang kondusif untuk mendukung proses tumbuh kembang menuju sumber daya manusia yang berkualitas,” ujar Imran.

Sayangnya, masih banyak tantangan yang dihadapi keluarga dalam menjalankan peran ini. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) 2023 mencatat 18.175 anak dan remaja usia 0-17 tahun mengalami kekerasan.

Ironisnya, 51% kasus kekerasan terjadi di rumah, dengan 27% pelakunya adalah anggota keluarga sendiri, termasuk orang tua. Hal ini menunjukkan bahwa rumah yang seharusnya menjadi ruang aman justru bisa menjadi sumber ancaman bagi kesehatan jiwa remaja.

Imran menambahkan, literatur menunjukkan adanya hubungan erat antara pola pengasuhan yang tidak tepat dengan munculnya masalah perilaku pada remaja. Pola asuh yang terlalu permisif, penuh tekanan, atau minim kehadiran emosional kerap memicu stres, kecemasan, bahkan gangguan perilaku.

Kondisi tersebut seringkali bersumber dari kurangnya pengetahuan orang tua mengenai pola asuh sehat, tekanan hidup berkepanjangan, masalah ekonomi, maupun kesulitan dalam mengendalikan emosi. “Banyak bermula dari kondisi keluarga yang tidak mampu berperan sebagaimana mestinya,” lanjut Imran.

Sebagai upaya promotif dan preventif, Kementerian Kesehatan RI telah menginisiasi program pengasuhan positif sehat jiwa. Program ini berfokus pada peningkatan kapasitas orang tua, dimulai dari menjaga kesehatan mental mereka sendiri.

Orang tua yang lebih sehat secara psikologis diharapkan bisa membuat pola pengasuhan yang akan lebih suportif, penuh kasih sayang, dan kondusif bagi tumbuh kembang remaja. Pendekatan ini bisa berdampak pada perlindungan remaja dari risiko gangguan jiwa sekaligus mempersiapkan mereka menjadi generasi penerus yang tangguh dan berkualitas.

Baca juga:  Bukan Hanya Dewasa, Anak & Remaja Makin Berisiko Bipolar dan Skizofrenia

SEBELUMNYA

10 Drama Korea Medis yang Wajib Ditonton, Ghost Doctor hingga Hospital Playlist

BERIKUTNYA

Terinspirasi Bing Slamet, Menbud Tetapkan Hari Komedi Nasional Setiap 27 September

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga