Terinspirasi Bing Slamet, Menbud Tetapkan Hari Komedi Nasional Setiap 27 September
11 September 2025 |
19:42 WIB
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menetapkan tanggal 27 September sebagai Hari Komedi Nasional. Penetapan itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Kebudayaan yang diserahkan kepada perwakilan Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PaSKI) dalam acara Anugerah Komedi Indonesia (ANUKOM) ke-5 di Jakarta.
ANUKOM sendiri merupakan ajang apresiasi yang diinisiasi RCTI bersama PaSKI. Panggung ini menjadi wadah penghargaan bagi para komedian yang telah menghibur masyarakat sekaligus memberi kontribusi penting dalam perjalanan dunia komedi Indonesia.
Baca juga: Komeng Pengin Bangun Ekosistem Seni dan Cetuskan Hari Komedi Nasional Jika Jadi Senator
“Penetapan ini bertepatan dengan hari lahir seorang tokoh komedi Indonesia yang luar biasa, multitalenta, seorang maestro, Bing Slamet, yaitu pada 27 September,” ujar Fadli Zon saat menyerahkan SK kepada komedian Jarwo Kuat dan Alfisnsyah Bustami, atau Komeng.
Menurut Fadli, gagasan Hari Komedi Nasional sesungguhnya telah lama muncul dari kalangan seniman. PaSKI bersama komunitas komedi mendorong adanya momentum resmi untuk menghormati para komedian yang memberi warna dalam kebudayaan Indonesia.
Pemilihan 27 September tentu bukan kebetulan. Tanggal itu adalah hari lahir Bing Slamet, sosok maestro yang tak hanya dikenal sebagai pelawak, tetapi juga penyanyi, musisi, dan aktor film. Kiprahnya yang melintasi berbagai bidang seni membuatnya dianggap pantas menjadi simbol Hari Komedi Nasional.
Bing Slamet dikenal luas lewat grup Kuartet Jaya yang meramaikan dunia hiburan pada era 1950-an hingga 1960-an. Dia juga aktif bersama grup musik Eka Sapta, menghasilkan karya-karya populer pada masanya. Di layar lebar, namanya tercatat dalam puluhan film yang memperkaya khazanah perfilman Indonesia.
“Namanya pun harum di dunia perfilman, dengan banyak film yang ia bintangi. Bing Slamet terus memberi inspirasi bagi generasi seniman komedi Indonesia,” lanjut Fadli.
Dia menambahkan, komedi yang ditampilkan Bing selalu cerdas, segar, dan tetap relevan lintas zaman. Sosok Bing Slamet juga membuktikan bahwa komedi bukan seni pinggiran, melainkan dapat berdampingan dengan musik dan film, bahkan menjadi medium kritik sosial yang halus.
Dengan penetapan ini, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami bahwa tawa adalah bagian penting dari kehidupan berbangsa. Tawa tak hanya menghibur, tetapi juga menyatukan, menyehatkan, dan menumbuhkan optimisme di tengah dinamika sosial.
Ajang ANUKOM ke-5 turut menegaskan semangat tersebut. Berbagai penghargaan diberikan, mulai dari komedian pria dan perempuan terfavorit, komika pilihan, hingga penghargaan seumur hidup. Komedi tradisional pun mendapat tempat, menandakan keragaman ekspresi komedi di Indonesia.
Fadli Zon berharap Hari Komedi Nasional menjadi momentum tahunan untuk menghargai para pelaku komedi sekaligus melahirkan generasi baru.
“Semoga pada 27 September mendatang, masyarakat dapat merayakan Hari Komedi Nasional untuk pertama kalinya. Mari kita jadikan momen ini sebagai perayaan bersama,” ujarnya.
Sebgai tambahan informasi, Bing Slamet bernama lengkap Ahmad Syech Albar, lahir di Cilegon pada 27 September 1927. Dia dikenal sebagai maestro hiburan Indonesia yang kiprahnya melintasi dunia komedi, musik, dan film. Bersama Ateng, Iskak, dan Eddy Sud, dia membentuk Kuartet Jaya yang menghadirkan komedi segar pada era 1950–1960-an.
Selain di panggung lawak, Bing juga aktif sebagai musisi dalam grup Eka Sapta yang populer di masanya. Suaranya yang khas dan gaya bermusik yang merakyat membuatnya diterima luas oleh publik. Dia juga membintangi puluhan film, termasuk Bing Slamet Koboi Cengeng dan Bing Slamet Setan Djalanan, yang menegaskan reputasinya sebagai aktor serba bisa.
Baca juga: Menbud Fadli Zon Beberkan Alasan Buku Sejarah Indonesia Batal Rilis 17 Agustus 2025
ANUKOM sendiri merupakan ajang apresiasi yang diinisiasi RCTI bersama PaSKI. Panggung ini menjadi wadah penghargaan bagi para komedian yang telah menghibur masyarakat sekaligus memberi kontribusi penting dalam perjalanan dunia komedi Indonesia.
Baca juga: Komeng Pengin Bangun Ekosistem Seni dan Cetuskan Hari Komedi Nasional Jika Jadi Senator
“Penetapan ini bertepatan dengan hari lahir seorang tokoh komedi Indonesia yang luar biasa, multitalenta, seorang maestro, Bing Slamet, yaitu pada 27 September,” ujar Fadli Zon saat menyerahkan SK kepada komedian Jarwo Kuat dan Alfisnsyah Bustami, atau Komeng.
Menurut Fadli, gagasan Hari Komedi Nasional sesungguhnya telah lama muncul dari kalangan seniman. PaSKI bersama komunitas komedi mendorong adanya momentum resmi untuk menghormati para komedian yang memberi warna dalam kebudayaan Indonesia.
Pemilihan 27 September tentu bukan kebetulan. Tanggal itu adalah hari lahir Bing Slamet, sosok maestro yang tak hanya dikenal sebagai pelawak, tetapi juga penyanyi, musisi, dan aktor film. Kiprahnya yang melintasi berbagai bidang seni membuatnya dianggap pantas menjadi simbol Hari Komedi Nasional.
Bing Slamet dikenal luas lewat grup Kuartet Jaya yang meramaikan dunia hiburan pada era 1950-an hingga 1960-an. Dia juga aktif bersama grup musik Eka Sapta, menghasilkan karya-karya populer pada masanya. Di layar lebar, namanya tercatat dalam puluhan film yang memperkaya khazanah perfilman Indonesia.
“Namanya pun harum di dunia perfilman, dengan banyak film yang ia bintangi. Bing Slamet terus memberi inspirasi bagi generasi seniman komedi Indonesia,” lanjut Fadli.
Dia menambahkan, komedi yang ditampilkan Bing selalu cerdas, segar, dan tetap relevan lintas zaman. Sosok Bing Slamet juga membuktikan bahwa komedi bukan seni pinggiran, melainkan dapat berdampingan dengan musik dan film, bahkan menjadi medium kritik sosial yang halus.
Dengan penetapan ini, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami bahwa tawa adalah bagian penting dari kehidupan berbangsa. Tawa tak hanya menghibur, tetapi juga menyatukan, menyehatkan, dan menumbuhkan optimisme di tengah dinamika sosial.
Ajang ANUKOM ke-5 turut menegaskan semangat tersebut. Berbagai penghargaan diberikan, mulai dari komedian pria dan perempuan terfavorit, komika pilihan, hingga penghargaan seumur hidup. Komedi tradisional pun mendapat tempat, menandakan keragaman ekspresi komedi di Indonesia.
Fadli Zon berharap Hari Komedi Nasional menjadi momentum tahunan untuk menghargai para pelaku komedi sekaligus melahirkan generasi baru.
“Semoga pada 27 September mendatang, masyarakat dapat merayakan Hari Komedi Nasional untuk pertama kalinya. Mari kita jadikan momen ini sebagai perayaan bersama,” ujarnya.
Sebgai tambahan informasi, Bing Slamet bernama lengkap Ahmad Syech Albar, lahir di Cilegon pada 27 September 1927. Dia dikenal sebagai maestro hiburan Indonesia yang kiprahnya melintasi dunia komedi, musik, dan film. Bersama Ateng, Iskak, dan Eddy Sud, dia membentuk Kuartet Jaya yang menghadirkan komedi segar pada era 1950–1960-an.
Selain di panggung lawak, Bing juga aktif sebagai musisi dalam grup Eka Sapta yang populer di masanya. Suaranya yang khas dan gaya bermusik yang merakyat membuatnya diterima luas oleh publik. Dia juga membintangi puluhan film, termasuk Bing Slamet Koboi Cengeng dan Bing Slamet Setan Djalanan, yang menegaskan reputasinya sebagai aktor serba bisa.
Baca juga: Menbud Fadli Zon Beberkan Alasan Buku Sejarah Indonesia Batal Rilis 17 Agustus 2025
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.