6 Cara Merawat Kelinci yang Mudah dan Menyenangkan, Pahami Perilaku Hewan Peliharaan
08 September 2025 |
14:30 WIB
Kelinci sudah lama menjadi hewan peliharaan favorit. Sifatnya yang lembut, lucu, gerakannya yang lincah menggemaskan, dan relatif mudah dipelihara membuat banyak orang jatuh hati pada kelinci. Akan tetapi, beberapa orang kerap melupakan hal penting sebelum memutuskan memelihara hewan ini, yaitu memahami tingkah laku mereka.
Perilaku kelinci bukan hanya berupa gerakan tanpa arti, melainkan bahasa tubuh yang menyampaikan emosi, kebutuhan, bahkan kesehatan mereka. Dengan mengenali bahasa tubuh ini, pemilik bisa lebih peka dalam memberikan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan kelinci.
Dikutip dari Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA), berikut adalah beberapa cara merawat yang tepat sesuai dengan perilaku kelinci.
Baca juga: 7 Hewan yang Ramah pada Manusia, Ada Masbro Kapibara
Kelinci sering kali terlihat untuk mencoba menggali karpet, sofa, atau bahkan lantai kandang. Hal tersebut adalah bagian dari insting alaminya. Solusi untuk menghindari kelinci melakukan hal itu adalah memberikan media alternatif seperti kotak berisi pasir, tanah, atau rumput kering. Dengan begitu, kelinci tetap bisa melampiaskan nalurinya tanpa merusak perabot rumah.
Salah satu tingkah laku yang dapat menghibur bagi pemilik kelinci adalah ketika hewan ini tiba-tiba melompat tinggi dengan gerakan memutar atau berlari kencang mengelilingi ruangan. Perilaku ini disebut binkying (lompatan) dan zoomies (lari cepat).
Menurut RSPCA, ini adalah tanda kelinci merasa bahagia, penuh energi, dan nyaman dengan lingkungannya. Jika kelinci sering menunjukkan perilaku tersebut, itu merupakan pertanda baik, bahwa kelinci sehat dan menikmati hidupnya. Pemilik bisa mendukung perilaku dengan menyediakan ruang gerak yang luas, baik di dalam maupun di luar rumah.
Perilaku ini disebut chinning dan merupakan cara alami kelinci menunjukkan rasa memiliki terhadap sesuatu. Jika perilaku itu dilakukan pada manusia, artinya kelinci sedang mengekspresikan rasa nyaman sekaligus menganggap orang tersebut sebagai bagian dari lingkungannya.
Hal yang menarik, ketika kelinci menjilat tangan atau pakaian manusia, hal itu merupakan tanda kepercayaan dan kasih sayang. Banyak yang menyebut momen ini sebagai ciuman kelinci. Jadi, jangan heran jika suatu saat kelinci tiba-tiba memberikan jilatan lembut sebagai bentuk kedekatan.
Ketika kelinci sudah berani beristirahat dengan posisi terbuka seperti ini, hal tersebut menandakan adanya rasa percaya terhadap lingkungannya. Untuk mendukung kebiasaan tersebut, penting menjaga tempat istirahat tetap bersih, sejuk, dan jauh dari kebisingan berlebihan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebaiknya disediakan jerami, kayu kunyah khusus, atau mainan berbahan aman. Selain bermanfaat menjaga kesehatan gigi, aktivitas menggigit juga membantu mengurangi stres pada kelinci.
Baca juga: 4 Manfaat Asuransi Hewan Peliharaan untuk Pemilik Anabul
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Perilaku kelinci bukan hanya berupa gerakan tanpa arti, melainkan bahasa tubuh yang menyampaikan emosi, kebutuhan, bahkan kesehatan mereka. Dengan mengenali bahasa tubuh ini, pemilik bisa lebih peka dalam memberikan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan kelinci.
Dikutip dari Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA), berikut adalah beberapa cara merawat yang tepat sesuai dengan perilaku kelinci.
Baca juga: 7 Hewan yang Ramah pada Manusia, Ada Masbro Kapibara
1. Sediakan media menggali
Naluri menggali melekat kuat pada diri kelinci. Di alam liar, perilaku ini digunakan untuk membuat liang sebagai tempat tinggal, tempat melahirkan, hingga tempat berlindung dari predator. Meski kelinci dipelihara di rumah, kelinci tetap menunjukkan kebiasaan ini sebagai kebiasaan alaminya.Kelinci sering kali terlihat untuk mencoba menggali karpet, sofa, atau bahkan lantai kandang. Hal tersebut adalah bagian dari insting alaminya. Solusi untuk menghindari kelinci melakukan hal itu adalah memberikan media alternatif seperti kotak berisi pasir, tanah, atau rumput kering. Dengan begitu, kelinci tetap bisa melampiaskan nalurinya tanpa merusak perabot rumah.
2. Berikan ruang gerak yang luas
Salah satu tingkah laku yang dapat menghibur bagi pemilik kelinci adalah ketika hewan ini tiba-tiba melompat tinggi dengan gerakan memutar atau berlari kencang mengelilingi ruangan. Perilaku ini disebut binkying (lompatan) dan zoomies (lari cepat).Menurut RSPCA, ini adalah tanda kelinci merasa bahagia, penuh energi, dan nyaman dengan lingkungannya. Jika kelinci sering menunjukkan perilaku tersebut, itu merupakan pertanda baik, bahwa kelinci sehat dan menikmati hidupnya. Pemilik bisa mendukung perilaku dengan menyediakan ruang gerak yang luas, baik di dalam maupun di luar rumah.
3. Hormati kebiasaan menandai wilayah
Di bawah dagu kelinci terdapat kelenjar khusus yang menghasilkan bau tidak tercium oleh manusia. Saat kelinci menggosokkan dagunya ke mainan, kandang, atau bahkan tangan pemilik tandanya kelinci tersebut sebenarnya sedang menandai wilayah.Perilaku ini disebut chinning dan merupakan cara alami kelinci menunjukkan rasa memiliki terhadap sesuatu. Jika perilaku itu dilakukan pada manusia, artinya kelinci sedang mengekspresikan rasa nyaman sekaligus menganggap orang tersebut sebagai bagian dari lingkungannya.
4. Perhatikan kebersihan dan ikatan sosial
Kelinci termasuk hewan yang sangat bersih. Mereka sering menjilat bulu dan tubuhnya sendiri untuk menjaga kebersihan. Jika hidup berpasangan, kelinci juga kerap saling menjilat, yang tidak hanya berfungsi untuk membersihkan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial.Hal yang menarik, ketika kelinci menjilat tangan atau pakaian manusia, hal itu merupakan tanda kepercayaan dan kasih sayang. Banyak yang menyebut momen ini sebagai ciuman kelinci. Jadi, jangan heran jika suatu saat kelinci tiba-tiba memberikan jilatan lembut sebagai bentuk kedekatan.
5. Ciptakan tempat istirahat yang nyaman
Tingkah laku lain yang sering terlihat adalah saat kelinci duduk santai dengan kaki terjulur ke samping atau ke belakang. Bahkan, ada kalanya kelinci benar-benar berbaring telentang. Posisi ini menunjukkan bahwa kelinci merasa aman, rileks, dan tidak terancam.Ketika kelinci sudah berani beristirahat dengan posisi terbuka seperti ini, hal tersebut menandakan adanya rasa percaya terhadap lingkungannya. Untuk mendukung kebiasaan tersebut, penting menjaga tempat istirahat tetap bersih, sejuk, dan jauh dari kebisingan berlebihan.
6. Sediakan bahan kunyah yang aman
Gigi kelinci terus tumbuh sepanjang hidup, sehingga muncul naluri alami untuk menggigit dan mengunyah. Jika kebutuhan ini tidak tersalurkan, kelinci bisa merusak kabel listrik, perabot kayu, atau barang-barang rumah tangga lainnya.Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebaiknya disediakan jerami, kayu kunyah khusus, atau mainan berbahan aman. Selain bermanfaat menjaga kesehatan gigi, aktivitas menggigit juga membantu mengurangi stres pada kelinci.
Baca juga: 4 Manfaat Asuransi Hewan Peliharaan untuk Pemilik Anabul
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.