Wisata Arung Jeram Makin Populer, SOP Keselamatan & Keamanan Wajib Jadi Perhatian
02 September 2025 |
21:00 WIB
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat jumlah operator wisata arung jeram di Indonesia telah mencapai 420. Data ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap wisata minat khusus tersebut. Untuk itu, kementerian menegaskan pentingnya standar operasional prosedur keselamatan.
Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Krisis, Fadjar Hutomo, menekankan bahwa arung jeram termasuk kegiatan berisiko tinggi karena bergantung pada kondisi alam dan faktor geologis lokasi.
Oleh karena itu, wisata ini masuk dalam kategori golongan usaha dengan risiko menengah tinggi berdasarkan Permenparekraf No. 4/2021 tentang Standar Kegiatan Usaha pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pariwisata.
“Isu keselamatan dan keamanan menjadi sangat penting. Dalam keadaan krisis, kesiapan dan sistem tanggap darurat berperan besar untuk menyelamatkan nyawa, mengurangi kerugian, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat,” kata Fadjar dalam siaran pers yang, dikutip Hypeabis.id pada Selasa (2/9/2025).
Baca juga: Sebelum Mencoba Rafting, Yuk Kenali 6 Tingkatan Sungai Arung Jeram
Dia menambahkan, Kemenpar telah menyiapkan program pelatihan dan sertifikasi bagi operator arung jeram di Indonesia. Namun, penguatan standar keselamatan memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama Asosiasi Perusahaan Wisata Arung Jeram Indonesia/Indonesia White Water Operators Association (IWWO) serta pemerintah daerah (Pemda).
Perwakilan dewan pendiri IWWO, I Made Antara, menilai bahwa masih ada aspek yang perlu diperkuat dalam pelaksanaan standar keselamatan. Di antaranya adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Individu yang menjadi bagian dalam wisata arung jeram harus memiliki pengetahuan tentang kapasitas perahu, medan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana. Selain itu, penggunaan peralatan yang berkualitas tinggi juga menjadi keharusan dalam usaha wisata arung jeram.
Penerapan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan juga menjadi bagian penting dalam menjalankan usaha arung jeram. Bukan tanpa alasan, standar tersebut akan dibuat dan disepakati oleh orang-orang yang sudah memiliki pengalaman di bidangnya.
Saat ini, SOP keselamatan tengah disusun. Standar ini akan disosialisasikan kepada semua pihak yang terlibat dalam wisata arung jeram. Harapannya, standar itu dapat segera dilaksanakan dan tidak dilanggar demi keamanan wisata dengan tingkat risiko menengah-tinggi tersebut.
Baca juga: Berarung Jeram Asyik di Sungai Citarik
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Krisis, Fadjar Hutomo, menekankan bahwa arung jeram termasuk kegiatan berisiko tinggi karena bergantung pada kondisi alam dan faktor geologis lokasi.
Oleh karena itu, wisata ini masuk dalam kategori golongan usaha dengan risiko menengah tinggi berdasarkan Permenparekraf No. 4/2021 tentang Standar Kegiatan Usaha pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pariwisata.
“Isu keselamatan dan keamanan menjadi sangat penting. Dalam keadaan krisis, kesiapan dan sistem tanggap darurat berperan besar untuk menyelamatkan nyawa, mengurangi kerugian, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat,” kata Fadjar dalam siaran pers yang, dikutip Hypeabis.id pada Selasa (2/9/2025).
Baca juga: Sebelum Mencoba Rafting, Yuk Kenali 6 Tingkatan Sungai Arung Jeram
Dia menambahkan, Kemenpar telah menyiapkan program pelatihan dan sertifikasi bagi operator arung jeram di Indonesia. Namun, penguatan standar keselamatan memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, terutama Asosiasi Perusahaan Wisata Arung Jeram Indonesia/Indonesia White Water Operators Association (IWWO) serta pemerintah daerah (Pemda).
Perwakilan dewan pendiri IWWO, I Made Antara, menilai bahwa masih ada aspek yang perlu diperkuat dalam pelaksanaan standar keselamatan. Di antaranya adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Individu yang menjadi bagian dalam wisata arung jeram harus memiliki pengetahuan tentang kapasitas perahu, medan, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana. Selain itu, penggunaan peralatan yang berkualitas tinggi juga menjadi keharusan dalam usaha wisata arung jeram.
Penerapan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan juga menjadi bagian penting dalam menjalankan usaha arung jeram. Bukan tanpa alasan, standar tersebut akan dibuat dan disepakati oleh orang-orang yang sudah memiliki pengalaman di bidangnya.
Saat ini, SOP keselamatan tengah disusun. Standar ini akan disosialisasikan kepada semua pihak yang terlibat dalam wisata arung jeram. Harapannya, standar itu dapat segera dilaksanakan dan tidak dilanggar demi keamanan wisata dengan tingkat risiko menengah-tinggi tersebut.
Baca juga: Berarung Jeram Asyik di Sungai Citarik
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.