Film Merah Putih: One For All. (Sumber gambar: 21CinePlex)

Pakar Animasi Sebut Film Seperti Merah Putih: One For All Tak Akan Ada Lagi Tahun Depan

17 August 2025   |   22:00 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Film animasi Merah Putih: One For All menuai sorotan masyarakat Indonesia lebih dari sepekan terakhir. Salah satu yang banyak dikomentari yakni kualitas visualnya yang dinilai sangat kurang jika mengikuti perkembangan teknologi animasi, selain beberapa adegan yang dianggap kurang masuk akal.

VFX artist Andre Surya mengatakan, film dengan kualitas seperti Merah Putih: One For All kemungkinan tidak akan lagi pada tahun depan seiring perkembangan teknologi artificial intelligence (AI). “Sudah nggak akan ada lagi ya, kecuali untuk lucu-lucuan kayak gini, karena nanti pada pakai AI semua. Jadi, menurut saya tahun ini, tahun terakhir ada begini-beginian sih,” ujarnya kepada Hypeabis.id, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Cek Jumlah Penonton Hari Pertama Film Animasi Merah Putih: One For All, Seberapa Banyak?

Founder Enspire School of Digital Art (ESDA) itu menyampaikan industri animasi akan mengalami perubahan besar pada 2026 dengan kehadiran teknologi AI yang berkembang kian masif. Bahkan Hollywood saja katanya sedang ketar-ketir memantau perkembangan AI yang bisa mengancam dunia perfilman, termasuk animasi. 

Dengan teknologi ini, dia memprediksi film animasi Indonesia bisa memiliki kualitas yang jauh mumpuni, bahkan sekelas animasi buatan Pixar Animation Studios. Cukup 1 bulan dengan melibatkan tiga orang dan biaya Rp15 juta untuk menghasilkan animasi dengan kualitas dengan bantuan AI. 

Ditambah dengan musik, kemungkinan anggarannya mencapai Rp50 juta, masih efisien jika dibandingkan memproduksi animasi secara manual. “Orang-orang biasa bisa bikin film sebagus Avengers : Endgame, hanya tiga orang. Sesakti itu AI,” sebut pria yang sempat terlibat dalam film Transformer, Terminator, hingga Star Trek itu.

Andre menyampaikan bahwa saat ini, untuk membuat film animasi yang proper memang dibutuhkan waktu setidaknya 5 tahun dengan melibatkan 500 orang, termasuk animator di dalamnya. Pembuatannya juga terbilang ribet. 

Animator harus membuat dahulu karakternya, terutama jika dibuat perusahaan animasi besar. “Itu pasti buat dari nol. Dibikin karakternya, direvisi bentuk matanya, bentuk matanya, nggak beli. Biasanya film-film seperti Frozen, Moana, bahkan Jumbo juga bikin sendiri,” imbuhnya. 

Mulai pra-production, storyboard, konsep, modeling, karakter, environment, color grading, editing dengan memasukkan latar musik dan efek, semua dikerjakan secara manual. Selain waktu yang lama dengan melibatkan ratusan orang, anggaran yang dihabiskan juga besar, setidaknya butuh Rp1 miliar. 

Degan keharusan AI, proses pembuatan film animasi maupun genre lainnya bisa menjadi lebih murah dan cepat. Oleh karena itu, dia berharap pemerintah peduli tentang perkembangan AI ini. Jika tidak, perfilman Indonesia pasti akan kalah dengan negara lain.

Kehadiran AI juga bisa menjadi kesempatan emas untuk Indonesia mengembangkan lebih banyak properti intelektual (IP). “Jadi bikin IP sekarang, pemerintah nggak perlu memberikan dana terlalu besar. Investasinya nggak kayak dulu,” jelasnya.

Andre mengaku saat ini sedang mempelajari AI dan menerapkan di sekolahnya. ESDA bahkan mengubah haluan dari sekolah 3D animasi menjadi gaming. 

Bila dahulu siswa belajar animasi selama 6 bulan, kini hanya butuh waktu 3 bulan dan selama 3 hari murid ESDA akan fokus belajar AI. “Jadi, kita ajarin basic animasi, supaya orang yang pakai AI itu gak bingung. Nanti yang susah-susah, di-takeover AI,” imbuhnya. 

Kehadiran AI menurutnya tidak bisa dibendung. Para animator katanya harus mulai mengadopsi dan belajar lebih dalam teknologi kecerdasan buatan ini agar bisa bertahan di industri animasi maupun film.

Baca juga: Gaduh Merah Putih: One For All, Segini Biaya Ideal & Tahapan Produksi Film Animasi

SEBELUMNYA

Busana Adat Prabowo-Gibran di Upacara Penurunan Bendera Pusaka HUT ke-80 RI

BERIKUTNYA

Film Horor Dia Bukan Ibu Karya Randolph Zaini Berkompetisi di Fantastic Fest 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga