Sejumlah Kawasan Wisata di Bali Terdampak Akibat Banjir
10 September 2025 |
18:29 WIB
Hujan deras yang mengguyur wilayah Bali selama dua hari terakhir menyebabkan banjir cukup parah di berbagai titik. Akibatnya, aktivitas ekonomi dan pariwisata di Pulau Dewata tersebut pun dikabarkan lumpuh hingga Rabu (10/9/2025) siang, termasuk di kawasan sentral seperti Kuta dan Nusa Dua.
Curah hujan tinggi di Bali dimulai sejak Selasa (9/9/2025) malam. Dampak cukup parah akibat hujan tinggi terjadi di underpass Simpang Dewa Ruci di Jalan Bypass Ngurah Rai. Genangan air yang tinggi di kawasan ini melumpuhkan arus lalu lintas dari dan menuju Kuta, Bandara Ngurah Rai, hingga kawasan Nusa Dua.
Baca juga: Awas Korsleting! Begini Cara Tangani Perangkat Elektronik yang Terendam Banjir
Genangan air cukup tinggi ini membuat banyak pengendara terpaksa memutar balik dan mencari jalur alternatif agar bisa melanjutkan perjalanan. Efeknya, kawasan wisata di sekitar Kuta dan Nusa Dua pun terkena imbasnya.
Banjir juga merendam kawasan wisata di Denpasar. Tinggi air rata-rata diketahui mencapai paha orang dewasa, bahkan di titik rendah dilaporkan bisa setinggi pinggang. Hal ini tentu membuat sejumlah jalan utama di kawasan padat Wisatawan ini tak dapat dilalui kendaraan.
Situasi tak jauh berbeda terjadi di wilayah Denpasar lain, termasuk Pasar Badung. Salah satu aliran sungai di sana, yakni Tukad Badung, dilaporkan juga meluap akibat curah hujan tinggi. Hal ini mengakibatkan sejumlah bangunan seperti hotel serta ruko ikut kebanjiran.
Swmwntara itu, Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan melalui akun Instagram resminya juga menyebutkan ada delapan titik banjir di wilayah tersebut. Beberapa di antaranya terjadi di Perumahan Nakula, Perumahan Panorama Desa Sanggulan, Kecamatan Kediri, hingga di kawasan wisata Kedungu Village By Hello Summer di Jalan Pantai Kedungu.
Banjir juga dilaporkan melanda Kecamatan Sukawati di Kabupaten Gianyar. Genangan air merendam pemukiman warga serta jalanan, membuat akses transportasi menjadi terganggu. Kegiatan pariwisata di wilayah tersebut pun juga tak bisa berjalan seperti biasanya. Tak sedikit wisatawan yang dievakuasi.
Situasi serupa terjadi di Kabupaten Jembrana. Sejumlah wilayah di daerah ini terendam, termasuk di jalur utama Jalan Denpasar–Gilimanuk sepanjang dua kilometer. Lalu lintas di jalur tersebut lumpuh total karena kendaraan dari dua arah tidak bisa melintas.
Sementatara itu, BMKG Bali hingga hari ini masih mengeluarkan peringatan dini cuaca. Mereka memprediksikan potensi hujan sedang hingga lebat masih akan berlangsung di beberapa kabupaten di Bali. Daerah yang masuk daftar peringatan mencakup Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung, Bangli, Karangasem, Buleleng, hingga seluruh wilayah Kota Denpasar.
BMKG juga menyebutkan hujan lebat berpotensi meluas ke sejumlah kecamatan lainnya, termasuk Nusa Penida, Ubud, Kuta, Mengwi, hingga Tejakula. Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 18.00 WITA.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Curah hujan tinggi di Bali dimulai sejak Selasa (9/9/2025) malam. Dampak cukup parah akibat hujan tinggi terjadi di underpass Simpang Dewa Ruci di Jalan Bypass Ngurah Rai. Genangan air yang tinggi di kawasan ini melumpuhkan arus lalu lintas dari dan menuju Kuta, Bandara Ngurah Rai, hingga kawasan Nusa Dua.
Baca juga: Awas Korsleting! Begini Cara Tangani Perangkat Elektronik yang Terendam Banjir
Genangan air cukup tinggi ini membuat banyak pengendara terpaksa memutar balik dan mencari jalur alternatif agar bisa melanjutkan perjalanan. Efeknya, kawasan wisata di sekitar Kuta dan Nusa Dua pun terkena imbasnya.
Banjir juga merendam kawasan wisata di Denpasar. Tinggi air rata-rata diketahui mencapai paha orang dewasa, bahkan di titik rendah dilaporkan bisa setinggi pinggang. Hal ini tentu membuat sejumlah jalan utama di kawasan padat Wisatawan ini tak dapat dilalui kendaraan.
Situasi tak jauh berbeda terjadi di wilayah Denpasar lain, termasuk Pasar Badung. Salah satu aliran sungai di sana, yakni Tukad Badung, dilaporkan juga meluap akibat curah hujan tinggi. Hal ini mengakibatkan sejumlah bangunan seperti hotel serta ruko ikut kebanjiran.
Swmwntara itu, Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan melalui akun Instagram resminya juga menyebutkan ada delapan titik banjir di wilayah tersebut. Beberapa di antaranya terjadi di Perumahan Nakula, Perumahan Panorama Desa Sanggulan, Kecamatan Kediri, hingga di kawasan wisata Kedungu Village By Hello Summer di Jalan Pantai Kedungu.
Banjir juga dilaporkan melanda Kecamatan Sukawati di Kabupaten Gianyar. Genangan air merendam pemukiman warga serta jalanan, membuat akses transportasi menjadi terganggu. Kegiatan pariwisata di wilayah tersebut pun juga tak bisa berjalan seperti biasanya. Tak sedikit wisatawan yang dievakuasi.
Situasi serupa terjadi di Kabupaten Jembrana. Sejumlah wilayah di daerah ini terendam, termasuk di jalur utama Jalan Denpasar–Gilimanuk sepanjang dua kilometer. Lalu lintas di jalur tersebut lumpuh total karena kendaraan dari dua arah tidak bisa melintas.
Sementatara itu, BMKG Bali hingga hari ini masih mengeluarkan peringatan dini cuaca. Mereka memprediksikan potensi hujan sedang hingga lebat masih akan berlangsung di beberapa kabupaten di Bali. Daerah yang masuk daftar peringatan mencakup Jembrana, Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung, Bangli, Karangasem, Buleleng, hingga seluruh wilayah Kota Denpasar.
BMKG juga menyebutkan hujan lebat berpotensi meluas ke sejumlah kecamatan lainnya, termasuk Nusa Penida, Ubud, Kuta, Mengwi, hingga Tejakula. Kondisi cuaca ekstrem ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 18.00 WITA.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.