Bangkit Usai PHK, Usaha Digital dan Bisnis Rumahan Jadi Jalan Keluar
19 August 2025 |
09:30 WIB
Pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) mayoritas tidak siap secara mental dan ekonomi. Namun daripada larut dalam kesedihan, menurut konsultan bisnis dari Managing Partner Inventure Yuswohady, sebaiknya segera bangkit dengan mencari peluang usaha baru.
Langkah pertama yang bisa dilakukan yakni mengambil pekerjaan sesuai dengan kompetensi yang sekarang dimiliki atau manfaatkan jaringan pertemanan untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Bila tak lagi memiliki kualifikasi untuk bekerja kantoran, Yuswohady menyarankan agar memilih usaha dengan modal minim, bahkan kalau bisa tanpa modal.
Baca juga: Rekomendasi Peluang Bisnis Pertanian Rumahan Penghasil Cuan
“Seperti dropshipping, content creator, digital marketing, reseller, sebenarnya banyak pekerjaan di digital yang enggak perlu modal besar,” ujarnya kepada Hypeabis.id, beberapa waktu lalu.
Pekerjaan yang mengandalkan kemahiran digital ini sangat cocok terutama bagi generasi sandwich karena tidak membutuhkan modal besar. Yuswohady menilai resiko bisnis yang dihadapi usaha ini terbilang rendah dengan tingkat kecepatan menghasilkannya cukup besar, dan peluangnya juga luas.
Selain itu, sebaiknya memilih pekerjaan atau usaha yang secara waktu fleksibel dan bisa dikerjakan dari jarak jauh seperti bisnis rumahan seperti binatu, katering, warung sembako, hingga edukasi. Yuswohady menyampaikan faktor ini penting untuk mengurangi stress karena mereka yang baru terkena PHK terbilang tengah menata hidupnya kembali.
A. Nafis menjadi salah satu pekerja yang gerak cepat meningkatkan peluang usaha usai terkena PHK. Dia kini fokus membesarkan bisnis kudapan rumahannya, Hummi Pudding & Dessert. "Hitung-hitung ikhtiar memperbaiki nasib biar enggak terus-terusan jadi buruh. Apalagi sekarang cari kerja cukup sulit," sebutnya.
Sejatinya, usaha kudapan ini sudah hampir 3 tahun dikelola istrinya. Namun, pengelolaannya selama ini terbilang tidak maksimal karena sang istri juga harus mengurus anak dan domestik rumah tangga sendirian. Dengan tiba-tiba menjadi pengangguran, kini Nafis meluangkan waktunya secara penuh membantu menjalankan usaha rumahannya.
Omset Hummi Pudding & Dessert lantas naik usai Nafis terjun secara penuh pada bisnis rumahan ini.. Tak ada lagi orderan yang ditolak dan setiap hari selalu ada permintaan dari pelanggan, walaupun kuantitasnya masih fluktuatif.
"Apalagi sekarang tenaga kerjanya sudah bertambah satu, ditambah lagi BU [butuh uang] karena sudah enggak dapat gaji dari perusahaan lagi," tuturnya seraya tertawa.
Mantan pekerja kantoran ini juga sedang mempertimbangkan untuk membuka kios atau outlet sering banyaknya permintaan yang datang. Hummi Pudding & Dessert yang bermodalkan kurang dari Rp1 juta ini terus mengembangkan dan menambah varian dessert, terutama yang ramah pengiriman.
Adapun produk unggulan usaha rumahannya saat ini adalah puding kostum untuk hampers hingga acara ulang tahun. "Jadi nanti produknya tidak hanya puding, tapi akan banyak aneka dessert dan kudapan yang beda," imbuhnya.
Selain itu, dia juga berencana membuat kelas puding. Pasalnya, sudah banyak followers Hummi Pudding & Dessert di media sosial yang tertarik belajar membuat kudapan ini.
Ya, selama ini Nafis dan istri memanfaatkan media sosial untuk menarik pelanggan. Menurutnya, cara ini paling efektif untuk memperluas pasar. Selain itu, dia bisa mendapat konsumen baru dari jaringan teman yang menghadiahkan produk Hummi Pudding & Dessert untuk kolega atau keluarganya.
Konsumen dari jaringan pertemanan atau rekan di kantor sebelumnya juga ada, tetapi jumlahnya sedikit. "Masih jauh lebih banyak konsumen yang terjaring lewat iklan di media sosial," sebutnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Langkah pertama yang bisa dilakukan yakni mengambil pekerjaan sesuai dengan kompetensi yang sekarang dimiliki atau manfaatkan jaringan pertemanan untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Bila tak lagi memiliki kualifikasi untuk bekerja kantoran, Yuswohady menyarankan agar memilih usaha dengan modal minim, bahkan kalau bisa tanpa modal.
Baca juga: Rekomendasi Peluang Bisnis Pertanian Rumahan Penghasil Cuan
“Seperti dropshipping, content creator, digital marketing, reseller, sebenarnya banyak pekerjaan di digital yang enggak perlu modal besar,” ujarnya kepada Hypeabis.id, beberapa waktu lalu.
Pekerjaan yang mengandalkan kemahiran digital ini sangat cocok terutama bagi generasi sandwich karena tidak membutuhkan modal besar. Yuswohady menilai resiko bisnis yang dihadapi usaha ini terbilang rendah dengan tingkat kecepatan menghasilkannya cukup besar, dan peluangnya juga luas.
Selain itu, sebaiknya memilih pekerjaan atau usaha yang secara waktu fleksibel dan bisa dikerjakan dari jarak jauh seperti bisnis rumahan seperti binatu, katering, warung sembako, hingga edukasi. Yuswohady menyampaikan faktor ini penting untuk mengurangi stress karena mereka yang baru terkena PHK terbilang tengah menata hidupnya kembali.
A. Nafis menjadi salah satu pekerja yang gerak cepat meningkatkan peluang usaha usai terkena PHK. Dia kini fokus membesarkan bisnis kudapan rumahannya, Hummi Pudding & Dessert. "Hitung-hitung ikhtiar memperbaiki nasib biar enggak terus-terusan jadi buruh. Apalagi sekarang cari kerja cukup sulit," sebutnya.
Sejatinya, usaha kudapan ini sudah hampir 3 tahun dikelola istrinya. Namun, pengelolaannya selama ini terbilang tidak maksimal karena sang istri juga harus mengurus anak dan domestik rumah tangga sendirian. Dengan tiba-tiba menjadi pengangguran, kini Nafis meluangkan waktunya secara penuh membantu menjalankan usaha rumahannya.
Omset Hummi Pudding & Dessert lantas naik usai Nafis terjun secara penuh pada bisnis rumahan ini.. Tak ada lagi orderan yang ditolak dan setiap hari selalu ada permintaan dari pelanggan, walaupun kuantitasnya masih fluktuatif.
"Apalagi sekarang tenaga kerjanya sudah bertambah satu, ditambah lagi BU [butuh uang] karena sudah enggak dapat gaji dari perusahaan lagi," tuturnya seraya tertawa.
Mantan pekerja kantoran ini juga sedang mempertimbangkan untuk membuka kios atau outlet sering banyaknya permintaan yang datang. Hummi Pudding & Dessert yang bermodalkan kurang dari Rp1 juta ini terus mengembangkan dan menambah varian dessert, terutama yang ramah pengiriman.
Adapun produk unggulan usaha rumahannya saat ini adalah puding kostum untuk hampers hingga acara ulang tahun. "Jadi nanti produknya tidak hanya puding, tapi akan banyak aneka dessert dan kudapan yang beda," imbuhnya.
Selain itu, dia juga berencana membuat kelas puding. Pasalnya, sudah banyak followers Hummi Pudding & Dessert di media sosial yang tertarik belajar membuat kudapan ini.
Ya, selama ini Nafis dan istri memanfaatkan media sosial untuk menarik pelanggan. Menurutnya, cara ini paling efektif untuk memperluas pasar. Selain itu, dia bisa mendapat konsumen baru dari jaringan teman yang menghadiahkan produk Hummi Pudding & Dessert untuk kolega atau keluarganya.
Konsumen dari jaringan pertemanan atau rekan di kantor sebelumnya juga ada, tetapi jumlahnya sedikit. "Masih jauh lebih banyak konsumen yang terjaring lewat iklan di media sosial," sebutnya.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.