Singapura Jadi Negara Paling Aman di Asia 2025, Indonesia Level Berapa?
02 September 2025 |
19:00 WIB
1
Like
Like
Like
Singapura menjadi negara paling aman sekaligus salah satu destinasi wisata terpopuler di Asia. Menurut laporan Global Peace Index (GPI) edisi ke-19 yang baru dirilis Institute for Economics & Peace, Singapura menempati peringkat pertama di Asia dan keenam di dunia sebagai negara teraman.
Menurut laporan Global Peace Index 2025, terdapat tiga faktor yang menentukan skor kedamaian suatu negara diantaranya perang yang berkelanjutan, militerisasi, serta ketertiban dan keamanan publik. Singapura memiliki tingkat konflik internal dan eksternal yang rendah dan unggul dalam jaminan sosial. Rasa aman penduduk dan wisatawan asing tidak terpengaruh oleh tingkat militerisasi yang relatif tinggi, yang sebagian besar dilakukan untuk melindungi jalur perdagangan maritim.
Baca Juga: Fakta Menarik Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Kampus Vannes Wijaya Juara COC
Sebagai satu-satunya negara Asia yang masuk dalam 10 besar dunia pada 2025, Singapura kembali mengukuhkan posisinya sebagai negara paling damai di Asia. Ketika The Global Peace Index (GPI) pertama kali diperkenalkan pada tahun 2008, Singapura memulai perjalanan panjangnya di peringkat 22, dan sejak 2019, Singapura terus berada di 10 besar.
Selain Singapura yang menjadi negara yang paling aman di Asia pada 2025. Dengan skor 1,095, Islandia, sebuah negara kepulauan di kawasan Nordik, dinobatkan sebagai negara paling damai dan aman di dunia pada 2025. Sering disebut sebagai "Land of Fire and Ice", negara Islandia ini paling terkenal dengan pemandian air panas bumi, gunung berapi yang aktif, air terjun yang unik, dan Aurora.
Skor keseluruhan Singapura menurut indeks dari GPI naik dari 1,339 menjadi 1,357, namun peringkatnya turun satu tingkat dari kelima pada 2024. Irlandia dan Selandia Baru mengamankan posisi kedua dan ketiga dalam daftar global, Swiss menempati posisi kelima, sementara Islandia menempati posisi teratas.
Menariknya, kesuksesan Singapura yang mengalami kenaikan dalam negara yang paling aman dan damai di dunia bertepatan dengan menurunnya perdamaian dunia. Menurut studi GPI 2025, perdamaian global menurun selama 13 tahun terakhir, dengan 87 negara mengalami penurunan indeks dan hanya 74 negara yang menunjukkan peningkatan. Dalam situasi global yang hampir tidak stabil, keberhasilan Singapura semakin terasa signifikan.
Berikut daftar lengkap negara-negara teraman dan paling damai di Asia, beserta skor masing-masing berdasarkan hasil The Global Peace Index 2025, dengan Singapura di posisi teratas, diikuti Jepang dan Malaysia.
1. Singapura : 1.357
2. Jepang : 1.440
3. Malaysia : 1.469
4. Bhutan : 1.536
5. Mongolia : 1.719
6. Vietnam : 1.721
7. Taiwan : 1.730
8. Korea Selatan : 1.736
9. Timor Leste : 1.758
10. Laos : 1.783
Dengan segala keunggulannya dari stabilitas politik, infrastruktur yang unggul, dan pemerintahan yang terbuka. Singapura bukan hanya destinasi wisata yang aman, tetapi juga representasi perdamaian dan ketertiban di Asia. Singapura sekali lagi membuktikan bahwa keamanan adalah landasan pengalaman hidup dan wisata yang luar biasa, sebagai satu-satunya negara Asia yang masuk dalam 10 besar peringkat global The Global Peace Index 2025.
Sementara itu, Indonesia naik tiga level ke perinkat 49 secara global. Indonesia mencatat peningkatan terbesar dalam tingkat perdamaian di kawasan, dengan skor perdamaian naik sebesar 2,9 persen sepanjang tahun lalu. Sebanyak sebelas indikator menunjukkan perbaikan, empat mengalami penurunan, dan delapan lainnya tetap tidak berubah.
Dua domain utama, yakni 'Keamanan dan Keselamatan' serta 'Militerisasi,' sama-sama mengalami peningkatan yang cukup signifikan, sementara domain 'Konflik yang Berlangsung' hanya mengalami sedikit penurunan. Faktor utama yang mendorong peningkatan ini antara lain adalah bertambahnya kontribusi Indonesia pada pendanaan misi penjaga perdamaian PBB, menurunnya ekspor senjata, serta perbaikan skor dalam skala teror politik.
Selain itu, Indonesia juga mencatat keberhasilan besar dalam memerangi terorisme dalam lima tahun terakhir. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir, tidak ada serangan teroris yang terjadi di luar wilayah Papua Barat.
Baca Juga: Pemerintah Singapura Akan Perlakukan Vape seperti Masalah Narkoba
Menurut laporan Global Peace Index 2025, terdapat tiga faktor yang menentukan skor kedamaian suatu negara diantaranya perang yang berkelanjutan, militerisasi, serta ketertiban dan keamanan publik. Singapura memiliki tingkat konflik internal dan eksternal yang rendah dan unggul dalam jaminan sosial. Rasa aman penduduk dan wisatawan asing tidak terpengaruh oleh tingkat militerisasi yang relatif tinggi, yang sebagian besar dilakukan untuk melindungi jalur perdagangan maritim.
Baca Juga: Fakta Menarik Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Kampus Vannes Wijaya Juara COC
Sebagai satu-satunya negara Asia yang masuk dalam 10 besar dunia pada 2025, Singapura kembali mengukuhkan posisinya sebagai negara paling damai di Asia. Ketika The Global Peace Index (GPI) pertama kali diperkenalkan pada tahun 2008, Singapura memulai perjalanan panjangnya di peringkat 22, dan sejak 2019, Singapura terus berada di 10 besar.
Selain Singapura yang menjadi negara yang paling aman di Asia pada 2025. Dengan skor 1,095, Islandia, sebuah negara kepulauan di kawasan Nordik, dinobatkan sebagai negara paling damai dan aman di dunia pada 2025. Sering disebut sebagai "Land of Fire and Ice", negara Islandia ini paling terkenal dengan pemandian air panas bumi, gunung berapi yang aktif, air terjun yang unik, dan Aurora.
Skor keseluruhan Singapura menurut indeks dari GPI naik dari 1,339 menjadi 1,357, namun peringkatnya turun satu tingkat dari kelima pada 2024. Irlandia dan Selandia Baru mengamankan posisi kedua dan ketiga dalam daftar global, Swiss menempati posisi kelima, sementara Islandia menempati posisi teratas.

Global Peace Index 2025 (Sumber Gambar: Institute for Economics & Peace)
Menariknya, kesuksesan Singapura yang mengalami kenaikan dalam negara yang paling aman dan damai di dunia bertepatan dengan menurunnya perdamaian dunia. Menurut studi GPI 2025, perdamaian global menurun selama 13 tahun terakhir, dengan 87 negara mengalami penurunan indeks dan hanya 74 negara yang menunjukkan peningkatan. Dalam situasi global yang hampir tidak stabil, keberhasilan Singapura semakin terasa signifikan.
Berikut daftar lengkap negara-negara teraman dan paling damai di Asia, beserta skor masing-masing berdasarkan hasil The Global Peace Index 2025, dengan Singapura di posisi teratas, diikuti Jepang dan Malaysia.
1. Singapura : 1.357
2. Jepang : 1.440
3. Malaysia : 1.469
4. Bhutan : 1.536
5. Mongolia : 1.719
6. Vietnam : 1.721
7. Taiwan : 1.730
8. Korea Selatan : 1.736
9. Timor Leste : 1.758
10. Laos : 1.783
Dengan segala keunggulannya dari stabilitas politik, infrastruktur yang unggul, dan pemerintahan yang terbuka. Singapura bukan hanya destinasi wisata yang aman, tetapi juga representasi perdamaian dan ketertiban di Asia. Singapura sekali lagi membuktikan bahwa keamanan adalah landasan pengalaman hidup dan wisata yang luar biasa, sebagai satu-satunya negara Asia yang masuk dalam 10 besar peringkat global The Global Peace Index 2025.
Sementara itu, Indonesia naik tiga level ke perinkat 49 secara global. Indonesia mencatat peningkatan terbesar dalam tingkat perdamaian di kawasan, dengan skor perdamaian naik sebesar 2,9 persen sepanjang tahun lalu. Sebanyak sebelas indikator menunjukkan perbaikan, empat mengalami penurunan, dan delapan lainnya tetap tidak berubah.
Dua domain utama, yakni 'Keamanan dan Keselamatan' serta 'Militerisasi,' sama-sama mengalami peningkatan yang cukup signifikan, sementara domain 'Konflik yang Berlangsung' hanya mengalami sedikit penurunan. Faktor utama yang mendorong peningkatan ini antara lain adalah bertambahnya kontribusi Indonesia pada pendanaan misi penjaga perdamaian PBB, menurunnya ekspor senjata, serta perbaikan skor dalam skala teror politik.
Selain itu, Indonesia juga mencatat keberhasilan besar dalam memerangi terorisme dalam lima tahun terakhir. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir, tidak ada serangan teroris yang terjadi di luar wilayah Papua Barat.
Baca Juga: Pemerintah Singapura Akan Perlakukan Vape seperti Masalah Narkoba
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.