Ilustrasi keamanan digital (Unsplash/Fly D)

Duh, Ancaman Daring di Indonesia Meningkat Nih

09 August 2021   |   14:54 WIB

Perusahaan kemanan siber Kaspersky merilis statistik ancaman siber terbaru untuk Indonesia. Hasilnya, terungkap adanya peningkatan hampir 9 juta upaya serangan terhadap pengguna internet di Indonesia dari periode April hingga Juni atau pada kuartal kedua tahun ini.

Berdasarkan laporan Kaspersky Security Network (KSN) Kuartal II 2021, setidaknya terdapat lebih dari satu dari lima pengguna di Indonesia hampir terinfeksi oleh ancaman yang ditularkan melaui web selama kuartal tersebut.

Ancaman Daring Meningkat
Dalam periode ini, Kaspersky mendeteksi dan memblokir sebanyak 18.488.946 ancaman internet berbeda di dunia maya pada komputer partisipan anonim KSN di dalam negeri.

Jumlah tersebut meningkat 92 persen dibandingkan para kuartal pertama (Januari sampai Maret) tahun ini, yang mencatat 9.639.740 malware online. Angka ini juga naik 208 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Ancaman Lokal Menurun
Penggunaan statistik infeksi lokal untuk komputer pengguna merupakan indikator yang sangat penting. Worm dan virus fail merupakan penyebab sebagian besar insiden yang terjadi di dalam negeri.

Data yang ada menunjukkan seberapa sering pengguna diserang oleh malware yang menyebar melalui drive USB yang dapat dilepas, CD, DVD, dan metode luring lainnya.

Perlindungan terhadap serangan semacam itu tidak hanya membutuhkan solusi antivirus yang mampu menangani objek yang terinfeksi, tapi juga firewall, anti-rootkit, dan kontrol atas perangkat yang dapat dilepas.

Secara umum, 22,9 persen pengguna diserang oleh ancaman lokal para periode kuartal kedua tahun ini. Produk Kaspersky mendeteksi sebanyak 17.975.442 insiden lokal di komputer peserta KSN.

Jumlah ini mengalami penurunan 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data juga menunjukkan bahwa angka ini menempatkan Indonesia pada posisi ke-77 di tataran global.

General manager untuk Asia Tenggara Kaspersky, Yeo Siang Tiong, mengatakan bahwa sejak tahun lalu banyak perusahaan yang telah beralih ke sistem kerja jarak jauh, dan tren ini masih akan terus berlanjut dalam beberapa waktu mendatang.

Perubahan tersebut, lanjutnya, membuat keamanan perusahaan menjadi lebih rentan. Kaspersky terus melihat peningkatan serangan berbasis web dan phishing terkait corona.

Selain itu, faktor manusia juga tak bisa dilepaskan karena meungkin menjadi titik lemah dalam lansekap dunia siber. Dalam banyak kasus, kesalahan manusia justru yang menjadi ancaman bagi keamanan siber perusahaan atau organisasi.

"Seluruh bisnis dan infrastruktur penting di Indonesia harus menyediakan praktik kebersihan dunia maya yang tepat ... penting juga untuk menerapkan kebijakan pengendalian karyawan dan operasional yang tepat," katanya.

Editor: Fajar Sidik 
SEBELUMNYA

Melihat Anime Bekerja di Olimpiade Tokyo 2020

BERIKUTNYA

Tahun Baru Islam Jadi Momentum Hijrah Kalahkan Pandemi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: