Jenis-Jenis Cacing pada Kucing, Gejala dan Cara Mengobatinya
28 August 2025 |
14:00 WIB
Infeksi cacing parasit tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga hewan. Salah satunya adalah kucing, yang rentan mengalami masalah ini. Oleh sebab itu, Genhype perlu mengetahui tanda-tanda hewan kesayangannya cacingan agar dapat segera melakukan pertolongan dan kembali sehat.
Dikutip dari laman Petmd, ada berbagai penyebab kucing bisa terinfeksi cacing parasit. Pertama, karena telur cacing yang masuk ke dalam tubuhnya melalui berbagai cara, seperti menyusu induk yang terinfeksi, memakan binatang yang cacingan, atau menjilati bulunya yang telah terpapar dengan telur cacing.
Baca juga: Cat Lovers Wajib Tahu, Ini 5 Manfaat Psikologis dan Fisik Hidup Bersama Kucing
Kedua, kucing juga dapat menderita infeksi cacing parasit saat larva cacing menembus langsung ke dalam kulit melalui sela-sela jari kaki. Biasanya, jenis cacing parasit yang masuk ini berupa cacing cambuk.
Infeksi cacing parasit pada kucing tidak bisa hilang dengan sendirinya. Hal ini membuat Genhype perlu melakukan pengobatan untuk menghilangkannya dari dalam tubuh binatang kesayangan.
Jika tidak diobati, cacing dewasa dapat berkembang biak dan hidup selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Hal ini berpotensi menyebabkan bahaya serius bagi kesehatan hewan peliharaan.
Genhype pun perlu mengobatinya. Namun, sebelum itu, mengetahui Gejala kucing mengalami cacingan penting untuk diketahui. Berikut tanda kucing mengalami infeksi cacing parasit.
1. Diare atau tinja lunak
Kucing yang menderita infeksi cacing parasit biasanya mengalami diare. Jadi, Genhype yang memiliki kucing diare perlu merasa curiga. Genhype dapat melihat tinja yang dikeluarkan untuk mengetahui ada cacing atau tidak di dalamnya.
2. Muntah
Gejala lain yang mungkin menjadi petunjuk kucing mengalami cacingan adalah muntah. Dari muntahan itu, Genhype dapat memeriksa apakah ada cacing yang ikut keluar dari dalam tubuhnya.
3. Kurus
Ciri lain kucing Genhype menderita cacingan adalah kondisi tubuhnya yang kurus dan berat badannya mengalami penurunan. Hal ini dapat terjadi lantaran cacing dalam tubuh menyerap nutrisi makanan yang masuk, merusak saluran pencernaan, dan sebagainya.
4. Batuk atau kesulitan bernapas
Kucing yang menderita cacingan juga memiliki gejala batu atau kesulitan bernapas. Kondisi ini dapat terjadi ketika cacing dalam tubuh kucing sudah bermigrasi ke bagian paru-paru.
Selain cacing cambuk, ada beberapa jenis cacing lain yang sering menginfeksi kucing, antara lain:
Baca juga: 5 Drakor yang Dibintangi Choi Hee-jin, Si Kucing Sonya di Heavenly Ever After
Dikutip dari laman Petmd, ada berbagai penyebab kucing bisa terinfeksi cacing parasit. Pertama, karena telur cacing yang masuk ke dalam tubuhnya melalui berbagai cara, seperti menyusu induk yang terinfeksi, memakan binatang yang cacingan, atau menjilati bulunya yang telah terpapar dengan telur cacing.
Baca juga: Cat Lovers Wajib Tahu, Ini 5 Manfaat Psikologis dan Fisik Hidup Bersama Kucing
Kedua, kucing juga dapat menderita infeksi cacing parasit saat larva cacing menembus langsung ke dalam kulit melalui sela-sela jari kaki. Biasanya, jenis cacing parasit yang masuk ini berupa cacing cambuk.
Infeksi cacing parasit pada kucing tidak bisa hilang dengan sendirinya. Hal ini membuat Genhype perlu melakukan pengobatan untuk menghilangkannya dari dalam tubuh binatang kesayangan.
Jika tidak diobati, cacing dewasa dapat berkembang biak dan hidup selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Hal ini berpotensi menyebabkan bahaya serius bagi kesehatan hewan peliharaan.
Genhype pun perlu mengobatinya. Namun, sebelum itu, mengetahui Gejala kucing mengalami cacingan penting untuk diketahui. Berikut tanda kucing mengalami infeksi cacing parasit.
1. Diare atau tinja lunak
Kucing yang menderita infeksi cacing parasit biasanya mengalami diare. Jadi, Genhype yang memiliki kucing diare perlu merasa curiga. Genhype dapat melihat tinja yang dikeluarkan untuk mengetahui ada cacing atau tidak di dalamnya.
2. Muntah
Gejala lain yang mungkin menjadi petunjuk kucing mengalami cacingan adalah muntah. Dari muntahan itu, Genhype dapat memeriksa apakah ada cacing yang ikut keluar dari dalam tubuhnya.
3. Kurus
Ciri lain kucing Genhype menderita cacingan adalah kondisi tubuhnya yang kurus dan berat badannya mengalami penurunan. Hal ini dapat terjadi lantaran cacing dalam tubuh menyerap nutrisi makanan yang masuk, merusak saluran pencernaan, dan sebagainya.
4. Batuk atau kesulitan bernapas
Kucing yang menderita cacingan juga memiliki gejala batu atau kesulitan bernapas. Kondisi ini dapat terjadi ketika cacing dalam tubuh kucing sudah bermigrasi ke bagian paru-paru.
Jenis-Jenis Cacing Parasit pada Kucing
Selain cacing cambuk, ada beberapa jenis cacing lain yang sering menginfeksi kucing, antara lain:
- Cacing gelang (roundworm/Ascarid) – Jenis cacing yang paling umum, sering terlihat di kotoran atau muntahan kucing.
- Cacing pita (tapeworm) – Biasanya menular lewat kutu yang terinfeksi; potongan cacing bisa terlihat seperti butiran beras di sekitar anus kucing.
- Cacing tambang (hookworm) – Hidup di usus kecil dan bisa menyebabkan anemia parah.
- Cacing paru-paru (lungworm) – Menginfeksi saluran pernapasan, menimbulkan batuk kronis.
Baca juga: 5 Drakor yang Dibintangi Choi Hee-jin, Si Kucing Sonya di Heavenly Ever After
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.