Pemain Golf Dunia Siap Unjuk Gigi dan Berebut Takhta di Mandiri Indonesia Open 2025
27 August 2025 |
18:18 WIB
Turnamen golf profesional Mandiri Indonesia Open 2025 siap digelar pada 28-31 Agustus di Pondok Indah Golf Course, Jakarta. Ajang prestisius ini akan mempertemukan 150 pegolf profesional dengan total hadiah senilai US$500.000 atau sekitar Rp8,15 miliar, dalam atmosfer persaingan yang panas.
Tidak hanya soal hadiah utama senilai US$90.000 (sekitar Rp1,5 miliar), turnamen ini juga menyimpan gengsi besar. Sebab, bagi banyak pemain golf, Mandiri Indonesia Open bukan sekadar kompetisi, melainkan arena pembuktian diri di level tertinggi dan mempertahankan gelar.
Salah satu sorotan utama datang dari Steve Lewton. Juara bertahan asal Inggris itu, sebelumnya dua kali finis di posisi kedua (T2) pada 2022 dan 2023. Setelah meraih gelar perdana Asian Tour-nya di Indonesia Open 2024, dia pun mempertahankan gelar sekaligus menebus kegagalan masa lalu.
“Menjuarai Mandiri Indonesia Open 2024 memberikan kenangan terbesar dalam karier saya. Namun di 2025, ambisi saya lebih besar lagi. Saya ingin membuktikan bisa kembali bersaing dan bahkan melampaui hasil-hasil sebelumnya di Pondok Indah,” papar Lewton saat jumpa pers di Jakarta, Rabu, (27/8/25).
Baca juga: Hypereport: Ketika Golf Jadi Standar Gaya Hidup & Hobi Anak Muda
Namun, tantangan Lewton tidak ringan. Rival baru sudah menunggu, salah satunya Ryan Peake dari Australia. Pegolf kidal berusia 32 tahun ini langsung mencuri perhatian setelah menjuarai New Zealand Open 2025 yang menjadi bagian dari Asian Tour.
Kendati baru pertama kali turun di Indonesia Open, Peake jelas tidak ingin sekadar menjadi penggembira. Pegolf yang pernah menjadi anggota geng motor itu juga tak bisa dianggap remeh. Terlebih ini juga menjadi momen debitnya untuk unjuk gigi.
“Ini debut saya di Indonesia, dan saya ingin memanfaatkannya sebaik mungkin. Kompetisi seperti ini adalah panggung untuk menunjukkan kapasitas, dan saya siap bersaing dengan pegolf-pegolf terbaik Asia,” kata Peake.
Sementara itu, tuan rumah Indonesia juga tak mau kalah. Dua nama muda, Gabriel Hansel Hari dan Randy Arbenata Mohamad Bintang, siap membawa harapan publik Tanah Air. Keduanya digadang juga bakala membuat ajang ini semakin meriah.
Hansel yang baru menyandang status profesional, juga memiliki kenangan manis di Indonesia Open 2023 ketika menjadi Low Amateur. Kini, dengan pengalaman itu, dia bertekad mengulang pencapaian serupa di level yang lebih tinggi.
“Saya pernah mencatat skor terbaik amatir di sejarah turnamen ini. Itu jadi motivasi besar untuk tampil lebih baik lagi di 2025,” kata Hansel, yang merupakan alumnus University of Oregon.
Randy pun datang dengan rasa percaya diri. Baru saja menjuarai Kejurnas Amatir Golf dan MPIIAGC 2025, pegolf 21 tahun ini ingin menembus batas pribadi. Ambisinya tahun ini adalah mencetak skor terbaik Low Amateur sekaligus membuktikan diri bisa bersaing dengan para profesional.
Dengan dukungan Asian Tour dan PGA Tour of Indonesia, Mandiri Indonesia Open 2025 akan menampilkan 150 pegolf dengan format stroke play 72 hole. Dari jumlah itu, 35 pegolf Indonesia, yang terdiri dari 23 profesional dan 12 amatir juga akan turun berkompetisi.
Baca juga: Jadi Simbol Gaya Hidup, Begini Teknik Dasar Bermain Golf untuk Pemula
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Tidak hanya soal hadiah utama senilai US$90.000 (sekitar Rp1,5 miliar), turnamen ini juga menyimpan gengsi besar. Sebab, bagi banyak pemain golf, Mandiri Indonesia Open bukan sekadar kompetisi, melainkan arena pembuktian diri di level tertinggi dan mempertahankan gelar.
Salah satu sorotan utama datang dari Steve Lewton. Juara bertahan asal Inggris itu, sebelumnya dua kali finis di posisi kedua (T2) pada 2022 dan 2023. Setelah meraih gelar perdana Asian Tour-nya di Indonesia Open 2024, dia pun mempertahankan gelar sekaligus menebus kegagalan masa lalu.
“Menjuarai Mandiri Indonesia Open 2024 memberikan kenangan terbesar dalam karier saya. Namun di 2025, ambisi saya lebih besar lagi. Saya ingin membuktikan bisa kembali bersaing dan bahkan melampaui hasil-hasil sebelumnya di Pondok Indah,” papar Lewton saat jumpa pers di Jakarta, Rabu, (27/8/25).
Baca juga: Hypereport: Ketika Golf Jadi Standar Gaya Hidup & Hobi Anak Muda
Namun, tantangan Lewton tidak ringan. Rival baru sudah menunggu, salah satunya Ryan Peake dari Australia. Pegolf kidal berusia 32 tahun ini langsung mencuri perhatian setelah menjuarai New Zealand Open 2025 yang menjadi bagian dari Asian Tour.
Kendati baru pertama kali turun di Indonesia Open, Peake jelas tidak ingin sekadar menjadi penggembira. Pegolf yang pernah menjadi anggota geng motor itu juga tak bisa dianggap remeh. Terlebih ini juga menjadi momen debitnya untuk unjuk gigi.
“Ini debut saya di Indonesia, dan saya ingin memanfaatkannya sebaik mungkin. Kompetisi seperti ini adalah panggung untuk menunjukkan kapasitas, dan saya siap bersaing dengan pegolf-pegolf terbaik Asia,” kata Peake.
Sementara itu, tuan rumah Indonesia juga tak mau kalah. Dua nama muda, Gabriel Hansel Hari dan Randy Arbenata Mohamad Bintang, siap membawa harapan publik Tanah Air. Keduanya digadang juga bakala membuat ajang ini semakin meriah.
Hansel yang baru menyandang status profesional, juga memiliki kenangan manis di Indonesia Open 2023 ketika menjadi Low Amateur. Kini, dengan pengalaman itu, dia bertekad mengulang pencapaian serupa di level yang lebih tinggi.
“Saya pernah mencatat skor terbaik amatir di sejarah turnamen ini. Itu jadi motivasi besar untuk tampil lebih baik lagi di 2025,” kata Hansel, yang merupakan alumnus University of Oregon.
Randy pun datang dengan rasa percaya diri. Baru saja menjuarai Kejurnas Amatir Golf dan MPIIAGC 2025, pegolf 21 tahun ini ingin menembus batas pribadi. Ambisinya tahun ini adalah mencetak skor terbaik Low Amateur sekaligus membuktikan diri bisa bersaing dengan para profesional.
Dengan dukungan Asian Tour dan PGA Tour of Indonesia, Mandiri Indonesia Open 2025 akan menampilkan 150 pegolf dengan format stroke play 72 hole. Dari jumlah itu, 35 pegolf Indonesia, yang terdiri dari 23 profesional dan 12 amatir juga akan turun berkompetisi.
Baca juga: Jadi Simbol Gaya Hidup, Begini Teknik Dasar Bermain Golf untuk Pemula
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.