Ilustrasi lupa (Sumber gambar: Freepik)

Sering Lupa Bukan Selalu karena Usia, Ini 12 Penyebab yang Perlu Diwaspadai

27 August 2025   |   07:30 WIB
Image
Tiffany Syabillah Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Pernahkah tiba-tiba lupa meletakkan kunci, atau sulit mengingat percakapan yang baru saja terjadi? Kondisi seperti ini wajar sesekali dialami, terutama saat tubuh lelah atau pikiran sedang penuh. Namun, jika keluhan lupa terjadi terlalu sering, bisa jadi ada faktor kesehatan yang mendasarinya.

Gangguan daya ingat tidak hanya berkaitan dengan proses penuaan. Berbagai kondisi fisik maupun mental dapat memengaruhi kemampuan otak menyimpan informasi. Beberapa penyebab masih bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup, seperti menjaga pola tidur atau asupan nutrisi, sementara sebagian lainnya membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Baca Juga: Mimpi Buruk, Apakah Berhubungan dengan Kesehatan?

Memahami penyebab hilangnya ingatan penting agar kita bisa segera mengambil langkah pencegahan atau mencari pertolongan medis bila diperlukan. Menurut Verywell Health, berikut adalah sejumlah kondisi yang diketahui dapat memengaruhi daya ingat.

 

1. Masalah Tiroid

Kelenjar tiroid berbentuk kupu-kupu yang terletak di leher depan berperan menghasilkan hormon penting bagi perkembangan otak dan fungsi memori. Saat tiroid memproduksi hormon terlalu banyak (hipertiroidisme) atau terlalu sedikit (hipotiroidisme), kemampuan mengingat dan berkonsentrasi bisa terganggu, bahkan menimbulkan sensasi “brain fog”.
 

2. Gangguan Tidur

Tidur adalah fase penting untuk memproses memori. Gangguan seperti sleep apnea obstruktif maupun insomnia dapat merusak proses tersebut, sehingga otak kesulitan menyimpan informasi. Kurang tidur juga berdampak saat terjaga, misalnya menurunkan kemampuan merencanakan, mengatur waktu, dan mengambil keputusan.
 

3. Infeksi

Infeksi dapat mengganggu fungsi kognitif. Kajian tahun 2022 tentang COVID-19 menunjukkan infeksi virus bisa berdampak pada memori. Penelitian lain juga menemukan infeksi bakteri berpotensi memicu peradangan di otak yang mengganggu pembentukan memori.
 

4. Menopause

Menopause ditandai dengan berhentinya menstruasi selama 12 bulan berturut-turut, seiring turunnya hormon estrogen dan progesteron. Karena estrogen berperan melindungi otak, penurunannya kerap membuat perempuan mengalami gangguan memori. Gejala ini bisa berlangsung hingga bertahun-tahun, meski umumnya membaik setelah menopause selesai.
 

5. Kekurangan Nutrisi

Pola makan sangat memengaruhi kesehatan otak. Asupan tinggi lemak jenuh atau kekurangan vitamin penting, seperti vitamin B12, dapat menimbulkan masalah belajar dan mengingat. Vitamin B12 banyak terdapat pada makanan hewani seperti telur dan daging, sehingga orang dengan diet tertentu atau gangguan pencernaan lebih berisiko mengalaminya.
 

6. Obat-obatan Tertentu

Sejumlah obat memiliki efek samping yang mengganggu memori dan kejernihan berpikir. Di antaranya adalah obat antikecemasan, antihistamin, anti-kejang, obat untuk mengontrol kandung kemih, pereda nyeri opioid, obat tidur, dan antidepresan trisiklik.
 

7. Stroke dan Silent Stroke

Stroke terjadi akibat sumbatan atau perdarahan pembuluh darah di otak, yang bisa menimbulkan kerusakan permanen pada fungsi memori. Ada juga silent infarct atau stroke tanpa gejala nyata, yang diperkirakan dialami 10–30% populasi dan terbukti meningkatkan risiko gangguan kognitif.
 

8. Penyakit Kardiovaskular

Penyakit jantung dan pembuluh darah menyumbang sekitar 25% kasus gangguan kognitif. Hipertensi, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung iskemik merupakan faktor risiko yang dapat memperburuk daya ingat.
 

9. Cedera Kepala

Cedera otak traumatis (traumatic brain injury/TBI) akibat benturan, termasuk gegar otak, dapat memengaruhi fungsi memori. Pemeriksaan medis perlu dilakukan bila keluhan ini berlangsung setelah cedera.
 

10. Konsumsi Alkohol dan Tembakau

Alkohol dapat melemahkan memori jangka pendek, dan konsumsi berlebihan dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan otak. Sementara itu, rokok mengganggu aliran darah ke otak sehingga proses pembentukan memori ikut terhambat.
 

11. Gangguan Kesehatan Mental

Stres, kecemasan, dan depresi terbukti menghambat fokus serta pembentukan memori. Obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi kondisi ini pun kadang berdampak pada fungsi otak.
 

12. Penuaan

Menua adalah faktor alami yang membuat otak mengecil dan komunikasi antar-neuron melambat. Akibatnya, tugas kompleks bisa butuh waktu lebih lama. Namun, penelitian menunjukkan orang lanjut usia tetap bisa mempelajari hal baru, hanya dengan proses yang sedikit lebih lambat.

 

Cara Mencegah dan Mengatasi Lupa


Olahraga teratur, pola makan bergizi, dan tidur cukup adalah kunci utama menjaga daya ingat. Membuat jadwal harian, menulis catatan penting, hingga melakukan permainan otak seperti teka-teki silang dapat membantu otak tetap aktif.

Jika keluhan lupa semakin sering terjadi hingga mengganggu aktivitas, segera konsultasikan ke tenaga medis. Terutama jika mulai sering tersesat di tempat familiar, bingung mengenali orang atau waktu, kesulitan merawat diri, atau terus mengulang pertanyaan yang sama.

Baca Juga: Manfaat Olahraga Padel, Bisa Turunkan Berat Badan Hingga Jaga Kesehatan Mental

SEBELUMNYA

Film Tukar Takdir Tayang 2 Oktober, Drama Petaka Pesawat Dibintangi Nicholas Saputra

BERIKUTNYA

Rekomendasi 8 Film Baru Siap Tayang di Bioskop Pekan ini, Cek Sinopsisnya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: