Ilustrasi sistem operasional spionase. (Sumber gambar: Kevin Ku/Unsplash)

7 Kelompok Spionase di Asia Pasifik, Salah Satunya Targetkan Infratruktur Nuklir di Indonesia

11 August 2025   |   22:00 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Kelompok Advanced Persistent Threat (APT) terpantau melakukan spionase di wilayah Asia Pasifik (APAC), termasuk Indonesia, dari 2024 hingga paruh pertama 2025. Secara global, perusahaan keamanan siber dan privasi digital global Kaspersky, setidaknya ada lebih dari 900 kelompok dan operasi APT yang terdeteksi.
 
Noushin Shabab, Peneliti Keamanan Utama di Tim Riset dan Analisis Global Kaspersky (GReAT), mengungkap bahwa kelompok-kelompok spionase siber utama, terus-menerus menghantui rahasia negara, intelijen militer, dan informasi lainnya dari pemerintah di seluruh kawasan. Asia Pasifik selalu menjadi sarang aktivitas spionase siber ini karena lanskap geopolitik kawasan yang tegang. 

Kondisi ini katanya dikombinasikan dengan perkembangan digital dan ekonomi yang pesat. “Menciptakan lanskap ancaman kompleks yang dibentuk oleh beberapa aktor ancaman aktif, menargetkan entitas dan organisasi terkemuka serta fasilitas penting di kawasan tersebut,” ujar Shabab, Senin (11/8/2025).
 
Baca Juga: Serangan Siber Makin Kompleks, Sasar Perusahaan Besar Hingga Menengah Pakai Metode Ini

Kaspersky mencatat setidaknya ada 7 kelompok utama yang aktif pada 2024 hingga saat ini di kawasan Asia Pasifik. Berikut daftar lengkapnya.

 

1. SideWinder


Dijuluki sebagai ancaman paling agresif di Asia Pasifik, kelompok APT ini menargetkan pemerintah, militer, dan entitas diplomatik di kawasan tersebut dengan spear phishing dan platform serangan canggih. Mereka memiliki minat yang kuat di bidang maritim (Bangladesh, Kamboja, dan Vietnam) dan logistik (Tiongkok, India, dan Maladewa). 

Maret lalu, para ahli Kaspersky GReAT juga mengungkapkan bahwa SideWinder menunjukkan fokus yang lebih tinggi pada pembangkit listrik tenaga nuklir dan fasilitas energi di seluruh Asia Selatan. SideWinder mengadaptasi perangkatnya dengan cepat untuk menghindari deteksi, menjadikannya ancaman yang terus-menerus. 

Ketika menargetkan infrastruktur nuklir, kelompok ini menggunakan email spear-phishing yang sangat khusus yang tampaknya terkait dengan peraturan atau operasi fasilitas. Membuka email ini memicu rantai malware, yang berpotensi memberi penyerang akses ke data operasional sensitif, penelitian, dan informasi personel.

“Sri Lanka, Nepal, Myanmar, Indonesia, dan Filipina juga ada dalam daftar target SideWinder,” ungkap Shabab.

 

2. Spring Dragon alias Lotus Blossom


Dengan minat khusus terhadap Vietnam, Taiwan, dan Filipina, pelaku ancaman ini memanfaatkan spear phishing, eksploitasi, dan serangan watering hole untuk menyusup ke mesin korbannya. Peneliti Kaspersky telah mendeteksi 1.000 sampel berbahaya yang digunakan selama satu dekade untuk menargetkan entitas pemerintah di Asia Tenggara.

 

3. Tetris Phantom 


Ditemukan peneliti Kaspersky GReAT pada 2023, kelompok APT ini pertama kali menyebarkan malware yang sangat canggih dan menargetkan jenis drive USB yang aman. Dari tahun lalu hingga 2025, mereka menambahkan dua alat serangan ke dalam gudang senjatanya yakni BoostPlug, sebuah kerangka kerja berbasis plugin dan DeviceCync yang menyuntikkan ShadowPad, PhantomNet, dan Ghost RAT ke mesin korbannya.

 

4. HoneyMyte 


Kelompok ini dikenal karena tujuannya untuk mencuri informasi politik dan strategis yang sensitif dari pemerintah dan entitas diplomatik di Asia Tenggara, terutama Myanmar dan Filipina. HoneyMyte kini menggunakan malware ToneShell yang disebarkan melalui beberapa loader dalam berbagai kampanye sepanjang 2024 hingga 2025.

 

5. ToddyCat 


ToddyCat menargetkan korban-korban penting di Malaysia sejak 2020. Kelompok yang canggih secara teknis ini telah mengembangkan perangkat berbahaya berbasis kode yang tersedia untuk umum guna menerobos perangkat lunak keamanan yang sah, serta menghindari deteksi dan mempertahankan akses rahasia di lingkungan yang ditargetkan.

 

6. Lazarus 


Kelompok yang dikenal dengan aksi perampokan Bank Bangladesh, aktor ancaman yang disponsori negara ini terus menjadi salah satu APT utama di kawasan dengan kampanye yang bermotif spionase dan finansial. Awal tahun ini, para ahli Kaspersky GReAT mengungkap Operasi SyncHole

Kampanye Lazarus baru itu menggabungkan serangan watering hole dengan eksploitasi kerentanan dalam perangkat lunak pihak ketiga untuk menargetkan berbagai organisasi di Korea Selatan. Selama penelitian, para ahli perusahaan juga menemukan kerentanan zero-day dalam perangkat lunak Innorix Agent. Setidaknya enam perusahaan Korea Selatan di sektor-sektor utama menjadi target, dengan jumlah korban sebenarnya berpotensi lebih tinggi.

 

7. Mysterious Elephant 


Pertama kali diamati oleh Kaspersky pada Mei 2023, kelompok ini menyebarkan keluarga backdoor baru yang mampu mengeksekusi perintah dan menangani berkas secara diam-diam. Modusnya berbeda dari dan terkadang tumpang tindih dengan teknik APT seperti Dropping Elephant, Origami Elephant, Bitter, Confucius, dan Side.

Pada 2025, para ahli Kaspersky mengamati bahwa kelompok ini terus menambahkan alat dan teknik baru ke dalam gudang senjata mereka untuk menargetkan korban di Pakistan, Sri Lanka, dan Bangladesh.

Baca Juga: Gen Z Pemain GTA hingga Minecraft Jadi Sasaran Penjahat Siber, Cegah Dengan Langkah 8 Ini

SEBELUMNYA

Sering Self Reward? Yuk Simak Saran Penting dari Perencana Keuangan

BERIKUTNYA

The BFF Festival 2025: Panggung Kolaborasi Beauty, Fashion, dan Fragrance Lokal

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga