LAKON Indonesia Bawa Koleksi Tenun NTB ke Osaka World Expo 2025
18 August 2025 |
06:00 WIB
Jenama fesyen lokal, LAKON Indonesia kembali menorehkan langkah besar di panggung internasional dengan tampil di Osaka World Expo 2025, Kansai, Jepang, salah satu ajang bergengsi dunia yang menjadi sorotan global. Melalui kekuatan desain, craftsmanship, dan narasi budaya, mereka mempersembahkan karya yang mengangkat warisan tekstil Nusantara ke mata dunia.
LAKON Indonesia mengeksplorasi kekayaan warisan tenun dari Nusa Tenggara Barat, dengan memadukan teknik tradisional dan sentuhan desain kontemporer. Berkolaborasi dengan Comfiknit, brand asal Hong Kong yang dikenal dengan inovasi tekstil berkelanjutan.
Baca juga: Saroengan Kreasikan Sarung dalam Wajah Fesyen Modern Lewat Koleksi Bayang
"Kolaborasi ini lahir dari konsistensi membangun ekosistem fesyen yang kreatif dan berdaya saing. Ini bukti bahwa usaha kami mendapat pengakuan global," ujar Thresia Mareta, pendiri LAKON Indonesia sekaligus Advisor JF3, dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (17/8/2025).
Koleksi tersebut ditampilkan di Unified Diversity Fashion Show - SOROYURU. Adapun Soroyuru berarti "harmoni dalam perbedaan" dalam bahasa Jepang. Fashion show tersebut mempertemukan koleksi dari sembilan negara, menjadi perayaan mode di mana tradisi bertemu inovasi. Acara ini diselenggarakan oleh Jellyfish Pavilion dan berlangsung di WASSE (Expo Exhibition Centre).
"Bagi kami, Soroyuru adalah lebih dari sekadar presentasi karya. Kami membawa identitas Indonesia ke panggung global, ikut menulis cerita tentang keberagaman. Saat budaya saling menghargai, yang terlahir bukan hanya keindahan, tetapi juga harapan akan masa depan yang lebih harmonis," tambah Thresia.
Selain tampil di Soroyuru, LAKON Indonesia bersama JF3 Fashion Festival menghadirkan tiga brand alumni PINTU Incubator: Senses, Apakabar, dan Fuguku dalam rolling exhibition pada 4-10 Agustus 2025 di Paviliun Indonesia. Sebanyak 12 koleksi unggulan ditampilkan, memadukan desain, keterampilan tangan, dan nilai budaya Indonesia.
Sejalan dengan partisipasi ini, dihadirkan juga pop-up store di Lucua Umeda, salah satu pusat perbelanjaan premium di Osaka, dari 7 hingga 13 Agustus 2025. Ini memberikan kesempatan bagi publik Jepang untuk merasakan langsung kualitas dan karakter desain LAKON, sekaligus memperkuat positioning brand di pasar internasional.
Pada ajang ini, Thresia Mareta tampil bersama desainer ternama Jepang, Shinshiro Mizuno, sebagai perancang busana Soroyuru. Mizuno dikenal pernah bekerja dengan Givenchy, Hanaemori, Yuki Tori, John Galliano, dan Alexander McQueen, serta memiliki brand[fuse] dan brand gaun pengantin berlisensi Givenchy.
Kehadiran LAKON Indonesia di Osaka World Expo 2025 bukan hanya sebuah pencapaian artistik, tetapi juga sebuah pernyataan bahwa warisan budaya Indonesia dapat berdialog dengan dunia melalui bahasa mode yang universal. Dari tangan para perajin hingga sorotan lampu panggung internasional, setiap karya membawa pesan tentang identitas, keberagaman, dan masa depan yang berkelanjutan.
Baca juga: Sroja Warna Indonesia Kenalkan BLEE, Merek Fesyen Streetwear Bergaya Edgy
LAKON Indonesia mengeksplorasi kekayaan warisan tenun dari Nusa Tenggara Barat, dengan memadukan teknik tradisional dan sentuhan desain kontemporer. Berkolaborasi dengan Comfiknit, brand asal Hong Kong yang dikenal dengan inovasi tekstil berkelanjutan.
Baca juga: Saroengan Kreasikan Sarung dalam Wajah Fesyen Modern Lewat Koleksi Bayang
"Kolaborasi ini lahir dari konsistensi membangun ekosistem fesyen yang kreatif dan berdaya saing. Ini bukti bahwa usaha kami mendapat pengakuan global," ujar Thresia Mareta, pendiri LAKON Indonesia sekaligus Advisor JF3, dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (17/8/2025).
_crop.jpg)
Koleksi LAKON Indonesia (Sumber Foto: LAKON)
Koleksi tersebut ditampilkan di Unified Diversity Fashion Show - SOROYURU. Adapun Soroyuru berarti "harmoni dalam perbedaan" dalam bahasa Jepang. Fashion show tersebut mempertemukan koleksi dari sembilan negara, menjadi perayaan mode di mana tradisi bertemu inovasi. Acara ini diselenggarakan oleh Jellyfish Pavilion dan berlangsung di WASSE (Expo Exhibition Centre).
"Bagi kami, Soroyuru adalah lebih dari sekadar presentasi karya. Kami membawa identitas Indonesia ke panggung global, ikut menulis cerita tentang keberagaman. Saat budaya saling menghargai, yang terlahir bukan hanya keindahan, tetapi juga harapan akan masa depan yang lebih harmonis," tambah Thresia.
Selain tampil di Soroyuru, LAKON Indonesia bersama JF3 Fashion Festival menghadirkan tiga brand alumni PINTU Incubator: Senses, Apakabar, dan Fuguku dalam rolling exhibition pada 4-10 Agustus 2025 di Paviliun Indonesia. Sebanyak 12 koleksi unggulan ditampilkan, memadukan desain, keterampilan tangan, dan nilai budaya Indonesia.
Sejalan dengan partisipasi ini, dihadirkan juga pop-up store di Lucua Umeda, salah satu pusat perbelanjaan premium di Osaka, dari 7 hingga 13 Agustus 2025. Ini memberikan kesempatan bagi publik Jepang untuk merasakan langsung kualitas dan karakter desain LAKON, sekaligus memperkuat positioning brand di pasar internasional.

pop-up store LAKON Indonesia (Sumber Foto: LAKON)
Pada ajang ini, Thresia Mareta tampil bersama desainer ternama Jepang, Shinshiro Mizuno, sebagai perancang busana Soroyuru. Mizuno dikenal pernah bekerja dengan Givenchy, Hanaemori, Yuki Tori, John Galliano, dan Alexander McQueen, serta memiliki brand[fuse] dan brand gaun pengantin berlisensi Givenchy.
Kehadiran LAKON Indonesia di Osaka World Expo 2025 bukan hanya sebuah pencapaian artistik, tetapi juga sebuah pernyataan bahwa warisan budaya Indonesia dapat berdialog dengan dunia melalui bahasa mode yang universal. Dari tangan para perajin hingga sorotan lampu panggung internasional, setiap karya membawa pesan tentang identitas, keberagaman, dan masa depan yang berkelanjutan.
Baca juga: Sroja Warna Indonesia Kenalkan BLEE, Merek Fesyen Streetwear Bergaya Edgy
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.