Pengunjung Art Jakarta 2022 mengamati karya dari Dedy Sufriadi berjudul Membangun Literasi Indonesia Baru yang di pamerkan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (26/8). (sumber gambar: Hypeabis.id/Suselo Jati)

Angkat Literasi, Dedy Sufriadi Tampilkan Instalasi dari 16.000 Buku di Art Jakarta 2022

26 August 2022   |   20:29 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Gelaran Art Jakarta 2022 yang resmi dibuka Jumat 26 Agustus 2022 disambut meriah. Para pengunjung memadati area pameran di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, untuk menikmati berbagai koleksi karya seni yang dipamerkan dari 62 galeri lokal dan internasional yang berpartisipasi.

Dari sekian karya seni rupa yang ada, satu seni instalasi mencuri perhatian berjudul Membangun Literasi Indonesia Baru karya seniman Dedy Sufriadi. Seni instalasi ini berbentuk semacam bilik yang terbuat dari ribuan buku yang tersusun menjadi satu dalam dimensi 260x300x300 cm.

Baca juga: Art Jakarta 2022 Digelar, Begini Cara Beli Tiket & Tata Tertibnya

Instalasi Membangun Literasi Indonesia Baru dibangun dari kurang lebih 16.000 buku fisik yang disusun kemudian ditempel menggunakan semen, sehingga membentuk dinding buku yang melingkar.

Judul-judul yang disertakan dalam instalasi ini mewakili buku-buku yang pernah dibaca Dedy secara pribadi. Karyanya ini juga sekaligus menjadi penyataan bahwa buku fisik hari ini, meskipun masih dibeli dalam jumlah besar, sering menjadi 'monumen' di rumah, seringkali tidak dibaca dan tersimpan di lemari dan rak. Fenomena ini dinilai terjadi bukan hanya di Indonesia, tetapi dapat ditemukan di seluruh dunia.
 

Karya Dedy Sufriadi berjudul Membangun Literasi Indonesia Baru. (Hypeabis.id/Suselo Jati)

Karya Dedy Sufriadi berjudul Membangun Literasi Indonesia Baru. (Hypeabis.id/Suselo Jati)


Pentingnya Literasi

Membangun Literasi Indonesia Baru merupakan pernyataan Dedy Sufriadi selaku seniman, akan pentingnya literasi di Indonesia yang tertinggal dari banyak negara di dunia.

Melalui karyanya, Dedy berpendapat bahwa kemajuan suatu negara tidak boleh hanya diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur saja, tetapi yang tak kalah pentingnya adalah pembangunan literasi, yang merupakan bagian penting dalam lingkup pembangunan sumber daya manusia yang lebih luas.

Selain itu, Dedy juga menyinggung tentang perubahan cara penyampaian informasi, pergeseran mode konsumsi sastra, dari analog ke digital.

Dia juga melihat adanya pergeseran dalam cara mengonsumsi dan menyerap informasi. Khususnya dalam hal berita, pemahaman dan penyerapan sesuatu yang aktual menjadi dangkal. Dengan kata lain, pembaca cenderung tidak perlu mencari tahu lebih lanjut pada era hiper digitalisasi seperti sekarang ini. 

Informasi tidak lagi diperiksa faktanya secara ketat, diformat untuk dicetak, dan diproduksi menggunakan cara analog. Sebaliknya, pembuatan dan distribusi konten dibuat dengan instan,  bukan lagi apa yang akurat dan benar, tetapi seberapa cepat informasi dapat ditransmisikan. 

Melalui instalasi Membangun Literasi Indonesia Baru, Dedy mencoba menyampaikan harapannya bahwa peningkatan literasi harus dilandasi dengan konsumsi infomasi yang lebih cerdas, kecermatan tentang apa yang faktual dan apa yang fiksi. Meski dalam dunia literasi digital, harapan itu mungkin lebih sulit diwujudkan daripada yang terlihat.

Baca juga: Yuk Simak Sejarah Art Jakarta yang Digelar Lagi Tahun Ini

Dedy Sufriadi adalah seorang seniman abstrak yang produktif yang karyanya mencakup banyak kumpulan gaya visual. Lulusan magister seni dari Institut Seni Indonesia Yogyakarta ini adalah seorang pembaca buku yang menggeluti filsafat eksistensial, subjek yang sangat memengaruhi usaha artistiknya.

Karena kecintaannya pada membaca, tidak heran jika teks menjadi elemen yang sangat penting dalam karya seninya. Dedy juga mencatat sifat teks yang ada di mana-mana, sebagai sarana untuk menyampaikan informasi, mengutip fakta yang sering diabaikan, dalam berbagai bentuk dan media penyajiannya, hampir setiap saat.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Art Jakarta 2022: Seniman Heri Dono Sebut Sudah Waktunya Karya Seniman Keluar dari Studio

BERIKUTNYA

Karya Lukisan Medium Bulat Heri Dono Gambarkan tentang Kehidupan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: