Ilustrasi vaksin (Sumber gambar: Freepik)

Ilmuwan Rusia Umumkan Vaksin Kanker, Mampu Perkecil Ukuran Tumor

08 September 2025   |   14:00 WIB
Image
Tiffany Syabillah Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Rusia mengumumkan pencapaian penting dalam bidang medis pada Eastern Economic Forum (EEF) yang diselenggarakan di Vladivostok, 3–6 September 2025. Dilansir dari kantor berita Rusia TASS, Kepala Federal Medical and Biological Agency (FMBA) Veronika Skvortsova menyampaikan bahwa tim peneliti telah menyelesaikan uji preklinis vaksin kanker baru yang menunjukkan hasil awal sangat menjanjikan.

Menurut Skvortsova, penelitian intensif terkait pengembangan vaksin ini telah berlangsung beberapa tahun terakhir. Dalam tiga tahun terakhir, fokus diarahkan untuk memastikan vaksin memenuhi syarat keamanan dan efektivitas pada tahap uji preklinis.

“Kami berhasil melewati tahap yang sangat penting dalam proses pengembangan vaksin kanker. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa vaksin ini aman, bahkan jika diberikan berulang kali, serta memiliki efektivitas yang tinggi,” ujarnya di forum tersebut.

Baca Juga: Wasapadai Gejala Kanker Sarkoma yang Agresif dan Menyerang Generasi Muda

Data awal yang disampaikan FMBA menunjukkan bahwa vaksin ini mampu mengurangi ukuran tumor dan memperlambat perkembangan kanker secara signifikan. Tingkat efektivitas yang tercatat berada di kisaran 60% hingga 80%, tergantung pada jenis dan karakteristik penyakit pasien. Selain itu, vaksin juga disebut dapat meningkatkan harapan hidup pasien secara berarti dibandingkan mereka yang tidak menerima vaksin.

Fokus utama dari vaksin yang dikembangkan FMBA saat ini adalah kanker kolorektal, salah satu jenis kanker yang memiliki angka kejadian tinggi secara global. Kanker kolorektal merupakan jenis kanker yang berkembang di usus besar (kolon) atau di bagian paling bawah usus besar yang berhubungan dengan anus (rektum).

Kanker kolorektal sering dikaitkan dengan kebiasaan makan dan pola hidup seseorang. Umumnya, penyakit ini berawal dari polip usus yang bersifat prakanker, yaitu jaringan abnormal yang tumbuh di lapisan dalam kolon atau rektum. Risiko menjadi kanker kolorektal biasanya lebih tinggi pada polip yang berukuran besar atau jumlahnya banyak.

Namun, penelitian juga menunjukkan hasil positif dalam pengembangan vaksin untuk beberapa jenis kanker lain, termasuk glioblastoma, salah satu kanker otak paling agresif, serta berbagai bentuk melanoma, termasuk melanoma mata. Beberapa di antaranya kini berada pada tahap pengembangan lanjutan dan berpotensi masuk ke tahap uji klinis setelah melalui persetujuan resmi.

Meski hasil awal yang disampaikan sangat menjanjikan, vaksin kanker ini belum dapat digunakan secara luas. Seperti lazimnya proses pengembangan obat dan vaksin, langkah berikutnya adalah mendapatkan persetujuan dari otoritas regulator untuk memulai uji klinis pada manusia. Proses tersebut biasanya melibatkan serangkaian tahap yang ketat guna memastikan keamanan, dosis, dan efektivitas vaksin di berbagai kelompok pasien.

Jika pengembangan vaksin kanker ini terus menunjukkan hasil positif hingga tahap klinis dan akhirnya disetujui untuk penggunaan medis, pencapaian ini dapat menjadi salah satu terobosan terbesar dalam penanganan kanker secara global.

Baca Juga: Bahaya Limbah B3 Dapat Memicu Pneumonia hingga Kanker

SEBELUMNYA

Cek Jadwal & Link Streaming Timnas Indonesia vs Lebanon di FIFA Matchday 8 September

BERIKUTNYA

6 Cara Merawat Kelinci yang Mudah dan Menyenangkan, Pahami Perilaku Hewan Peliharaan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga