Tradisi-tradisi Unik di Indonesia Menyambut dan Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW
05 September 2025 |
11:40 WIB
Setiap tahun, masyarakat Indonesia merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat. Bukan hanya peringatan religius, tradisi ini juga menghadirkan keragaman budaya di berbagai daerah. Maulid menjadi wujud cinta umat sekaligus cermin kekayaan tradisi Nusantara.
Pada tahun ini, perayaan Maulid jatuh pada 5 September 2025 dan menjadi hari libur nasional. Masyarakat Muslim di Indonesia merayakannya dengan beragam cara, mulai dari pengajian hingga tradisi khas yang diwariskan turun-temurun. Tradisi tersebut lahir dari akulturasi antara ajaran Islam dan budaya lokal yang terus hidup di tengah masyarakat.
Di Yogyakarta, Maulid Nabi identik dengan perayaan Sekaten yang berlangsung meriah di alun-alun keraton. Sementara itu, di Natuna, Kepulauan Riau, ada Nasi Dong. Keduanya hanya sedikit dari banyak tradisi yang ada di Indonesia dalam rangka meramaikan Maulid Nabi. Berikut tradisi-tradisi itu dirangkum dari berbagai sumber.
Baca juga: Contoh Teks MC Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Acara Formal dan Nonformal
Sekaten berlangsung selama 7 hari dan diawali dengan dibunyikan gamelan pusaka tersebut. Setelah itu, Gamelan pun dipindahkan ke halaman Masjid Besar. Sri Sultan dan pengiringnya hadir di Masjid Besar untuk mendengarkan riwayat Maulid Nabi Muhammad SAW.
Upacara udhik-udhik diadakan di pagongan dan serambi Masjid Besar. Terakhir, gamelan dikembalikan ke dalam keraton sebagai tanda penutupan sekaten. Puncak acara ini adalah gunungan dikeluarkan dari keraton menuju Masjid Besar.
Nasi Dong berbentuk seperti gundukan nasi kuning dengan hiasan bunga dan telur berwarna merah. Gunungan ini diarak keliling kampung dengan iringan tetabuhan kompang. Setelah itu, bunga telur dibagikan kepada anak-anak dan Nasi Dong kepada ulama serta orang tua yang ikut zikir nasi. Nasi Dong juga kerap dibagikan antarmasjid atau kampung. Biasanya, masyarakat kerap menggelar makan bersama usai acara ini.
Dikutip dari laman Kabupaten Serdang Begadai, tradisi lain yang juga ada di Indonesia terkait dengan Maulid Nabi adalah Aruh Mulud atau Kenduri Mulud, yang dirayakan masyarakat banjar di Desa Lubuk Cemara. Selain memperingati kelahiran nabi Muhammad SAW, acara ini juga menjadi wadah interaksi masyarakat dari berbagai suku, seperti Jawa, Batak, dan Melayu.
Setelah itu, telur tersebut dibawa keliling kampung dan diletakkan di masjid. Masyarakat pun membaca syair pujian kepada nabi Muhammad SAW sebagai bentuk rasa cinta. Selain itu, tradisi ini juga merupakan ekspresi nilai religius dan cara memperkuat kesatuan dan rasa guyub masyarakat.
Baca juga: 4 Nilai & Makna Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bagi Umat Islam
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Pada tahun ini, perayaan Maulid jatuh pada 5 September 2025 dan menjadi hari libur nasional. Masyarakat Muslim di Indonesia merayakannya dengan beragam cara, mulai dari pengajian hingga tradisi khas yang diwariskan turun-temurun. Tradisi tersebut lahir dari akulturasi antara ajaran Islam dan budaya lokal yang terus hidup di tengah masyarakat.
Di Yogyakarta, Maulid Nabi identik dengan perayaan Sekaten yang berlangsung meriah di alun-alun keraton. Sementara itu, di Natuna, Kepulauan Riau, ada Nasi Dong. Keduanya hanya sedikit dari banyak tradisi yang ada di Indonesia dalam rangka meramaikan Maulid Nabi. Berikut tradisi-tradisi itu dirangkum dari berbagai sumber.
Baca juga: Contoh Teks MC Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Acara Formal dan Nonformal
1. Sekaten
Dikutip dari laman Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Sekaten berasal dari kata sekati, yakni nama dua perangkat gamelan pusaka yang ada di keraton, yang ditabuh dalam rangkaian acara peringatan hari Maulid Nabi Muhammad SAW.Sekaten berlangsung selama 7 hari dan diawali dengan dibunyikan gamelan pusaka tersebut. Setelah itu, Gamelan pun dipindahkan ke halaman Masjid Besar. Sri Sultan dan pengiringnya hadir di Masjid Besar untuk mendengarkan riwayat Maulid Nabi Muhammad SAW.
Upacara udhik-udhik diadakan di pagongan dan serambi Masjid Besar. Terakhir, gamelan dikembalikan ke dalam keraton sebagai tanda penutupan sekaten. Puncak acara ini adalah gunungan dikeluarkan dari keraton menuju Masjid Besar.
2. Nasi Dong
Menukil laman kebudayaan.kemdikbud.go.id, Nasi Dong merupakan salah satu tradisi yang ada di Indonesia dalam merayakan Maulid Nabi. Tradisi ini dijalankan oleh masyarakat Serasan, Natuna.Nasi Dong berbentuk seperti gundukan nasi kuning dengan hiasan bunga dan telur berwarna merah. Gunungan ini diarak keliling kampung dengan iringan tetabuhan kompang. Setelah itu, bunga telur dibagikan kepada anak-anak dan Nasi Dong kepada ulama serta orang tua yang ikut zikir nasi. Nasi Dong juga kerap dibagikan antarmasjid atau kampung. Biasanya, masyarakat kerap menggelar makan bersama usai acara ini.
3. Ruah Maulud
Dilansir dari laman Provinsi NTB, tradisi Ruah Maulud berada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tradisi ini berupa kumpul bersama atau pesta kecil-kecilan dengan mengundang para kerabat dan tetangga dekat. Selain itu, masyarakat juga kerap mengundang fakir miskin dan anak yatim untuk makan bersama di dalam rumah.
4. Aruh Mulud
Dikutip dari laman Kabupaten Serdang Begadai, tradisi lain yang juga ada di Indonesia terkait dengan Maulid Nabi adalah Aruh Mulud atau Kenduri Mulud, yang dirayakan masyarakat banjar di Desa Lubuk Cemara. Selain memperingati kelahiran nabi Muhammad SAW, acara ini juga menjadi wadah interaksi masyarakat dari berbagai suku, seperti Jawa, Batak, dan Melayu. 5. Endhog-endhogan
Tradisi lainnya yang ada di Indonesia terkait dengan perayaan Maulid Nabi adalah Endhog-endhogan yang berada di Banyuwangi. Dikutip dari laman resmi pemerintah Kabupaten Banyuwangi, dalam tradisi ini, telur dihias dengan bunga kertas dan ditancapkan di pohon pisang berhias.Setelah itu, telur tersebut dibawa keliling kampung dan diletakkan di masjid. Masyarakat pun membaca syair pujian kepada nabi Muhammad SAW sebagai bentuk rasa cinta. Selain itu, tradisi ini juga merupakan ekspresi nilai religius dan cara memperkuat kesatuan dan rasa guyub masyarakat.
Baca juga: 4 Nilai & Makna Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bagi Umat Islam
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.