Buttonscarves Bawa Keindahan Modest Fashion Asia Tenggara ke Dubai Fashion Week
10 September 2025 |
19:55 WIB
Dubai kembali menjadi pusat perhatian dunia mode lewat gelaran Dubai Fashion Week Spring/Summer 2026. Di antara nama-nama besar internasional, brand asal Indonesia, Buttonscarves, berhasil mencuri perhatian dengan koleksi terbarunya.
Bukan sekadar memamerkan busana, kehadiran mereka membawa cerita tentang modest fashion yang elegan, berani, dan siap mendunia.
Setelah sukses dengan debut pada tahun lalu, pada penampilan keduanya di musim ini Buttonscarves hadir dengan visi yang lebih kuat di ajang panggung mode internasional tersebut.
Baca juga: Eksplorasi Wastra Nusantara dalam Panggung Modest Fashion Dunia IN2MOTIONFEST
Koleksi terbaru Buttonscarves di Dubai Fashion Week S/S 2026 tampil memukau dengan dominasi warna hitam, perak, dan emas. Perpaduan palet ini menghadirkan kesan yang kuat sekaligus mewah, di mana hitam memberi nuansa klasik, perak memancarkan kilau futuristik, dan emas menambahkan sentuhan berani yang elegan.
Setiap padu padannya dirancang dengan siluet arsitektural dan potongan tegas yang menekankan kekuatan karakter perempuan modern. Long dress berhiaskan payet dan material berkilau menciptakan efek gemerlap di bawah sorotan lampu, sementara setelan tailored dengan motif monogram khas Buttonscarves menampilkan sisi maskulin yang modern.
Koleksi ini juga menghadirkan cape dan outer bervolume dramatis yang memberi kesan berwibawa. Detail bu tampak jelas lewat permainan tekstur metalik, fringe silver yang dinamis, serta sequin dan embellishment yang menambah kesan glamor. Identitas brand diperkuat dengan motif geometris dan monogram B yang mendominasi kain, menjadikannya signature visual yang ikonik.
Keseluruhan tampilan dilengkapi dengan topi lebar, tas tangan kecil, serta gaya rambut sleek dan riasan natural yang membuat busana tetap menjadi pusat perhatian. Salah satu tampilan juga menampilkan hijab hitam sederhana, menegaskan akar modest fashion yang selalu menjadi bagian penting dari identitas Buttonscarves.
Secara keseluruhan koleksi ini terasa seperti sebuah pernyataan bahwa fesyen dari Asia Tenggara bisa sejajar di panggung mode dunia.
“Kami datang dari Asia Tenggara, membawa cerita, warisan, dan keyakinan bahwa modest fashion bisa kuat sekaligus mendunia,” kata Linda Anggrea, CEO Buttonscarves & Modinity Group. Dia menilai Dubai Fashion Week sebagai panggung di mana ambisi bertemu dengan karya.
Linda juga menegaskan bahwa kehadiran Buttonscarves di ajang ini menjadi cara untuk menunjukkan pada dunia nilai dan identitas yang diusung brand tersebut. Tidak hanya menampilkan desain, Buttonscarves juga ingin menyampaikan pesan tentang identitas dan keberanian perempuan modern dalam mengekspresikan diri.
Koleksi ini mencerminkan ketelitian, rasa percaya diri dan semangat yang dinamis dari perempuan modern, serta unapologetic sebagai sebuah gaya yang sejalan dengan tren global sekaligus tetap mengakar pada nilai budaya.
Partisipasi di Dubai Fashion Week juga menandai langkah serius Buttonscarves dalam ekspansi global. Sebelumnya, brand ini sudah membuka flagship store di Singapura dan menggelar berbagai aktivasi internasional di kota-kota mode besar mulai dari New York, London, Dubai, hingga Paris.
Dengan komunitas penggemar yang solid dan jumlah pengikut lebih dari satu juta, Buttonscarves tidak hanya menghadirkan koleksi, tetapi juga membangun gerakan budaya yang menyatukan fesyen, identitas, dan kebanggaan Asia Tenggara.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Bukan sekadar memamerkan busana, kehadiran mereka membawa cerita tentang modest fashion yang elegan, berani, dan siap mendunia.
Setelah sukses dengan debut pada tahun lalu, pada penampilan keduanya di musim ini Buttonscarves hadir dengan visi yang lebih kuat di ajang panggung mode internasional tersebut.
Baca juga: Eksplorasi Wastra Nusantara dalam Panggung Modest Fashion Dunia IN2MOTIONFEST
Koleksi terbaru Buttonscarves di Dubai Fashion Week S/S 2026 tampil memukau dengan dominasi warna hitam, perak, dan emas. Perpaduan palet ini menghadirkan kesan yang kuat sekaligus mewah, di mana hitam memberi nuansa klasik, perak memancarkan kilau futuristik, dan emas menambahkan sentuhan berani yang elegan.
Setiap padu padannya dirancang dengan siluet arsitektural dan potongan tegas yang menekankan kekuatan karakter perempuan modern. Long dress berhiaskan payet dan material berkilau menciptakan efek gemerlap di bawah sorotan lampu, sementara setelan tailored dengan motif monogram khas Buttonscarves menampilkan sisi maskulin yang modern.
Koleksi ini juga menghadirkan cape dan outer bervolume dramatis yang memberi kesan berwibawa. Detail bu tampak jelas lewat permainan tekstur metalik, fringe silver yang dinamis, serta sequin dan embellishment yang menambah kesan glamor. Identitas brand diperkuat dengan motif geometris dan monogram B yang mendominasi kain, menjadikannya signature visual yang ikonik.
Keseluruhan tampilan dilengkapi dengan topi lebar, tas tangan kecil, serta gaya rambut sleek dan riasan natural yang membuat busana tetap menjadi pusat perhatian. Salah satu tampilan juga menampilkan hijab hitam sederhana, menegaskan akar modest fashion yang selalu menjadi bagian penting dari identitas Buttonscarves.
Secara keseluruhan koleksi ini terasa seperti sebuah pernyataan bahwa fesyen dari Asia Tenggara bisa sejajar di panggung mode dunia.
“Kami datang dari Asia Tenggara, membawa cerita, warisan, dan keyakinan bahwa modest fashion bisa kuat sekaligus mendunia,” kata Linda Anggrea, CEO Buttonscarves & Modinity Group. Dia menilai Dubai Fashion Week sebagai panggung di mana ambisi bertemu dengan karya.
Linda juga menegaskan bahwa kehadiran Buttonscarves di ajang ini menjadi cara untuk menunjukkan pada dunia nilai dan identitas yang diusung brand tersebut. Tidak hanya menampilkan desain, Buttonscarves juga ingin menyampaikan pesan tentang identitas dan keberanian perempuan modern dalam mengekspresikan diri.
Koleksi ini mencerminkan ketelitian, rasa percaya diri dan semangat yang dinamis dari perempuan modern, serta unapologetic sebagai sebuah gaya yang sejalan dengan tren global sekaligus tetap mengakar pada nilai budaya.
Partisipasi di Dubai Fashion Week juga menandai langkah serius Buttonscarves dalam ekspansi global. Sebelumnya, brand ini sudah membuka flagship store di Singapura dan menggelar berbagai aktivasi internasional di kota-kota mode besar mulai dari New York, London, Dubai, hingga Paris.
Dengan komunitas penggemar yang solid dan jumlah pengikut lebih dari satu juta, Buttonscarves tidak hanya menghadirkan koleksi, tetapi juga membangun gerakan budaya yang menyatukan fesyen, identitas, dan kebanggaan Asia Tenggara.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.