Karakteristik Platonic Relationship, Hubungan Pertemanan Rasa Pacaran
15 August 2025 |
13:00 WIB
Terkadang, kita merasa sangat dekat dengan seseorang, hampir seperti pacaran, tapi rasanya tidak pernah terpikir untuk mengarah ke jenjang lebih dari pertemanan. Hanya rasa nyaman dari pertemanan yang kuat ketika teringat dengan orang tersebut. Kondisi ini umumnya disebut sebagai hubungan platonis (platonic relationship).
Mengutip Verywell Mind, platonic relationship merupakan keadaan ketika dua orang punya hubungan yang amat akrab, tapi tidak punya hasrat berhubungan romantis.
Konsep ini dikembangkan oleh Plato, seorang filsuf Yunani kuno yang percaya bahwa cinta platonis dapat mendekatkan manusia pada suatu bentuk ideal yang bersifat ilahi. Perkembangan zaman membuat makna platonic relationship kini bergeser ke arah bagaimana dua orang saling dekat tanpa gairah seksual. Hubungan ini juga tidak terbatas gender.
Baca juga: Mengenal Pocketing Relationship, Baik atau Buruk dalam Sebuah Hubungan?
Keinginan kontak fisik secara intim mungkin ada pada orang yang mengalami platonic relationship, seperti memeluk, mencium, menyentuh, bahkan hubungan seks, tetapi hal itu tidak pernah benar-benar dilakukan.
Teman platonic relationship juga bisa mendukung secara emosional dengan mendengarkan, memvalidasi perasaan, dan menolong di saat kita butuh apa pun.
Memiliki teman platonic relationship di luar keluarga dan pasangan romantic relationship dapat membantu mengatasi sumber masalah dari stres. Tak hanya itu, apabila teman kita suportif, kadar stres yang kita hadapi bisa menurun.
Apakah Genhype punya teman platonic relationship?
Baca juga: 5 Tanda Toxic Relationship yang Sulit Dilepaskan, Awas Terjerat!
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Mengutip Verywell Mind, platonic relationship merupakan keadaan ketika dua orang punya hubungan yang amat akrab, tapi tidak punya hasrat berhubungan romantis.
Konsep ini dikembangkan oleh Plato, seorang filsuf Yunani kuno yang percaya bahwa cinta platonis dapat mendekatkan manusia pada suatu bentuk ideal yang bersifat ilahi. Perkembangan zaman membuat makna platonic relationship kini bergeser ke arah bagaimana dua orang saling dekat tanpa gairah seksual. Hubungan ini juga tidak terbatas gender.
Baca juga: Mengenal Pocketing Relationship, Baik atau Buruk dalam Sebuah Hubungan?
Platonic Relationship dan Romantic Relationship
Meskipun sama-sama melibatkan ikatan yang mendalam, romantic relationship atau hubungan romantis cenderung tampak mesra secara fisik, sedangkan platonic relationship tidak demikian.Keinginan kontak fisik secara intim mungkin ada pada orang yang mengalami platonic relationship, seperti memeluk, mencium, menyentuh, bahkan hubungan seks, tetapi hal itu tidak pernah benar-benar dilakukan.
Karakteristik Platonic Relationship
Platonic relationship biasanya berbentuk pertemanan, tapi bisa jadi mereka bisa tertarik satu sama lain. Ada beberapa tanda yang muncul ketika sebuah platonic relationship berkembang. Berikut beberapa karakteristiknya.1. Hubungan yang dekat
Kedua orang di hubungan ini sangat akrab dan erat satu sama lain. Mereka merasa cocok berteman karena memiliki banyak kesamaan.2. Saling jujur dan percaya
Mereka merasa bisa saling berbagi kebahagiaan dan kesedihan masing-masing. Kepercayaan yang tinggi membuat mampu bercerita tentang apa yang mereka rasakan dan pikirkan saat ini.3. Menerima karakter satu sama lain
Hubungan mereka terasa mudah dan nyaman. Mereka berdua saling memberikan rasa aman dan bebas untuk menjadi diri mereka sendiri.4. Saling memahami
Orang yang menghadapi platonic relationship sama-sama mengerti dan menghargai ruang pribadi. Mereka tidak memaksa temannya untuk melakukan apa yang dia tidak inginkan ataupun menjadi apa yang bukan dirinya.Manfaat Platonic Relationship
Ada berbagai manfaat secara kesehatan dan mental dari membangun platonic relationship. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya.1. Meningkatkan kesehatan
Studi menunjukkan, mempunyai orang yang memberi cinta dan dukungan kepada kita dapat berdampak positif ke kesehatan, yang ditemukan pada platonic relationship. Hubungan ini mampu menurunkan risiko penyakit, menaikkan kekebalan tubuh, dan mengurangi risiko depresi serta kecemasan.Teman platonic relationship juga bisa mendukung secara emosional dengan mendengarkan, memvalidasi perasaan, dan menolong di saat kita butuh apa pun.
2. Menurunkan kadar stres
Stres, apalagi stres akut bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, masalah pencernaan, dan menurunkan imunitas. Selain itu, stres dapat mengganggu mood dan memunculkan kecemasan bahkan depresi.Memiliki teman platonic relationship di luar keluarga dan pasangan romantic relationship dapat membantu mengatasi sumber masalah dari stres. Tak hanya itu, apabila teman kita suportif, kadar stres yang kita hadapi bisa menurun.
3. Membentuk ketangguhan
Peran yang suportif dari teman platonic relationship dapat membantu menjadi lebih tangguh saat menghadapi tantangan dalam hidup. Mereka bisa mendukung kala masalah apa pun menimpa, seperti masalah dengan pacar, keluarga, pekerjaan, hingga kesehatan.Apakah Genhype punya teman platonic relationship?
Baca juga: 5 Tanda Toxic Relationship yang Sulit Dilepaskan, Awas Terjerat!
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.