Indy, anjing pemeran utama film Good Boy (Sumber gambar: IFC Films)

Film Good Boy Hadirkan Teror dari Sudut Pandang Seekor Anjing

20 August 2025   |   12:11 WIB
Image
Tiffany Syabillah Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Napas segar berhembus di kancah dunia perfilman. Sebuah film bernuansa horor berjudul Good Boy (2025) karya Ben Leonberg, menghadirkan sudut pandang yang berbeda dari biasanya. Jika umumnya film horor disuguhkan dari perspektif manusia, film tersebut hadir dari sudut pandang seekor anjing peliharaan. 

Film ini berkisah tentang seekor anjing bernama Indy yang baru saja berpindah ke Todd dan keluarga. Dia menemukan keluarga tempatnya ia berada terancam akan keberadaan entitas supranatural. Oleh karena itu, sang anjing yang berani merasa harus melindungi orang-orang kesayangannya.

Disutradarai oleh Ben Leonberg, film indie ini ditulis oleh Alex Cannon dan berada di bawah naungan Independent Film Company (IFC Films) serta Shudder. Sebelum rencana tayang di layar lebar, Good Boy tayang perdana pada Maret lalu di ajang SXSW Film & TV Festival. 

Baca juga: Film Horor Dia Bukan Ibu Karya Randolph Zaini Berkompetisi di Fantastic Fest 2025 

Indy turut memenangkan nominasi yang baru pertama ada di SXSW Award yaitu “Howl of Fame” atas perannya yang luar biasa. Juri SXSW menyatakan lewat sudut pandang yang unik dan autentik dalam genre horor, anjing ini menampilkan akting yang natural sekaligus bikin merinding.

Reaksi Indy terhadap hal-hal gaib membuat rumah yang biasa saja bisa terasa menegangkan dan menyeramkan. Indy dan pemiliknya mengingatkan kita bahwa meskipun kegelapan siap menguasai kita, kasih sayang seekor anjing tidak pernah ada habisnya. 

Adapun, Indy sebagai pemeran utama berlaga bersama Larry Fessenden, Arielle Friedman, Shane Jensen, Anya Krawcheck, dan Stuart Rudin. 

Leonberg mengungkapkan, proses produksi Good Boy tidak semudah film-film yang wholesome dan bersenang-senang. Pada wawancara kepada Filmmaker Magazine, Leonberg mengatakan, “Ini bukan seperti [film] Air Bud atau Lassie di mana anjingnya terlihat bahagia dan berakting untuk mendapatkan makanan atau mendengarkan pelatih di luar kamera". 

Dia mengatakan, tujuannya adalah membuat Indy berperilaku secara realistis sebisa mungkin, walaupun ceritanya bercampur dengan kejadian-kejadian gaib atau tidak masuk akal. Sang anjing tidak dipancing dengan suara atau diarahkan pikiran abstraknya, tetapi oleh naluri, perasaan, dan penalaran sederhana.

“Saya rasa semua orang yang pernah punya hewan peliharaan pasti pernah bertanya-tanya atau bahkan khawatir, kenapa anjing mereka menggonggong tanpa alasan atau menatap ke sudut kosong. Kami ingin menjadikan hal itu sebagai inti cerita film dan memutarnya menjadi sebuah film rumah berhantu,” ujar Leonberg, melansir dari wawancaranya bersama Deadline di SXSW Studio.

Leonberg bersama istrinya, Kari Fischer, yang juga menjadi produser, menggunakan rumah mereka sendiri sekaligus menjadi pemeran pengganti selama tiga tahun demi menyesuaikan jadwal syuting Indy. Secara keseluruhan, proses produksi berlangsung selama 400 hari dan membutuhkan kesabaran ekstra, mengingat Indy bukanlah aktor hewan terlatih.

Setelah mendapat sambutan hangat pada pemutaran perdana yang tiketnya habis terjual di SXSW, Good Boy melanjutkan perjalanan festival dengan tampil di Overlook Film Festival di New Orleans.

Di sana, jumlah layar penayangannya ditambah dari satu menjadi tiga untuk memenuhi permintaan penonton, dan berhasil meraih honorable mention untuk kategori Film Terseram. Film ini juga diputar di Calgary Underground Film Festival. 

Baca juga: Sinopsis Film Horor Weapons, Misteri Hilangnya 17 Siswa SD Maybrook di Malam Hari 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

Putu Fajar Arcana Tampilkan 34 Lukisan Hasil Healing di Pameran Chromatica

BERIKUTNYA

Sejarah Pickleball, Olahraga asal Amerika Serikat yang Mirip Padel

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga