Grup Musik The Adams dan FSTVLST bernyanyi bersama dengan para penonton usai batal tampil pada hari kedua Pesta Pora 2025 di Jakarta, Sabtu (6/9/2025). (Sumber foto: hypeabis.id//Eusebio Chrysnamurti)

Konser The Adams x FSTVLST di Pestapora 2025 Berubah Jadi Mimbar Rakyat

07 September 2025   |   00:23 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Band The Adams dan FSTVLST sedianya dijadwalkan tampil pukul 18.50 WIB - 20.15 WIB di panggung Boss Stage pada hari kedua Pestapora 2025. Namun, alih-alih tampil menyanyi, kedua band ini memilih untuk mematikan lampu panggung. Mereka lantas turun dari panggung dan berjalan ke arah tengah penonton agar bisa berdiri sejajar.

Di tengah kerumunan, Farid Stevi, vokalis FSTVLST, meminta penonton untuk duduk melingkar. Farid mengatakan FSTVLST dan The Adams telah sepakat tidak akan tampil di atas panggung. Mereka ingin menjadikan konsernya menjadi mimbar rakyat.

"Di jam ini, sudah waktunya The Adams dan FSTVLST berpentas. Tapi, kita semua tahu kita ada di sebuah kejadian luar biasa hari ini. Kami memutuskan tidak di atas panggung. Kami memutuskan di tengah kalian. Mungkin, ini bukan keputusan yang terbaik, tapi kami merujuk kepada orang-orang yang telah membeli tiket dan mungkin salah satunya ingin menonton kami," ungkap Farid.

Baca Juga: Pestapora Meminta Maaf Atas Polemik Sponsor Perusahaan Tambang

Farid mengatakan biasanya di dalam konser, komunikasi selalu satu arah dari penampil ke penonton. Namun, dirinya ingin pentas ini jadi ruang sebaliknya. Di pertunjukannya, semua orang akan berhak bersuara dan menyuarakan apa pun yang menjadi keresahannya.

Rocker asal Gunung Kidul ini menyebut sudah sejak dini hari, dirinya, The Adams, dan banyak musisi lain bergulat dengan masalah adanya sponsor perusahaan tambang Freeport di Pestapora. Diskusi intens turut terjadi di Ear House bersama banyak musisi lain untuk mendesak Pestapora memutus kontrak sponsor.

Akhirnya, desakan itu mendapat tanggapan dari Pestapora. Pihaknya pun mengapresiasi keputusan tersebut. Dirinya menyadari keputusan memutus kontrak di tengah pelaksanaan tentu butuh perjuangan berat, bukan hanya denda, bahkan bisa jadi pidana.

"Dalam beberapa jam terakhir. Kita tahu, ada yang memutuskan walk out, ada yang telah tampil dan tanpa ada konsen atas hal ini, lalu ada pula teman teman musisi yang tetap tampil hari kedua dengan berbagai pertimbangan. Semua keputusan itu harus kita hargai. Kita harus fokus, jangan sampai isu ini justru membuat konflik horizontal baru," tegasnya.

Farid menutup pidatonya dengan mengajak penonton untuk berkirim doa kepada kawan-kawan di Papua. Dia menyebut kita ikut berdosa membuat ini terjadi, sudah berdosa, dan makin tambah berdosa. 

Sementara itu, Alee dari The Adams mengatakan bahwa sedari awal dirinya menyadari bahwa dengan audiens yang besar, Pestapora merupakan pentas untuk bersuara. Oleh karena itu, dirinya pun ingin mengambil momen ini untuk bersuara.

Meski masih memakai ruang Pestapora, Alee menyebut dirinya telah mengembalikan kewajiban administratif kepada pihak festival. Kalau pun nanti ada penalti, dirinya akan menanggung penuh kewajiban tersebut.

"Sekali lagi, jangan ada geng sono geng sini. Jangan sampai akhirnya apa yang di luar sana lagi diperjuangkan, justru teralih isu," tuturnya.

 

Grup Musik The Adams dan FSTVLST bernyanyi bersama dengan para penonton usai batal tampil pada hari kedua Pesta Pora 2025 di Jakarta, Sabtu (6/9/2025). (Sumber gambar: Hypeabis.id/Eusebio Chrysnamurti)

Grup Musik The Adams dan FSTVLST bernyanyi bersama dengan para penonton usai batal tampil pada hari kedua Pesta Pora 2025 di Jakarta, Sabtu (6/9/2025). (Sumber gambar: Hypeabis.id/Eusebio Chrysnamurti)


Alee juga menyebutkan salah satu alasannya tetap ada di Pestapora, meski terjadi situasi ini ialah karena nasehat istrinya. Sang istri memintanya untuk kalau bisa, dirinya tetap manggung. 

Sebab, pilihan manggung tidak itu ada di penampil. Sedangkan bagi penonton, yang mungkin sudah membeli tiket, tak punya hak apa pun dan akan menjadi korban.

"Banyak orang yang udah beli tiket demi lu, banyak booth yang jualan. Sekarang, bayangin kalau situasi itu terjadi di gue," katanya, menirukan istrinya.

Sementara itu, Kunto Aji, juga turut ke dalam mimbar rakyat ini. Dia menyatakan bahwa dirinya ingin datang ke sini karena ingin turut  memberi suara dan juga mendengar suara.

Kunto mengatakan dirinya mendengar kabar genting ini sesaat sebelum tidur. Hal itu membuatnya memikirkan kehadirannya di Pestapora sepanjang malam. Dia tak membayangkan para musisi lain yang mungkin, baru mendengar setelah bangun tidur dan mesti meresponsnya dengan cepat.

"Di panggung saya tadi siang, saya juga sudah menyatakan suara saya, juga memberikan kesempatan Musc Declarea untuk mengangkat isu iklim di sini. Saya juga memutuskan menyalurkan fee saya untuk iklim," imbuhnya.

Dalam panggung rakyat ini, Dochi dari Pee Wee Gaskin juga turut bersuara. Kemudian, beberapa band lain juga turut menyuarakan pendapat. Di sisi lain, FSTVLST dan The Adams juga beberapa kali menyerahkan mikrofon kepada para penonton.

Beberapa penonton pun maju ke area tengah. Mereka kompak menyatakan rasa kecewa. Sebab, festival dan musik adalah satu-satunya yang tersisa untuk bahagia di kondisi yang berkecamuk dalam beberapa waktu terakhir, tetapi kini justru jadi hal mengecewakan lagi. Padahal, tak sedikit yang datang dari jauh, termasuk dari luar negeri.

Di antara mimbar rakyat, hadir pula Festival Director Pestapora Kiki Ucup. Kata pertama yang terucap darinya adalah permintaan maaf. Dia mengakui kesalahan dan kelalaian yang terjadi dan membuat situasi kini tak nyaman bagi banyak orang.

"Tapi langkah cepat langsung kami lakukan. Kami memutus kontrak dan saya pastikan Pestapora tidak menerima sepersen pun aliran dana," tegasnya.

Menurutnya, ini adalah satu pelajaran yang sangat berharga. Dirinya pun meminta maaf kepada semua pihak, termasuk penonton yang terdampak karena mungkin tidak bisa menonton penampil idolanya di festival ini.

Mimbar rakyat kemudian ditutup dengan empat lagu, dari Masa-masa, Menantang Rasi Bintang, Timur!, dan Tanah Indah untuk yang Terabaikan. Panggung ditutup dengan pengumuman bahwa hari ini akan menjadi kali terakhir konsep FSTVLST X The Adams terjadi di Jakarta. Setelahnya, dua band bersaudara itu tak akan manggung lagi di kota ini dalam entitas tersebut.

Baca Juga: (Update Berkala) Daftar Musisi yang Batal Tampil di Pestapora 2025 Terus Bertambah

SEBELUMNYA

Jangan Terlewat, Ini 5 Alasan Genhype Wajib Nonton Musikal Perempuan Punya Cerita

BERIKUTNYA

Mengenal Fenomena Blood Moon, Gerhana Bulan Merah yang Berlangsung 7-8 September 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga