Review Nobody 2: Sentuhan Brutal Timo Tjahjanto di Panggung Hollywood
13 August 2025 |
15:17 WIB
Nobody 2 adalah contoh sekuel yang tahu apa yang disukai penonton dari film pertamanya, lalu menaikkan semua aspek tersebut. Drama keluarga yang lebih kuat, humor gelap yang pas, hingga aksi brutal dengan koreografi jenius, seluruh elemen tersebut menjadikan film ini tontonan wajib bagi para penggemar film laga.
Di bawah arahan sutradara asal Indonesia, Timo Tjahjanto, Nobody 2 menawarkan energi baru yang lebih menarik dan membawa kemungkinan waralaba ini untuk terus mengembangkan seri-seri berikutnya. Di film ini, Timo juga mampu memberikan sentuhan khasnya pada alur cerita, dengan menambahkan lebih banyak darah dan humor.
Nobody 2 berlatar empat tahun setelah film pertama. Karakter Hutch Mansell (diperankan oleh Bob Odenkirk), diceritakan masih berutang besar kepada organisasi kriminal Rusia akibat konflik sebelumnya. Oleh karena itu, dia harus kembali ke dunia gelap sebagai pembunuh bayaran demi melunaskan utangnya.
Di sisi lain, hubungan Hutch dengan istrinya, Becca, kembali renggang. Untuk memperbaiki, Hutch mengajak Becca dan anak-anak liburan ke Wild Bill’s Majestic Midway and Waterpark yang terletak di kota kecil Plummerville. Akan tetapi, liburan ini justru kembali menjadi petaka akibat bersinggungan dengan pengganggu baru.
Baca juga: Timo Tjahjanto Sulap Taman Bermain Jadi Latar Aksi Spektakuler di Nobody 2
Sejak awal, Timo membombardir layar dengan rangkaian set piece aksi yang intens, dari pertarungan di ruang sempit, seperti lift, perkelahian tangan kosong, hingga kejar-kejaran di taman hiburan. Dengan gaya puitis yang khas, Timo memelintir suasana libur musim panas. biasanya identik dengan tawa dan kenangan manis, sebagai latar aksi berdarah yang tak kenal ampun.
Bagi yang mengenal film-film Timo sebelumnya (The Night Comes for Us, Headshot, The Shadow Strays), Nobody 2 membawa kembali ciri khasnya, yakni gore yang cukup intens. Meski dari skala, tentu akan berbeda dibanding karya sebelumnya. Timo seperti tengah menyesuaikan diri dengan gaya Hollywood.
Salah satu adegan yang pasti jadi bahan obrolan adalah ketika Hutch kehilangan sebagian jarinya dalam perkelahian, lalu potongan jari itu jatuh ke danau hanya untuk dilahap oleh ikan di dalamnya. Momen ini mencampur kejam, absurd, dan geli secara bersamaan, menegaskan bahwa Timo tak sekadar ingin membuat penonton meringis, tetapi juga terkekeh di tengah ngeri.
Selain itu, film ini penuh detail kecil yang menambah kenikmatan bagi penggemar aksi, dari darah yang menetes, peluru yang menembus, hingga ekspresi para aktor di dalamnya saat adegan aksi. Bisa dibilang, Nobody 2 sukses memadukan brutalitas laga Asia yang penuh fisikalitas dengan kemewahan visual ala Hollywood
Namun, film sekuel ini tak hanya berisi adegan aksinya yang meledak-ledak. Sekuelnya ini juga lebih memberi porsi signifikan pada dinamika keluarga Mansell, terutama hubungan Hutch dengan sang istri Becca (Connie Nielsen) dan anak-anaknya.
Dalam beberapa kali kesempatan, Timo memberikan adegan drama dengan screen time yang lebih lama, memberi penonton kesempatan untuk memahami dilema Hutch, yang ingin menjadi ayah biasa tapi justru terperangkap dalam masa lalu brutalnya. Elemen ini kemudian jadi jangkar emosi yang kuat sepanjang film.
Selain itu, di tengah darah yang berceceran, film ini tetap menyelipkan humor. Dialog cerdas, situasi absurd, dan ekspresi datar Odenkirk menghadapi kekacauan menciptakan tawa tak terduga. Humor gelap ini berfungsi ganda, meredakan ketegangan sekaligus menegaskan betapa Hutch sudah kebal terhadap absurditas kekerasan di sekelilingnya.
Sorotan di film ini tentu akan tertuju pada akting Odenkirk yang kembali membuktikan bahwa dia mampu menyatukan persona “lelaki biasa” dengan fisikalitas seorang pembunuh profesional. Di sekuel kali ini, gerakannya juga lebih gesit, improvisasinya dalam bertarung lebih kreatif, dan ekspresinya sering menjadi punchline tanpa perlu kata-kata.
Kemudian, sebagai karakter antagonis, Sharon Stone juga turut mencuri perhatian. Karakternya penuh aura yang unik. Timo memberi ruang baginya untuk tampil teatrikal, menjadikannya lawan sepadan bagi Hutch, bukan hanya secara fisik tetapi juga mental.
Secara garis besar, perbedaan film ini dengan yang pertama terletak pada suasananya. Jika Nobody (2021) punya estetika noir Korea yang dibalut nuansa musim dingin, Nobody 2 justru tampil cerah, memberi panggung bagi pertarungan berdarah di tengah musim panas.
Nobody 2 merupakan film hasil kolaborasi tiga rumah produksi besar, yakni 87North, Eighty Two Films, dan Odenkirk Provissiero Entertainment. Adapun distribusi film ini ditangani oleh Universal Pictures.
Naskah dan pengembangan karakter tetap berada di tangan Derek Kolstad, penulis yang sebelumnya sukses melahirkan John Wick dan Die Hart. Film yang dibintangi Bob Odenkirk bersama Connie Nielsen, John Ortiz, RZA, Christopher Lloyd, Sharon Stone, dan banyak nama besar lainnya ini dijadwalkan tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2025.
Baca juga: 5 Fakta Menarik Film Nobody 2, Disutradarai Timo Tjahjanto
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Di bawah arahan sutradara asal Indonesia, Timo Tjahjanto, Nobody 2 menawarkan energi baru yang lebih menarik dan membawa kemungkinan waralaba ini untuk terus mengembangkan seri-seri berikutnya. Di film ini, Timo juga mampu memberikan sentuhan khasnya pada alur cerita, dengan menambahkan lebih banyak darah dan humor.
Nobody 2 berlatar empat tahun setelah film pertama. Karakter Hutch Mansell (diperankan oleh Bob Odenkirk), diceritakan masih berutang besar kepada organisasi kriminal Rusia akibat konflik sebelumnya. Oleh karena itu, dia harus kembali ke dunia gelap sebagai pembunuh bayaran demi melunaskan utangnya.
Di sisi lain, hubungan Hutch dengan istrinya, Becca, kembali renggang. Untuk memperbaiki, Hutch mengajak Becca dan anak-anak liburan ke Wild Bill’s Majestic Midway and Waterpark yang terletak di kota kecil Plummerville. Akan tetapi, liburan ini justru kembali menjadi petaka akibat bersinggungan dengan pengganggu baru.
Baca juga: Timo Tjahjanto Sulap Taman Bermain Jadi Latar Aksi Spektakuler di Nobody 2

Still photo film Nobody 2 (Sumber gambar: nobody 2)
Bagi yang mengenal film-film Timo sebelumnya (The Night Comes for Us, Headshot, The Shadow Strays), Nobody 2 membawa kembali ciri khasnya, yakni gore yang cukup intens. Meski dari skala, tentu akan berbeda dibanding karya sebelumnya. Timo seperti tengah menyesuaikan diri dengan gaya Hollywood.
Salah satu adegan yang pasti jadi bahan obrolan adalah ketika Hutch kehilangan sebagian jarinya dalam perkelahian, lalu potongan jari itu jatuh ke danau hanya untuk dilahap oleh ikan di dalamnya. Momen ini mencampur kejam, absurd, dan geli secara bersamaan, menegaskan bahwa Timo tak sekadar ingin membuat penonton meringis, tetapi juga terkekeh di tengah ngeri.
Selain itu, film ini penuh detail kecil yang menambah kenikmatan bagi penggemar aksi, dari darah yang menetes, peluru yang menembus, hingga ekspresi para aktor di dalamnya saat adegan aksi. Bisa dibilang, Nobody 2 sukses memadukan brutalitas laga Asia yang penuh fisikalitas dengan kemewahan visual ala Hollywood
Namun, film sekuel ini tak hanya berisi adegan aksinya yang meledak-ledak. Sekuelnya ini juga lebih memberi porsi signifikan pada dinamika keluarga Mansell, terutama hubungan Hutch dengan sang istri Becca (Connie Nielsen) dan anak-anaknya.
_crop.jpg)
Still photo film Nobody 2 (Sumber gambar: nobody 2)
Selain itu, di tengah darah yang berceceran, film ini tetap menyelipkan humor. Dialog cerdas, situasi absurd, dan ekspresi datar Odenkirk menghadapi kekacauan menciptakan tawa tak terduga. Humor gelap ini berfungsi ganda, meredakan ketegangan sekaligus menegaskan betapa Hutch sudah kebal terhadap absurditas kekerasan di sekelilingnya.
Sorotan di film ini tentu akan tertuju pada akting Odenkirk yang kembali membuktikan bahwa dia mampu menyatukan persona “lelaki biasa” dengan fisikalitas seorang pembunuh profesional. Di sekuel kali ini, gerakannya juga lebih gesit, improvisasinya dalam bertarung lebih kreatif, dan ekspresinya sering menjadi punchline tanpa perlu kata-kata.
Kemudian, sebagai karakter antagonis, Sharon Stone juga turut mencuri perhatian. Karakternya penuh aura yang unik. Timo memberi ruang baginya untuk tampil teatrikal, menjadikannya lawan sepadan bagi Hutch, bukan hanya secara fisik tetapi juga mental.

Still photo film Nobody 2 (Sumber gambar: nobody 2)
Nobody 2 merupakan film hasil kolaborasi tiga rumah produksi besar, yakni 87North, Eighty Two Films, dan Odenkirk Provissiero Entertainment. Adapun distribusi film ini ditangani oleh Universal Pictures.
Naskah dan pengembangan karakter tetap berada di tangan Derek Kolstad, penulis yang sebelumnya sukses melahirkan John Wick dan Die Hart. Film yang dibintangi Bob Odenkirk bersama Connie Nielsen, John Ortiz, RZA, Christopher Lloyd, Sharon Stone, dan banyak nama besar lainnya ini dijadwalkan tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2025.
Baca juga: 5 Fakta Menarik Film Nobody 2, Disutradarai Timo Tjahjanto
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.