Ilustrasi email. (Sumber gambar: Freepik/rawpixel.com)

Waspada Email Bisnis Palsu Modus Phishing, Begini Cara Mendeteksinya

26 May 2025   |   13:23 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Penipuan digital semakin marak dengan ragam modusnya. Salah satu yang patut diwaspadai yakni serangan melalui email yang meniru korespondensi dari CEO perusahaan dan bertujuan menipu departemen keuangan perusahaan agar membayar faktur palsu. 

Dalam temuan Kaspersky, email yang meniru surat menyurat mengatasnamakan CEO organisasi dan perusahaan kontraktor tersebut dikirim ke departemen keuangan organisasi untuk membujuk mereka membayar faktur dengan dalih layanan konsultasi.

Upaya serangan ini menyoroti tren dari skema tertarget yang mencatut identitas eksekutif palsu untuk mengeksploitasi kepercayaan perusahaan. 

Baca juga: Kenali 4 Modus Phishing yang Mengincar Data Pribadi

Serangan kompromi email bisnis (BEC/ Business Email Compromise) dilakukan atas nama perwakilan manajemen dari perusahaan yang ditargetkan. Dalam semua kasus yang dianalisis Kaspersky, alamat asli tempat email berasal tidak memiliki kesamaan dengan nama pengirim yang ditampilkan. 

Trik ini digunakan untuk meyakinkan para korban terutama karyawan di departemen perusahaan bahwa email itu sah. Beberapa insiden melibatkan email yang meniru korespondensi antara CEO perusahaan dan firma hukum kontraktor yang diduga, mendesak departemen keuangan untuk membayar faktur palsu terlampir. 

Korespondensi palsu dengan CEO perusahaan korban digunakan sebagai bukti bahwa permintaan pembayaran itu sah. Dalam serangan ini, nama perusahaan mitra fiktif hanya dicantumkan di kolom nama pengirim, dan alamat email yang sebenarnya berbeda serta berubah dari satu email ke email lainnya.

Anna Lazaricheva, analis spam di Kaspersky menerangkan serangan ini menonjol karena perhatiannya terhadap detailnya yang sangat cermat serta eksploitasi hubungan tepercaya. Dengan membuat rangkaian email meyakinkan serta menyamar sebagai eksekutif tingkat tinggi, penyerang mengandalkan rasa sungkan karyawan untuk mempertanyakan permintaan yang tampaknya asli.

"Perusahaan harus memprioritaskan pelatihan karyawan dan sistem verifikasi email yang kuat untuk melawan ancaman yang terus berkembang ini,” ujarnya, dikutip Hypeabis.id, Senin (26/5/2025). 
 

Mendeteksi Email Phishing 

Untuk menghindari menjadi korban email penipuan dan khususnya serangan peretasan email bisnis, para ahli Kaspersky menyarankan agar karyawan sebaiknya memeriksa alamat email pengirim yang mencurigakan dan jangan mengandalkan nama pengirim yang ditampilkan.

Pasalnya, alamat email aslinya mungkin tidak ada hubungannya dengan perusahaan dan orang yang ditampilkan sebagai pengirim email tersebut.

Anna juga mengimbau agar membuka email dan klik tautan hanya jika yakin dapat mempercayai pengirimnya, pastikan alamat pengirimnya sah. Jika pengirimnya sah, tetapi isi pesannya tampak aneh, sebaiknya periksa pengirimnya melalui cara komunikasi alternatif. 

Periksa pula ejaan URL situs web jika menduga itu adalah halaman phishing. URL mungkin berisi kesalahan yang sulit dikenali pada pandangan pertama, seperti angka 1 sebagai ganti I atau 0 sebagai ganti O. "Gunakan solusi keamanan yang terbukti saat menjelajahi web," tambah Anna. 

Baca juga: Awas, Ada Phishing Notifikasi Palsu Minta Atur Ulang Kata Sandi

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Deretan Tempat Wisata untuk Melihat Gajah di Alam Liar Indonesia

BERIKUTNYA

Kenali Bahaya Doomscrolling Untuk Kesehatan Mental dan Cara Menghentikannya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga