Valencia Nathania Ubah Pengalaman Pribadi Jadi Brand Skincare Harlette
29 August 2025 |
18:30 WIB
Industri kecantikan Indonesia kian berkembang dengan hadirnya sejumlah merek lokal yang memiliki kualitas tak kalah dibandingkan dengan produk internasional. Salah satunya adalah Harlette Beauty, merek skincare lokal yang dikenal dengan konsep unik superfood skincare.
Sosok muda di balik lahirnya brand ini adalah Valencia Nathania, seorang kreator konten sekaligus pengusaha yang berhasil mengubah pengalaman pribadi menjadi bisnis dengan prospek besar.
Valencia mendirikan Harlette Beauty pada 2019, berawal dari masalah kulit yang dia alami sendiri. Setelah menemukan formula yang tepat, Valen mulai memberanikan diri untuk memproduksi secara massal Harlette Beauty.
Baca juga: Potensi Besar Kosmetik Halal Indonesia di Pasar Global, Ekspor Capai US$486 Juta
"Saya tertarik mengembangkan bisnis skincare karena awalnya saya mengalami masalah kulit, khususnya jerawat. Dari pengalaman pribadi itu, saya mulai belajar tentang formulasi dan akhirnya melihat peluang besar di industri kecantikan," ungkap Valencia.
Mengusung konsep superfood skincare, Harlette hadir dengan formulasi yang aman, ramah di kulit, dan cocok digunakan untuk semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif. Menurut Valencia, keistimewaan Harlette terletak pada kombinasi clean beauty, inovasi formulasi, dan komunitas yang kuat.
Produk Harlette dibuat dengan konsep superfood skincare, yaitu menggunakan bahan-bahan kaya nutrisi seperti antioksidan, vitamin, dan ekstrak alami yang berfungsi layaknya “makanan bergizi” untuk kulit.
"Jadi tidak hanya sekadar skincare, tetapi juga memberi asupan gizi penting untuk kesehatan kulit jangka panjang," lanjut wanita yang memiliki lebih dari 850.000 subscribers di YouTube tersebut.
Salah satu rangkaian unggulan Harlette adalah produk berbahan dasar oat, termasuk serum dan facial wash. Inovasi ini menjadikan Harlette berbeda dari kebanyakan skincare lokal lain, karena oat dikenal efektif menenangkan sekaligus menutrisi kulit.
Dari sisi harga, Harlette menawarkan produk premium dengan kisaran Rp100.000 – Rp300.000, sehingga tetap bisa diakses konsumen luas tanpa mengorbankan kualitas.
"Harlette diformulasikan dengan sungguh-sungguh dan saya sangat yakin tidak akan kalah dengan produk luar dari segi kualitas. Selain itu, Asian-beauty juga sudah mulai dilirik terutama skincare dari Korea Selatan yang sudah banyak go global," ucap Valencia.
Strategi pemasaran Harlette juga unik. Sebagai kreator konten di YouTube, Valencia menggunakan pendekatan berbasis komunitas. Dia secara rutin membagikan edukasi skincare, tips perawatan kulit, hingga perjalanan membangun bisnis, sehingga menciptakan hubungan autentik dengan konsumen.
Menurut Valencia, prospek bisnis skincare masih sangat menjanjikan. Meski begitu, wanita lulusan Dongguk University, Seoul, Korea Selatan itu menyebut terus berinovasi adalah kunci untuk tetap bertahan di dunia skincare.
"Meskipun persaingannya ketat, kebutuhan masyarakat akan produk perawatan kulit tidak pernah berhenti, bahkan semakin meningkat," kata Valencia.
Hingga saat ini Harlette melalui PT Valencia Organika Global mampu memproduksi hingga lebih dari 200.000 pcs per bulan serta mempekerjakan puluhan karyawan.
Harlette sendiri juga tengah bersiap menembus pasar internasional. Amerika Serikat dan Eropa dipilih sebagai langkah awal ekspor, mengingat kedua wilayah tersebut merupakan pusat tren kecantikan dunia. "Kami ingin membuktikan kalau brand lokal dari Asia Tenggara, terutama Indonesia, bisa diterima secara global,”
ungkapnya.
Jika Harlette bisa diterima di pasar Eropa dan Amerika, Valen meyakini bahwa itu akan membuka jalan lebih luas bagi Harletter untuk dikenal sebagai brand global. “Selain itu market juga sudah melirik Asian beauty yang di mana ini juga menjadi peluang tersendiri untuk brand lokal seperti Harlette," terangnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Sosok muda di balik lahirnya brand ini adalah Valencia Nathania, seorang kreator konten sekaligus pengusaha yang berhasil mengubah pengalaman pribadi menjadi bisnis dengan prospek besar.
Valencia mendirikan Harlette Beauty pada 2019, berawal dari masalah kulit yang dia alami sendiri. Setelah menemukan formula yang tepat, Valen mulai memberanikan diri untuk memproduksi secara massal Harlette Beauty.
Baca juga: Potensi Besar Kosmetik Halal Indonesia di Pasar Global, Ekspor Capai US$486 Juta
"Saya tertarik mengembangkan bisnis skincare karena awalnya saya mengalami masalah kulit, khususnya jerawat. Dari pengalaman pribadi itu, saya mulai belajar tentang formulasi dan akhirnya melihat peluang besar di industri kecantikan," ungkap Valencia.
Mengusung konsep superfood skincare, Harlette hadir dengan formulasi yang aman, ramah di kulit, dan cocok digunakan untuk semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif. Menurut Valencia, keistimewaan Harlette terletak pada kombinasi clean beauty, inovasi formulasi, dan komunitas yang kuat.
Produk Harlette dibuat dengan konsep superfood skincare, yaitu menggunakan bahan-bahan kaya nutrisi seperti antioksidan, vitamin, dan ekstrak alami yang berfungsi layaknya “makanan bergizi” untuk kulit.
"Jadi tidak hanya sekadar skincare, tetapi juga memberi asupan gizi penting untuk kesehatan kulit jangka panjang," lanjut wanita yang memiliki lebih dari 850.000 subscribers di YouTube tersebut.
Salah satu rangkaian unggulan Harlette adalah produk berbahan dasar oat, termasuk serum dan facial wash. Inovasi ini menjadikan Harlette berbeda dari kebanyakan skincare lokal lain, karena oat dikenal efektif menenangkan sekaligus menutrisi kulit.
Dari sisi harga, Harlette menawarkan produk premium dengan kisaran Rp100.000 – Rp300.000, sehingga tetap bisa diakses konsumen luas tanpa mengorbankan kualitas.
"Harlette diformulasikan dengan sungguh-sungguh dan saya sangat yakin tidak akan kalah dengan produk luar dari segi kualitas. Selain itu, Asian-beauty juga sudah mulai dilirik terutama skincare dari Korea Selatan yang sudah banyak go global," ucap Valencia.
Strategi pemasaran Harlette juga unik. Sebagai kreator konten di YouTube, Valencia menggunakan pendekatan berbasis komunitas. Dia secara rutin membagikan edukasi skincare, tips perawatan kulit, hingga perjalanan membangun bisnis, sehingga menciptakan hubungan autentik dengan konsumen.
Menurut Valencia, prospek bisnis skincare masih sangat menjanjikan. Meski begitu, wanita lulusan Dongguk University, Seoul, Korea Selatan itu menyebut terus berinovasi adalah kunci untuk tetap bertahan di dunia skincare.
"Meskipun persaingannya ketat, kebutuhan masyarakat akan produk perawatan kulit tidak pernah berhenti, bahkan semakin meningkat," kata Valencia.
Hingga saat ini Harlette melalui PT Valencia Organika Global mampu memproduksi hingga lebih dari 200.000 pcs per bulan serta mempekerjakan puluhan karyawan.
Harlette sendiri juga tengah bersiap menembus pasar internasional. Amerika Serikat dan Eropa dipilih sebagai langkah awal ekspor, mengingat kedua wilayah tersebut merupakan pusat tren kecantikan dunia. "Kami ingin membuktikan kalau brand lokal dari Asia Tenggara, terutama Indonesia, bisa diterima secara global,”
ungkapnya.
Jika Harlette bisa diterima di pasar Eropa dan Amerika, Valen meyakini bahwa itu akan membuka jalan lebih luas bagi Harletter untuk dikenal sebagai brand global. “Selain itu market juga sudah melirik Asian beauty yang di mana ini juga menjadi peluang tersendiri untuk brand lokal seperti Harlette," terangnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.