Daftar Musisi yang Batal Tampil di Pestapora 2025 Terus Bertambah
06 September 2025 |
13:05 WIB
1
Like
Like
Like
Sejumlah musisi memutuskan untuk mundur dari daftar line up festival musik Pestapora 2025. Langkah itu diambil setelah mereka mengetahui bahwa salah satu sponsor acara merupakan perusahaan tambang, yang dinilai bertentangan dengan perjuangan mereka dalam menyuarakan isu lingkungan.
Padahal, pada gelaran tahun 2023 lalu, Pestapora sempat menggandeng Greenpeace sebagai mitra. Kolaborasi itu kala itu dipandang selaras dengan semangat keberlanjutan dan isu lingkungan, sehingga kontras dengan kontroversi yang muncul pada edisi 2025 ini.
Baca juga: Sukatani hingga .Feast Batal Tampil, Pestapora Lepas Freeport sebagai Sponsor
Pengumuman mengenai pembatalan penampilan sejumlah musisi ini terjadi sejak dini hari, Sabtu (6/9/2025). Seiring waktu, jumlah musisi yang menyatakan mundur terus bertambah. Hingga siang hari, daftar nama musisi yang memutuskan batal tampil masih mengalami perkembangan.
Salah satu nama terbaru yang mengumumkan mundur adalah Banda Neira. Dalam keterangan resminya, mereka menyatakan tidak akan jadi tampil di Pestapora hari kedua. Padahal, mereka telah dijadwalkan mengisi panggung Riang Gembira pada pukul 15.20 WIB nanti.
Banda Neira juga menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar yang telah menantikan penampilan mereka. Meski begitu, keputusan ini mereka ambil agar sikap dan tindakan yang ditunjukkan di luar panggung tetap selaras dengan pesan yang selama ini mereka gaungkan lewat lagu.
"Musik bagi kami itu seperti janji pada diri sendiri, agar apa yang kami lakukan sejalan dengan nurani, dan selalu memikirkan yang tersisih dan terpinggirkan," tulis Banda Neira.
The Panturas juga memutuskan untuk tidak jadi tampil di Pestapora 2025. Setelah melalui berbagai pertimbangan, mereka akhirnya membatalkan penampilan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pukul 18.55 WIB di Riang Gembira Stage.
"Kami memilih untuk membatalkan penampilan kami di Pestapora tahun ini. Seluruh keuntungan penjualan merchandise yang tersedia di Pestapora 2025 akan kami donasikan untuk masyarakat di Papua melalui Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)," ucapnya.
Musisi Bilal Indrajaya bersama The Corleones turut menambah daftar penampil yang mundur dari Pestapora 2025. Mereka seharusnya naik panggung pada Minggu, 7 September 2025, namun akhirnya memutuskan untuk membatalkan keikutsertaan.
Bilal menjelaskan bahwa keputusan ini muncul karena faktor di luar kendali pihaknya. Dia menyadari pembatalan tersebut mengecewakan penonton yang telah menantikannya. Namun, dirinya dan tim juga merasakan kekecewaan karena batal tampil meski persiapan sudah dilakukan dengan matang.
"Semoga ke depan, musik selalu jadi ruang aman bagi semua untuk bersuara dan berekspresi," tuturnya.
Beberapa musisi lain mengambil keputusan serupa. Nama-nama seperti Barefood, Durga, Keep It Real, Rrag, Negatifa, Ornament, Kenya, Pelteras, hingga Petra Sihombing memutuskan turut membatalkan penampilannya. Musisi lainnya, seperti Centra, Navicula, The Jeblogs, Swellow, Sukatani, Kelelewar Malam, Rekah, Leipzig, Xin Lie, Cloudburst, serta Tarrkam juga masuk ke dalam gelombang pembatalan ini.
Tidak berhenti di situ, nama besar seperti Hindia, .Feast, Filler, Skandal, The Cottons, Sprayer, Whitechorus, Morad, Reruntuh, Silampukau, Poris, hingga Harum Manis juga memilih batal tampil.
Namun, di sisi lain, ada pula musisi yang tetap melanjutkan penampilannya di Pestapora 2025 meskipun menyampaikan sikap kritis. Nadin Amizah, misalnya, mengungkapkan alasan mengapa dia memilih tetap tampil walau hatinya merasa diliputi kegelisahan.
Dirinya menyadari bahwa keberadaan sponsor dalam sebuah acara musik merupakan hal yang sulit dihindari. Situasi ini sering kali menimbulkan benturan antara nilai-nilai yang musisi junjung melalui karya dengan identitas sponsor yang bisa jadi berlawanan.
Menurut Nadin, jika harus menghindari seluruh acara yang ditopang sponsor dengan nilai yang bertentangan, maka sama saja menutup pintu bagi sekitar 80 persen panggung musik di Indonesia. Pertimbangan tersebut membuatnya memilih hadir di atas panggung, sambil tetap menegaskan sikapnya.
"Maka dari itu, saya menyampaikan bahwa sponsor dari acara yang saya secara pribadi tetap hadiri tidak berbicara tentang moral dan perjuangan yang saya junjung tinggi," ucapnya.
Beberapa musisi lain juga memilih tetap tampil di Pestapora 2025, meski dengan berbagai aksi pernyataan sikap. Rebellion Rose, misalnya, memanfaatkan waktunya di Pestapora untuk berorasi bersama penonton. Tidak di atas panggung, mereka berorasi sejajar dengan penonton. Mereka juga sekaligus tidak mengambil fee.
Yacko juga tetap manggung, tetapi seluruh honorariumnya disumbangkan ke WALHI, sementara Texpack memutuskan tidak menerima bayaran sama sekali. Sal Priadi pun mengambil langkah serupa dengan mendonasikan fee penampilannya.
Selain itu, Music Declares Emergency Indonesia turut menyampaikan sikapnya. Setelah berdiskusi panjang, kolektif IKLIM memastikan tetap hadir di 'Earhouse Saling Jaga' dalam rangkaian Pestapora.
Mereka menggunakan kesempatan itu untuk menggaungkan gerakan Music Declares Emergency Indonesia sekaligus menggelar diskusi Suara Darurat untuk Perubahan. Kehadiran ini dimaksudkan bukan untuk menutup mata terhadap masalah, melainkan untuk membangun solidaritas bagi Papua serta menolak ketidakadilan dan perusakan lingkungan.
Di sisi lain, merespons situasi yang terjadi, pihak Pestapora telah menyatakan penghentian kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan melalui unggahan resmi di akun Instagram @pestapora pada Sabtu dini hari, 6 September 2025.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Padahal, pada gelaran tahun 2023 lalu, Pestapora sempat menggandeng Greenpeace sebagai mitra. Kolaborasi itu kala itu dipandang selaras dengan semangat keberlanjutan dan isu lingkungan, sehingga kontras dengan kontroversi yang muncul pada edisi 2025 ini.
Baca juga: Sukatani hingga .Feast Batal Tampil, Pestapora Lepas Freeport sebagai Sponsor
Pengumuman mengenai pembatalan penampilan sejumlah musisi ini terjadi sejak dini hari, Sabtu (6/9/2025). Seiring waktu, jumlah musisi yang menyatakan mundur terus bertambah. Hingga siang hari, daftar nama musisi yang memutuskan batal tampil masih mengalami perkembangan.
Salah satu nama terbaru yang mengumumkan mundur adalah Banda Neira. Dalam keterangan resminya, mereka menyatakan tidak akan jadi tampil di Pestapora hari kedua. Padahal, mereka telah dijadwalkan mengisi panggung Riang Gembira pada pukul 15.20 WIB nanti.
Banda Neira juga menyampaikan permintaan maaf kepada para penggemar yang telah menantikan penampilan mereka. Meski begitu, keputusan ini mereka ambil agar sikap dan tindakan yang ditunjukkan di luar panggung tetap selaras dengan pesan yang selama ini mereka gaungkan lewat lagu.
"Musik bagi kami itu seperti janji pada diri sendiri, agar apa yang kami lakukan sejalan dengan nurani, dan selalu memikirkan yang tersisih dan terpinggirkan," tulis Banda Neira.
The Panturas juga memutuskan untuk tidak jadi tampil di Pestapora 2025. Setelah melalui berbagai pertimbangan, mereka akhirnya membatalkan penampilan yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pukul 18.55 WIB di Riang Gembira Stage.
"Kami memilih untuk membatalkan penampilan kami di Pestapora tahun ini. Seluruh keuntungan penjualan merchandise yang tersedia di Pestapora 2025 akan kami donasikan untuk masyarakat di Papua melalui Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)," ucapnya.
Musisi Bilal Indrajaya bersama The Corleones turut menambah daftar penampil yang mundur dari Pestapora 2025. Mereka seharusnya naik panggung pada Minggu, 7 September 2025, namun akhirnya memutuskan untuk membatalkan keikutsertaan.
Bilal menjelaskan bahwa keputusan ini muncul karena faktor di luar kendali pihaknya. Dia menyadari pembatalan tersebut mengecewakan penonton yang telah menantikannya. Namun, dirinya dan tim juga merasakan kekecewaan karena batal tampil meski persiapan sudah dilakukan dengan matang.
"Semoga ke depan, musik selalu jadi ruang aman bagi semua untuk bersuara dan berekspresi," tuturnya.
Beberapa musisi lain mengambil keputusan serupa. Nama-nama seperti Barefood, Durga, Keep It Real, Rrag, Negatifa, Ornament, Kenya, Pelteras, hingga Petra Sihombing memutuskan turut membatalkan penampilannya. Musisi lainnya, seperti Centra, Navicula, The Jeblogs, Swellow, Sukatani, Kelelewar Malam, Rekah, Leipzig, Xin Lie, Cloudburst, serta Tarrkam juga masuk ke dalam gelombang pembatalan ini.
Tidak berhenti di situ, nama besar seperti Hindia, .Feast, Filler, Skandal, The Cottons, Sprayer, Whitechorus, Morad, Reruntuh, Silampukau, Poris, hingga Harum Manis juga memilih batal tampil.
Namun, di sisi lain, ada pula musisi yang tetap melanjutkan penampilannya di Pestapora 2025 meskipun menyampaikan sikap kritis. Nadin Amizah, misalnya, mengungkapkan alasan mengapa dia memilih tetap tampil walau hatinya merasa diliputi kegelisahan.
Dirinya menyadari bahwa keberadaan sponsor dalam sebuah acara musik merupakan hal yang sulit dihindari. Situasi ini sering kali menimbulkan benturan antara nilai-nilai yang musisi junjung melalui karya dengan identitas sponsor yang bisa jadi berlawanan.
Menurut Nadin, jika harus menghindari seluruh acara yang ditopang sponsor dengan nilai yang bertentangan, maka sama saja menutup pintu bagi sekitar 80 persen panggung musik di Indonesia. Pertimbangan tersebut membuatnya memilih hadir di atas panggung, sambil tetap menegaskan sikapnya.
"Maka dari itu, saya menyampaikan bahwa sponsor dari acara yang saya secara pribadi tetap hadiri tidak berbicara tentang moral dan perjuangan yang saya junjung tinggi," ucapnya.
Beberapa musisi lain juga memilih tetap tampil di Pestapora 2025, meski dengan berbagai aksi pernyataan sikap. Rebellion Rose, misalnya, memanfaatkan waktunya di Pestapora untuk berorasi bersama penonton. Tidak di atas panggung, mereka berorasi sejajar dengan penonton. Mereka juga sekaligus tidak mengambil fee.
Yacko juga tetap manggung, tetapi seluruh honorariumnya disumbangkan ke WALHI, sementara Texpack memutuskan tidak menerima bayaran sama sekali. Sal Priadi pun mengambil langkah serupa dengan mendonasikan fee penampilannya.
Selain itu, Music Declares Emergency Indonesia turut menyampaikan sikapnya. Setelah berdiskusi panjang, kolektif IKLIM memastikan tetap hadir di 'Earhouse Saling Jaga' dalam rangkaian Pestapora.
Mereka menggunakan kesempatan itu untuk menggaungkan gerakan Music Declares Emergency Indonesia sekaligus menggelar diskusi Suara Darurat untuk Perubahan. Kehadiran ini dimaksudkan bukan untuk menutup mata terhadap masalah, melainkan untuk membangun solidaritas bagi Papua serta menolak ketidakadilan dan perusakan lingkungan.
Di sisi lain, merespons situasi yang terjadi, pihak Pestapora telah menyatakan penghentian kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan melalui unggahan resmi di akun Instagram @pestapora pada Sabtu dini hari, 6 September 2025.
Daftar Musisi yang Batal Tampil di Pestapora 2025:
- Barefood
- Durga
- Keep It Real
- Rrag
- Negatifa
- Ornament
- Kenya
- Pelteras
- Petra Sihombing
- Centra
- Navicula
- The Jeblogs
- Swellow
- Sukatani
- Kelelewar Malam
- Rekah
- Leipzig
- Xin Lie
- Cloudburst
- Tarrkam
- Hindia
- .Feast
- Filler
- Skandal
- The Cottons
- Sprayer
- Whitechorus
- Morad
- Reruntuh
- Silampukau
- Poris
- Harum Manis
- Bilal Indrajaya bersama The Corleones
- The Panturas
- Banda Neira
- Ali
- Dongker
- Jason Ranti
- Crève, Ouverte!
- Dipha Barus
- Give it to Me Harder
- Efek Rumah Kaca
- Sanjonas
- Mamang Kesbor (Mardial)
- Twenty Nine Teens
- Gnarly
- Refo dan Fauna
- Baxlaxboy
- Toxicdev
- Xandega
- Trio Trio
- Indische Party
- Gally Glitch
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.