Tanaman hias dalam ruangan (Sumber gambar: Freepik)

Riset NASA: 12 Tanaman Hias ini Terbukti Bersihkan Udara dalam Ruangan

03 September 2025   |   06:00 WIB
Image
Tiffany Syabillah Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Polusi udara di dalam ruangan semakin mendapat perhatian setelah banyak gedung hemat energi yang justru membuat udara di dalamnya lebih kotor. Desain bangunan modern yang rapat, minim pertukaran udara, serta material sintetis yang mengeluarkan senyawa kimia volatil, memicu berbagai keluhan kesehatan seperti iritasi mata, sakit kepala, hingga gangguan pernapasan yang dikenal dengan istilah sick building syndrome.

Sebagai solusi, penelitian gabungan NASA dan Associated Landscape Contractors of America (ALCA) menemukan bahwa tanaman hias indoor dapat membantu membersihkan udara dari senyawa kimia berbahaya.

Dalam studi yang berlangsung dua tahun, tim meneliti kemampuan tanaman dan mikroorganisme pada media tanamnya untuk menyerap dan memecah zat beracun seperti benzena, trikloroetilen (TCE), dan formaldehida, tiga polutan umum di dalam ruangan yang bersumber dari cat, pelarut, plastik, dan produk rumah tangga lainnya.

Baca Juga: Bukan Cuma Estetik Ini 7 Manfaat Merawat Tanaman di Dalam Rumah

Berikut daftar tanaman hias yang diuji dan terbukti membantu meningkatkan kualitas udara.

 

1. Palem bambu (Chamaedorea seifritzii)

Palem bambu adalah salah satu jenis tanaman hias populer dari keluarga Arecaceae. Tanaman ini berasal dari daerah tropis Amerika Tengah dan dikenal karena bentuknya yang menyerupai rumpun bambu—batangnya ramping, hijau, tumbuh berkelompok, dan daunnya majemuk menjuntai elegan.

Menurut penelitian, palem mini yang tumbuh tegak dan rimbun ini mampu menyaring benzena serta TCE, cocok untuk ruangan dengan pencahayaan sedang.

Palem bambu juga termasuk tanaman yang relatif mudah dirawat: cukup diberi penyiraman teratur (tanah lembap tapi tidak tergenang), pencahayaan tidak langsung, dan sesekali dipupuk agar tetap subur. Karena sifatnya yang adaptif, tanaman ini sering dipakai sebagai penghias lobi, kantor, hingga rumah tinggal.
 

2. Srirejeki / Chinese Evergreen (Aglaonema modestum)

Srirejeki adalah salah satu tanaman hias daun yang paling populer di Indonesia. Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara, termasuk Thailand, Filipina, dan Malaysia, dan sudah lama dipercaya membawa keberuntungan serta rezeki—itulah mengapa disebut “Sri Rejeki.”

Tanaman berdaun lebar dan tahan teduh ini efektif mengurangi benzena dan formaldehida, ideal untuk area minim sinar matahari.
 

3. English Ivy (Hedera helix)

Hedera helix adalah tanaman merambat abadi yang sangat populer sebagai penghias taman maupun ruangan. Tanaman ini berasal dari Eropa, Asia, dan Afrika Utara, dan dikenal karena kemampuannya tumbuh cepat serta menempel pada dinding, pagar, atau batang pohon dengan akar adventif kecil.

Merambat dengan daun kecil dan lebat, ivy terkenal membersihkan benzena serta partikel lain yang umum di udara ruangan.
 

4. Beringin (Ficus benjamina)

Ficus benjamina adalah salah satu jenis pohon tropis yang ikonik di Indonesia dan Asia Tenggara. Tanaman ini termasuk keluarga Moraceae, dan dikenal luas bukan hanya sebagai tanaman hias, tetapi juga sebagai simbol budaya dan spiritual.

Pohon hias mini dengan daun hijau mengilap ini dapat membantu menyerap formaldehida dan senyawa organik lain dari perabot berbahan sintetis.

Beringin disebut punya dua “wajah,” karena di luar ruangan ia bisa tumbuh besar dan kokoh, sedangkan di dalam ruangan ia bisa tampil elegan sebagai bonsai atau tanaman dekoratif.
 

5. Gerbera Daisy (Gerbera jamesonii)

Gerbera jamesonii adalah bunga hias populer yang berasal dari Afrika Selatan dan kini dibudidayakan luas di berbagai negara, termasuk Indonesia. Bunga ini dikenal karena warna-warnanya yang cerah dan bentuknya yang anggun, menjadikannya salah satu bunga potong favorit di dunia.

Selain warna bunganya cerah, gerbera juga mampu menyerap TCE, cocok diletakkan di dekat area kerja atau ruang cuci kering.
 

6. Sri Gading / Janet Craig (Dracaena deremensis “Janet Craig”)

Sri Gading adalah tanaman hias daun yang populer karena tampilannya yang elegan dan perawatannya yang mudah. Tanaman ini berasal dari Afrika tropis dan menjadi salah satu tanaman indoor favorit di rumah, kantor, hingga hotel.

Dengan daun hijau gelap yang mengilap, tanaman ini dikenal efektif melawan polutan rumah tangga umum, termasuk benzena dan TCE.
 

7. Marginata (Dracaena marginata)

Marginata adalah tanaman hias tropis yang elegan dan populer karena bentuknya yang ramping serta mudah dirawat. Tanaman ini berasal dari Madagaskar dan termasuk dalam keluarga Asparagaceae. Ciri khasnya, memiliki daun tipis, panjang, runcing, berwarna hijau tua dengan tepi kemerahan (red-edged).

Sementara batangnya ramping dan dapat bercabang, memberi kesan artistik dan minimalis. Tingginya bisa mencapai 2–4 meter dalam pot besar, namun sering dipangkas agar tetap ideal untuk dekorasi ruangan. Dracaena membantu menurunkan kadar benzena, formaldehida, dan TCE, serta tumbuh baik di dalam ruangan.
 

8. Tanaman Jagung / Mass Cane (Dracaena massangeana)

Tanaman Jagung adalah tanaman hias populer yang sering disebut Corn Plant karena daunnya mirip tanaman jagung. Tanaman ini berasal dari Afrika tropis dan banyak dipelihara di rumah maupun kantor karena bentuknya yang elegan, tahan banting, dan mudah dirawat.

Tanaman yang batangnya juga mirip batang tebu ini mampu menyerap berbagai senyawa organik yang sering dilepaskan cat dan pelapis furnitur.
 

9. Lidah mertua (Sansevieria laurentii)

Lidah Mertua adalah tanaman hias daun yang sangat populer karena bentuknya unik, daya tahannya luar biasa, dan manfaatnya yang beragam. Tanaman ini berasal dari Afrika Barat, namun kini tersebar luas di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Populer karena perawatan yang mudah, tanaman ini juga membantu menyaring formaldehida, benzena, dan bahkan meningkatkan kadar oksigen di malam hari.
 

10. Peace Lily (Spathiphyllum “Mauna Loa”)

Peace Lily adalah tanaman hias tropis yang sangat populer berkat daunnya yang hijau mengilap dan bunganya yang anggun berwarna putih. Tanaman ini berasal dari kawasan hutan hujan Amerika Tengah dan Selatan, serta Asia Tenggara, dan kini menjadi salah satu tanaman indoor favorit di seluruh dunia.

Tanaman berbunga putih elegan ini terbukti ampuh mengurangi benzena, TCE, dan formaldehida secara bersamaan.
 

11. Pot Mum (Chrysanthemum morifolium)

Pot Mum adalah tanaman berbunga yang sangat populer, terutama sebagai tanaman hias dalam pot maupun bunga potong. Tanaman ini berasal dari China, kemudian dikembangkan luas di Jepang dan seluruh dunia hingga menjadi salah satu bunga paling penting dalam industri hortikultura.

Bunga krisan yang cantik ini ternyata juga kuat menyerap benzena dan TCE, meski membutuhkan cahaya cukup terang.
 

12. Warneckei (Dracaena deremensis “Warneckei”)

Warneckei (adalah tanaman hias daun yang populer karena corak daunnya yang cantik dan sifatnya yang tahan banting. Tanaman ini berasal dari Afrika tropis dan termasuk keluarga Asparagaceae, sama seperti “Janet Craig” dan “Mass Cane.”

Dracaena varietas ini efektif mengurangi senyawa pelarut, termasuk benzena dan TCE, sambil memberi nuansa tropis pada ruangan.

Selain itu, untuk formaldehida, beberapa tanaman tambahan juga menunjukkan kemampuan yang signifikan, di antaranya pohon pisang jenis Musa oriana, Philodendron Daun Hati (Philodendron oxycardium), memelong gajah (Philodendron domesticum), tanaman laba-laba (Chlorophytum elatum), sirih gading emas (Scindapsus aureus), philo bergerigi (Philodendron selloum), dan lidah buaya (Aloe vera).

Penelitian ini menunjukkan bahwa sistem perakaran dan mikroorganisme dalam media tanam berperan penting dalam menguraikan polutan. Menariknya, kemampuan tanaman dan tanah untuk membersihkan udara meningkat ketika terus-menerus terpapar zat kimia tersebut, menunjukkan adanya adaptasi biologis yang membuat mereka lebih efektif dari waktu ke waktu.

NASA juga mengembangkan konsep filter udara berbasis karbon aktif yang dipadukan dengan tanaman, lengkap dengan kipas untuk mempercepat sirkulasi udara kotor melewati media penyaring alami ini. Hasilnya, udara dapat dibersihkan lebih cepat dari polutan seperti asap rokok maupun pelarut organik.

Temuan ini menegaskan kembali peran vital tanaman, bukan hanya sebagai penghias ruangan, tetapi juga sebagai bagian dari sistem pendukung kehidupan yang alami dan ekonomis, baik untuk bumi maupun untuk lingkungan tertutup di masa depan seperti stasiun luar angkasa.

Baca Juga: Mendulang Cuan dari Bonsai, Seni Miniatur Tanaman Segala Zaman

SEBELUMNYA

Wisata Arung Jeram Makin Populer, SOP Keselamatan & Keamanan Wajib Jadi Perhatian

BERIKUTNYA

Xiaomi Pamer Terobosan 6G di Ajang Internasional, Bisa Buat Apa Saja?

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga