Literasi penting dan merupakan hak asasi manusia yang fundamental bagi individu (Sumber gambar/ilustrasi: Pexels/ Rahul Shah)

Tema Hari Literasi Internasional 2025, Diperingati Setiap 8 September

08 September 2025   |   07:03 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Dunia merayakan Hari Literasi Internasional atau International Literacy Day setiap 8 September. Setiap tahunnya, perayaan ini mengusung tema yang berbeda untuk menyoroti isu-isu penting terkait literasi. Pada 2025, tema yang diangkat oleh lembaga PBB ini adalah Mempromosikan Literasi pada Era Digital.

Dikutip dari laman Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), alasan pemilihan tema tersebut adalah karena digitalisasi telah masuk ke dalam setiap sendi kehidupan masyarakat. Digitalisasi telah mengubah banyak hal, termasuk cara belajar, hidup, bekerja, dan bersosialisasi, baik positif maupun negatif.

Seperti dua sisi mata uang, perangkat digital dapat memperluas kesempatan belajar, terutama bagi kelompok-kelompok marginal. Hal ini penting bagi sekitar 739 juta anak muda dan orang dewasa yang masih belum memiliki keterampilan literasi dasar.

Baca juga: Pesta Literasi Indonesia Perdana Digelar di 12 Kota Sepanjang September 2025 

Di sisi lain, pergeseran menuju dunia digital juga membawa risiko marginalisasi ganda. Artinya, kelompok marginal itu tidak hanya tertinggal dalam pembelajaran literasi tradisional, tetapi juga terpinggirkan dari manfaat yang ditawarkan era digital. 

Selain itu, UNESCO juga mengungkapkan bahwa digitalisasi memunculkan berbagai kekhawatiran lain, seperti masalah privasi, pengawasan digital, bias yang semakin menguat, isu etika, risiko konsumsi pasif, hingga dampak lingkungan.

Organisasi itu menekankan, literasi adalah kunci untuk membuat transformasi ini inklusif, relevan, dan bermakna. Jadi, literasi pada era digital memungkinkan masyarakat untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, menciptakan, mengomunikasikan, dan berinteraksi dengan konten digital dengan aman dan tepat. 

Literasi juga berperan penting dalam menumbuhkan pemikiran kritis, memilah informasi yang kredibel, dan menavigasi lingkungan informasi yang kompleks. 
 

Sejarah & Tujuan Hari Literasi Internasional 

Hari Literasi Internasional dirayakan setiap 8 September. Peringatan ini diproklamasikan oleh UNESCO pada 1966 dan didukung oleh resolusi Economic and Social Council No. 1276 (LIII). 

Perayaan ini untuk mengingatkan semua pihak, dari pembuat kebijakan, praktisi, dan masyarakat tentang betapa penting literasi dalam menciptakan masyarakat yang lebih terpelajar, adil, damai, dan berkelanjutan.

Literasi merupakan hak asasi manusia yang mendasar bagi semua orang. Dengan literasi, seseorang dapat membuka peluang untuk meraih hak-hak lainnya, mendapatkan kebebasan yang lebih luas, dan menjadi bagian dari warga dunia yang aktif.

Kemampuan literasi juga menjadi landasan penting untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang dibutuhkan dalam membangun budaya perdamaian.

Budaya ini didasari oleh prinsip kesetaraan, non-diskriminasi, supremasi hukum, solidaritas, keadilan, keberagaman, dan toleransi. Manusia juga dapat membangun hubungan yang harmonis dengan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan dengan literasi.

Pada 2024, UNESCO memperkirakan 739 juta remaja dan orang dewasa di seluruh dunia belum memiliki keterampilan literasi dasar. Tidak hanya itu, 4 dari 10 anak juga belum mencapai kemampuan membaca minimum. Pada 2023, ada 272 juta anak dan remaja putus sekolah di dunia.

Baca juga: Toko Buku Makarya dari Gramedia Hadirkan Ruang Aman & Nyaman Para Pencinta Literasi 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

Wisata Open Trip Makin Diminati, Ini Destinasi Favorit & Gambaran Biayanya

BERIKUTNYA

King Nassar Guncang Panggung Pestapora 2025, Tampil Energik dan Totalitas

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga