ilustrasi penipuan daring. (Sumber foto: Freepik

ASEAN Foundation–Google Bekali 3 Juta Warga Asia Tenggara Hadapi Penipuan Daring

05 September 2025   |   14:56 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Kasus penipuan daring di Indonesia kian merajalela. Data Indonesia Anti Scam Center (IASC) mencatat, hingga 17 Agustus 2025 terjadi 225.281 kasus dengan total kerugian fantastis Rp 4,6 triliun. Angka ini menegaskan kejahatan digital bukan lagi sekadar ancaman pinggiran, melainkan masalah serius yang menyentuh banyak lapisan masyarakat.

Modusnya beragam dan semakin canggih. Mulai dari pesan phishing yang menyusup lewat SMS, WhatsApp, atau email dengan tautan mencurigakan, bertujuan menguras data pribadi maupun akses ke rekening korban. Ada pula platform investasi bodong yang memikat lewat janji keuntungan tinggi dalam waktu singkat, padahal tanpa izin resmi. Banyak orang terjerat karena iming-iming “cuan cepat”.

Baca juga: Waspada Email Bisnis Palsu Modus Phishing, Begini Cara Mendeteksinya

Tak berhenti di situ, aplikasi pinjaman online ilegal juga ikut memperparah situasi. Mereka memang mudah mencairkan pinjaman, tetapi kemudian menjerat pengguna dengan bunga mencekik dan praktik penagihan yang kasar, bahkan intimidatif.

Dampaknya jauh lebih dalam daripada sekadar kerugian finansial. Maraknya kasus ini juga menggerus kepercayaan publik terhadap layanan digital. Jika dibiarkan, kejahatan daring berpotensi menjadi batu sandungan besar bagi tumbuhnya ekosistem digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia.

Karena itu, Masyarakat diminta untuk selalu melakukan verifikasi sumber informasi dan jangan langsung percaya link atau pesan yang masuk, meski terlihat resmi. Selain itu, gunakan aplikasi dan platform resmi, selalu cek legalitas pinjaman online atau investasi melalui OJK.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan mengaktifkan fitur keamanan digital, misalnya autentikasi dua faktor (2FA) di akun media sosial dan perbankan. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah tergiur janji manis.

Untuk melindungi Masyarakat dari penipuan daring, ASEAN Foundation bersama Google.org meluncurkan inisiatif regional baru yang diumumkan dalam ajang Global Anti Scam Summit (GASS) Asia 2025 di Singapura. Program ini didukung pendanaan sebesar US$ 5 juta dan akan melibatkan mitra lokal di sepuluh negara anggota ASEAN serta Timor Leste.

Melalui program ini, ASEAN Foundation menargetkan lebih dari 3 juta orang di kawasan untuk mendapatkan akses ke sumber pencegahan penipuan, termasuk permainan edukatif “Be Scam Ready” dari Google yang dirancang untuk melatih keterampilan mendeteksi modus penipuan.

Selain itu, akan ada pelatihan intensif bagi 550.000 individu yang difasilitasi oleh 2.000 pelatih utama, dengan sasaran mulai dari generasi muda, orang tua, pendidik, hingga lansia.

“Penipuan bukan hanya tentang uang yang hilang, tetapi juga tindakan yang dapat mengikis kepercayaan dan menutup kesempatan,” ujar Dr. Piti Srisangnam, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation. Dia menekankan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan, keterampilan, dan rasa percaya diri dalam menghadapi berbagai bentuk penipuan digital.

Dari sisi industri, Wilson White, Wakil Presiden Government Affairs & Public Policy Google Asia Pacific mengatakan bahwa tantangan ini tidak bisa diselesaikan secara parsial.

“Kolaborasi lintas negara yang melibatkan pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat sipil adalah kunci untuk menciptakan ruang daring yang aman dan terpercaya,” jelasnya.

Di Indonesia, langkah ini sejalan dengan berbagai program peningkatan literasi digital yang digencarkan pemerintah, baik melalui kampanye kesadaran publik maupun pemblokiran akun-akun penipu.

Dengan proyeksi ekonomi digital Asia Tenggara yang diperkirakan mencapai US$ 1 triliun pada 2030, menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia digital menjadi agenda penting. Kehadiran inisiatif regional ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan digital, sekaligus menghadirkan ruang daring yang lebih aman bagi jutaan pengguna di kawasan.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Tradisi-tradisi Unik di Indonesia Menyambut dan Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

BERIKUTNYA

Kesan Para Penonton Pestapora 2025 Day 1, Pengalaman Baru Ngonser dari Pagi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga