Toko Buku Makarya dari Gramedia Hadirkan Ruang Aman & Nyaman Para Pencinta Literasi
11 February 2025 |
17:27 WIB
Penerbit Gramedia resmi menghadirkan Makarya di Gramedia Matraman, Jakarta Timur, hari ini, Selasa (11/2/2025). Kehadiran toko buku tersebut bertujuan untuk menghadirkan ruang aman dan nyaman bagi para pencinta literasi untuk menunaikan ibadah membaca.
Immaculata Adhista, staf Business Development Group Penerbitan Gramedia, mengatakan bahwa untuk tetap sesuai dengan perkembangan zaman, manajemen mendengarkan keinginan para pelanggan. “Pastinya, ini proyek yang merespons apa yang sedang dicari oleh pelanggan Gramedia,” katanya di Jakarta.
Baca juga: Begini Cara Gramedia Mempertahankan Eksistensi di Industri Penerbitan
Dia menuturkan bahwa banyak pelanggan Gramedia yang menyampaikan keinginan memiliki ruang aman dan ruang untuk bertumbuh. Selain itu, toko buku seperti Makarya merupakan konsep yang sedang tren di ranah global.
Dengan begitu, manajemen merasa perlu merespons apa yang dicari para pembaca buku atau siapa saja yang membutuhkan ruang tersebut. Dia menambahkan, Makarya juga akan menjadi peluang bagi Gramedia dengan masih banyak orang yang mencari ruang aman dan nyaman.
Pada kesempatan yang sama, Operations Strategis Makarya Tomi Wibisono mengatakan bahwa produk utama Makarya bukan buku, tetapi browsing experience. Di tempat ini, ada sentuhan-sentuhan personal yang dapat dinikmati oleh para pengunjung, sehingga tidak melulu buku-buku best seller atau buku baru.
Dengan begitu, ada cerita yang tersaji setiap bulan kepada para pengunjung. Sebagai contoh, saat ini, tema yang diusung adalah tentang toko buku. “Jadi, kami mengumpulkan buku-buku tentang toko buku. Kenapa mengumpulkan itu? Itu juga karena tren dunia mengarah ke situ. Toko buku pasca pandemi mulai bangkit lagi,” katanya.
Selain itu, hal terpenting lainnya tentang Makarya adalah para pengunjung dapat membaca buku yang tersedia. Tak berhenti sampai di situ, tempat ini akan menyajikan berbagai macam kegiatan yang juga melintasi disiplin seni lain.
Kegiatan-kegiatan tersebut misalnya diskusi bersama penulis, pameran seni, musik, dan sebagainya. Program yang akan hadir dalam Makarya rencanaya diadakan setiap pekan untuk memeriahkan suasana, sekaligus mendorong semangat literasi masyarakat.
Tomi mengungkapkan, penggunaan nama Makarya terhadap toko ini memiliki alasan tertentu. Menurutnya, kata "makarya" memiliki arti bekerja atau membuat karya, sehingga semangat itu ingin diterapkan di toko buku ini. “Bahwa toko buku itu juga bagian dari membuat karya,” ujarnya.
Baca juga: Menilik Sejarah Gramedia, Penerbit & Toko Buku yang Eksis selama Lima Dekade
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Syaiful Millah
Immaculata Adhista, staf Business Development Group Penerbitan Gramedia, mengatakan bahwa untuk tetap sesuai dengan perkembangan zaman, manajemen mendengarkan keinginan para pelanggan. “Pastinya, ini proyek yang merespons apa yang sedang dicari oleh pelanggan Gramedia,” katanya di Jakarta.
Baca juga: Begini Cara Gramedia Mempertahankan Eksistensi di Industri Penerbitan

Tomi Wibisono bersama CEO Kompas Gramedia Lilik Oetomo (Sumber gambar: Hypeabis.id/ Nadhif Alwan Kamil)
Dengan begitu, manajemen merasa perlu merespons apa yang dicari para pembaca buku atau siapa saja yang membutuhkan ruang tersebut. Dia menambahkan, Makarya juga akan menjadi peluang bagi Gramedia dengan masih banyak orang yang mencari ruang aman dan nyaman.
Pada kesempatan yang sama, Operations Strategis Makarya Tomi Wibisono mengatakan bahwa produk utama Makarya bukan buku, tetapi browsing experience. Di tempat ini, ada sentuhan-sentuhan personal yang dapat dinikmati oleh para pengunjung, sehingga tidak melulu buku-buku best seller atau buku baru.

Diskusi pembukaan Makarya di Gramedia Matraman, Jakarta (Sumber gambar: Hypeabis.id/ Nadhif Alwan Kamil)
Selain itu, hal terpenting lainnya tentang Makarya adalah para pengunjung dapat membaca buku yang tersedia. Tak berhenti sampai di situ, tempat ini akan menyajikan berbagai macam kegiatan yang juga melintasi disiplin seni lain.
Kegiatan-kegiatan tersebut misalnya diskusi bersama penulis, pameran seni, musik, dan sebagainya. Program yang akan hadir dalam Makarya rencanaya diadakan setiap pekan untuk memeriahkan suasana, sekaligus mendorong semangat literasi masyarakat.
Tomi mengungkapkan, penggunaan nama Makarya terhadap toko ini memiliki alasan tertentu. Menurutnya, kata "makarya" memiliki arti bekerja atau membuat karya, sehingga semangat itu ingin diterapkan di toko buku ini. “Bahwa toko buku itu juga bagian dari membuat karya,” ujarnya.
Baca juga: Menilik Sejarah Gramedia, Penerbit & Toko Buku yang Eksis selama Lima Dekade
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor: Syaiful Millah
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.