The BFF Festival 2025: Panggung Kolaborasi Beauty, Fashion, dan Fragrance Lokal
12 August 2025 |
09:00 WIB
The Beauty, Fashion, and Fragrance Festival (BFF) siap digelar pada 15-17 Agustus 2025 di Jakarta International Convention Center Hall A & B. Festival ini digagas oleh Hanifa Ambadar dan Novita Imelda selaku pendiri Jakarta X Beauty sekaligus media Female Daily Network.
Lahir dari pengalaman lebih dari 19 tahun, Hanifa Ambadar dan Novita Imelda dalam membangun ekosistem kecantikan di Indonesia, BFF yang juga memiliki makna Best Friends Forever, tersebut menjadi platform bagi para sahabat untuk berkarya, bertemu, menampilkan sisi terbaik dirinya, dan bersenang-senang di dunia fashion, beauty, serta lifestyle.
“BFF Festival lahir dari ide dua sahabat dan diciptakan untuk banyak sahabat lainnya," tutur Novita Imelda, dalam sesi konferensi pers, Senin (11/8/2025).
Baca juga: Parfum Makin Diburu, Pasar Wewangian di E-Commerce Tembus Rp1,4 Triliun
Baginya, festival ini bukan sekadar acara, melainkan sebuah gerakan untuk membangun ekosistem yang lebih kuat dan saling terhubung, mendorong kolaborasi yang mengangkat industri kreatif Indonesia, menciptakan pertemuan yang mendukung laju perekonomian, serta memberdayakan konsumen agar dapat membuat pilihan dengan lebih tepat dan penuh semangat.
The BFF Festival akan menjadi ajang bertemunya brand kecantikan, mode, dan wewangian ternama, talenta lokal berbakat, serta para beauty dan fashion enthusiast untuk berbagi inspirasi, menjalin kolaborasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif tanah air.
Setelah hampir dua dekade berkecimpung di industri kecantikan, Hanifa Ambadar dan Novita Imelda melihat adanya celah penting di pasar kecantikan dan mode Indonesia yang terus berkembang pesat.
Sektor kecantikan misalnya, meski menunjukkan pertumbuhan pesat, merek lokal masih menghadapi tantangan besar untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam. Terutama mereka yang menghargai kualitas dan pengalaman dibanding sekadar diskon.
Di sisi lain, industri mode Tanah Air juga tak lepas dari tekanan. Masuknya produk impor berharga miring, namun dengan craftsmanship yang kurang terjaga dan proses produksi yang tidak ramah lingkungan, turut mempengaruhi lanskap pasar.
"Belum lagi dominasi fast fashion internasional yang membuat konsumen sensitif terhadap harga, ini membuat brand lokal harus berjuang keras untuk mempertahankan posisinya," ujar Hanifa Ambadar.
Melihat hambatan di kedua industri tersebut, Hanifa dan Novita menghadirkan The BFF Festival sebagai sebuah ajang kreatif yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara sektor beauty, fashion, dan lifestyle.
Festival ini mendorong kolaborasi dan inovasi di antara industri yang selama ini berjalan sendiri-sendiri, sekaligus menghubungkan merek lokal dengan konsumen yang menghargai keaslian dan kreativitas. Meski terlihat saling berkaitan, konsumen maupun pelaku di sektor kecantikan dan mode di Indonesia ternyata masih banyak yang belum terhubung.
Banyak pelanggan merek kecantikan lokal yang belum mengenal jenama fesyen lokal, begitu pula sebaliknya. Fenomena ini menunjukkan adanya peluang besar untuk memperluas jejaring dan menciptakan kolaborasi lintas sektor.
The BFF Festival hadir sebagai jawaban atas semua tantangan ini. Acara ini diharapkan tidak hanya mengundang audiens baru, tetapi juga mendorong terjalinnya kemitraan bermakna yang mampu menghidupkan kembali pasar dan mengangkat potensi industri kreatif nasional.
“Di festival ini, kami tidak sekadar menjual dan menampilkan produk, tapi kami ingin memulai ruang diskusi, menetapkan tren, hingga membentuk masa depan kecantikan serta fashion di Indonesia,” ungkap Hanifa Ambadar.
Brand yang berkualitas layak mendapatkan panggung yang mampu menampilkan kreativitas sekaligus kualitas mereka. Menurutnya, kehadiran festival ini bukan sekadar menjadi ajang promosi, tetapi juga menjembatani brand dengan audiens yang mencari pengalaman dan nilai lebih, bukan hanya sekadar diskon.
The BFF Festival akan menghadirkan pameran kurasi yang menampilkan 200 brand kecantikan, mode, dan wewangian terbaik di Indonesia. Pengunjung akan menemukan kombinasi merek lokal dan internasional yang telah memberikan kontribusi besar bagi pasar Indonesia.
"Nanti akan ada ada lebih dari 200 brand, termasuk legacy brand internasional yang telah bertahan puluhan tahun," kata Hanifa Ambadar.
Pada bidang mode, sederet label ternama seperti Tulola, Oemah Etnik, Isago, IKYK, NASL, Ria Miranda, KAMI., Ella & Glo, Glashka, Shaddy, Jenahara, KLÉ, VAIA, MKS, serta Jenna & Kaia siap memamerkan karya busana terbaiknya.
Sementara itu, kategori kecantikan dan wewangian akan diwarnai oleh kehadiran merek seperti Wardah, Make Over, Labore, Bhumi, Somethinc, BLP, Jacquelle, Luxcrime, Guele, Mother of Pearl, Ms Glow, Skindewi, Menard, 3CE, Tirtir, Careso, Normal Estate, Studio Sable, Etre, Scent of Pluto, Maison Garnet, Citizens of The World, hingga Personal Chemistry.
Pertumbuhan label parfum lokal dalam beberapa tahun terakhir menjadi warna tersendiri di industri kecantikan. Di tengah tren belanja digital yang kian menguat, parfum tetap menjadi produk yang lebih memikat jika dibeli secara langsung lantaran memberi pengalaman sensori yang tak tergantikan dibandingkan saat membelinya secara online.
Selain pameran, festival ini juga menampilkan pertunjukan trunk show yang memadukan narasi kecantikan dan mode, workshop interaktif dan edukatif, serta diskusi panel bersama para ahli industri.
Pengunjung juga memiliki kesempatan untuk memperluas jejaring melalui sesi networking yang dirancang untuk memicu kolaborasi antara merek, kreator, dan konsumen. Tak ketinggalan, rangkaian hiburan musik dan pertunjukan menarik akan dihadirkan melalui kolaborasi spesial dengan Love Fest SCTV.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Lahir dari pengalaman lebih dari 19 tahun, Hanifa Ambadar dan Novita Imelda dalam membangun ekosistem kecantikan di Indonesia, BFF yang juga memiliki makna Best Friends Forever, tersebut menjadi platform bagi para sahabat untuk berkarya, bertemu, menampilkan sisi terbaik dirinya, dan bersenang-senang di dunia fashion, beauty, serta lifestyle.
“BFF Festival lahir dari ide dua sahabat dan diciptakan untuk banyak sahabat lainnya," tutur Novita Imelda, dalam sesi konferensi pers, Senin (11/8/2025).
Baca juga: Parfum Makin Diburu, Pasar Wewangian di E-Commerce Tembus Rp1,4 Triliun
Baginya, festival ini bukan sekadar acara, melainkan sebuah gerakan untuk membangun ekosistem yang lebih kuat dan saling terhubung, mendorong kolaborasi yang mengangkat industri kreatif Indonesia, menciptakan pertemuan yang mendukung laju perekonomian, serta memberdayakan konsumen agar dapat membuat pilihan dengan lebih tepat dan penuh semangat.
The BFF Festival akan menjadi ajang bertemunya brand kecantikan, mode, dan wewangian ternama, talenta lokal berbakat, serta para beauty dan fashion enthusiast untuk berbagi inspirasi, menjalin kolaborasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif tanah air.
Tren Kecantikan dan Mode yang Dinamis
Setelah hampir dua dekade berkecimpung di industri kecantikan, Hanifa Ambadar dan Novita Imelda melihat adanya celah penting di pasar kecantikan dan mode Indonesia yang terus berkembang pesat.
Sektor kecantikan misalnya, meski menunjukkan pertumbuhan pesat, merek lokal masih menghadapi tantangan besar untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam. Terutama mereka yang menghargai kualitas dan pengalaman dibanding sekadar diskon.
Di sisi lain, industri mode Tanah Air juga tak lepas dari tekanan. Masuknya produk impor berharga miring, namun dengan craftsmanship yang kurang terjaga dan proses produksi yang tidak ramah lingkungan, turut mempengaruhi lanskap pasar.
"Belum lagi dominasi fast fashion internasional yang membuat konsumen sensitif terhadap harga, ini membuat brand lokal harus berjuang keras untuk mempertahankan posisinya," ujar Hanifa Ambadar.
Melihat hambatan di kedua industri tersebut, Hanifa dan Novita menghadirkan The BFF Festival sebagai sebuah ajang kreatif yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara sektor beauty, fashion, dan lifestyle.
Festival ini mendorong kolaborasi dan inovasi di antara industri yang selama ini berjalan sendiri-sendiri, sekaligus menghubungkan merek lokal dengan konsumen yang menghargai keaslian dan kreativitas. Meski terlihat saling berkaitan, konsumen maupun pelaku di sektor kecantikan dan mode di Indonesia ternyata masih banyak yang belum terhubung.
Banyak pelanggan merek kecantikan lokal yang belum mengenal jenama fesyen lokal, begitu pula sebaliknya. Fenomena ini menunjukkan adanya peluang besar untuk memperluas jejaring dan menciptakan kolaborasi lintas sektor.
The BFF Festival hadir sebagai jawaban atas semua tantangan ini. Acara ini diharapkan tidak hanya mengundang audiens baru, tetapi juga mendorong terjalinnya kemitraan bermakna yang mampu menghidupkan kembali pasar dan mengangkat potensi industri kreatif nasional.
“Di festival ini, kami tidak sekadar menjual dan menampilkan produk, tapi kami ingin memulai ruang diskusi, menetapkan tren, hingga membentuk masa depan kecantikan serta fashion di Indonesia,” ungkap Hanifa Ambadar.
Brand yang berkualitas layak mendapatkan panggung yang mampu menampilkan kreativitas sekaligus kualitas mereka. Menurutnya, kehadiran festival ini bukan sekadar menjadi ajang promosi, tetapi juga menjembatani brand dengan audiens yang mencari pengalaman dan nilai lebih, bukan hanya sekadar diskon.
Apa yang Menarik di The BFF Festival
20250811043024448_crop.jpg)
CEO of Socially Significant Company Hanifa Ambadar (kanan) bersama dengan Regional CEO BRI Region 6 / Jakarta 1 Hendra Winata dan Founder of Beautyhaul Group Irene Ursula saat acara konferensi pers BFF Festival 2025 di Jakarta, Senin (11/8/2025). (Sumber Foto: Hypeabis.id/Eusebio Chrysnamurti)
"Nanti akan ada ada lebih dari 200 brand, termasuk legacy brand internasional yang telah bertahan puluhan tahun," kata Hanifa Ambadar.
Pada bidang mode, sederet label ternama seperti Tulola, Oemah Etnik, Isago, IKYK, NASL, Ria Miranda, KAMI., Ella & Glo, Glashka, Shaddy, Jenahara, KLÉ, VAIA, MKS, serta Jenna & Kaia siap memamerkan karya busana terbaiknya.
Sementara itu, kategori kecantikan dan wewangian akan diwarnai oleh kehadiran merek seperti Wardah, Make Over, Labore, Bhumi, Somethinc, BLP, Jacquelle, Luxcrime, Guele, Mother of Pearl, Ms Glow, Skindewi, Menard, 3CE, Tirtir, Careso, Normal Estate, Studio Sable, Etre, Scent of Pluto, Maison Garnet, Citizens of The World, hingga Personal Chemistry.
Pertumbuhan label parfum lokal dalam beberapa tahun terakhir menjadi warna tersendiri di industri kecantikan. Di tengah tren belanja digital yang kian menguat, parfum tetap menjadi produk yang lebih memikat jika dibeli secara langsung lantaran memberi pengalaman sensori yang tak tergantikan dibandingkan saat membelinya secara online.
Selain pameran, festival ini juga menampilkan pertunjukan trunk show yang memadukan narasi kecantikan dan mode, workshop interaktif dan edukatif, serta diskusi panel bersama para ahli industri.
Pengunjung juga memiliki kesempatan untuk memperluas jejaring melalui sesi networking yang dirancang untuk memicu kolaborasi antara merek, kreator, dan konsumen. Tak ketinggalan, rangkaian hiburan musik dan pertunjukan menarik akan dihadirkan melalui kolaborasi spesial dengan Love Fest SCTV.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.