Tampilan gim GTA. (Sumber gambar: Rockstar Games)

Gen Z Pemain GTA hingga Minecraft Jadi Sasaran Penjahat Siber, Cegah Dengan Langkah 8 Ini

03 July 2025   |   21:51 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Penggemar gim tidak lepas dari target para penjahat siber. Pasalnya dari temuan terbaru Kaspersky, terdapat lebih dari 19 juta upaya pengunduhan file berbahaya yang disamarkan sebagai gim populer di kalangan Generasi Z. GTA, Minecraft, dan Call of Duty menjadi gim yang paling banyak dieksploitasi.

Tidak dipungkiri, Gen Z bisa dikatakan sebagai “maniak” gim. Mereka bisa bermain beberapa judul gim, mengejar tren viral dan pengalaman baru, juga rela mengeluarkan uang untuk pembelian item hingga aksesoris. 

Baca juga: 5 Kebiasaan Gen Z yang Jadi Target Penjahat Siber

Kendati demikian, spontanitas dan keterbukaan ini membuat mereka rentan dieksploitasi para penjahat dunia maya. Dari laporan Kaspersky, lebih dari 400.000 pengguna secara global telah terkena dampak kejahatan siber dari aktivitas gaming mereka.

“Gen Z adalah generasi yang paling aktif secara digital, meninggalkan jejak data, klik, dan rasa ingin tahu. Hal ini menjadikan mereka target utama, bukan karena mereka ceroboh, tetapi karena mereka terus-menerus online, menjelajah, mengunduh, dan berbagi,” ujar Pakar Keamanan Kaspersky, Vasily Kolesnikov, Kamis (3/7/2025). 

Para ahli Kaspersky melakukan analisis mendalam menggunakan 20 judul gim paling populer di kalangan Gen Z, mulai dari GTA, NBA, FIFA, hingga The Sims dan Genshin Impact, sebagai kata kunci pencarian. Dilakukan selama periode dari Q2/2024 hingga Q1/2025, Kaspersky mencatat 1.842.370 percobaan serangan.

GTA V, waralaba Grand Theft Auto menjadi salah satu yang paling banyak dieksploitasi, berkat kemampuan modding dunia terbuka dan komunitas daring yang berkembang pesat. Secara total, Kaspersky mendeteksi 4.456.499 upaya serangan yang melibatkan file yang disamarkan sebagai konten terkait waralaba GTA. 

Pada ahli memperkirakan adanya potensi lonjakan saat perilisan GTA VI pada 2026. Sebab, penjahat dunia maya dapat memanfaatkan sensasi tersebut dengan mendistribusikan installer palsu, penawaran akses awal, atau undangan beta.

Minecraft berada di peringkat kedua, dengan 4.112.493 upaya serangan, didorong oleh ekosistem moddingnya yang luas dan popularitasnya yang bertahan lama di kalangan pemain Gen Z. Call of Duty dan The Sims menyusul dengan masing-masing 2.635.330 dan 2.416.443 upaya serangan. 

Permintaan akan cheat dan versi crack di sekitar rilis CoD yang kompetitif seperti Modern Warfare III memicu aktivitas berbahaya, sementara penggemar The Sims yang mencari konten khusus atau paket ekspansi yang belum dirilis mungkin secara tidak sengaja mengunduh file berbahaya yang disajikan sebagai mod atau akses awal.

Sebagai akibat dari serangan tersebut, perangkat pengguna dapat terinfeksi dengan berbagai jenis perangkat lunak berbahaya. Sebut saja pengunduh yang dapat memasang program asing tambahan, hingga trojan yang mencuri kata sandi, memantau aktivitas, memberikan akses jarak jauh kepada penyerang, hingga menyebarkan ransomware. 

Sasaran serangan ini bervariasi, dan satu motif umum adalah mencuri akun game, yang kemudian dijual di dark web atau forum tertutup. "Dari game blockbuster dunia terbuka seperti GTA hingga simulator yang nyaman seperti The Sims, penjahat dunia maya menargetkan gim di setiap genre yang disukai Gen Z,” tutur Vasily

Pakar Kaspersky GReAT juga menganalisis pasar darknet dan platform tertutup untuk iklan yang menjual akun game dan skin yang disusupi. Penelitian menunjukkan penawaran semacam ini tidak hanya muncul di darknet, tetapi juga di forum tertutup biasa dan saluran Telegram, membuat aset terlarang ini lebih terlihat dan dapat diakses dari sebelumnya.

Dengan demikian, pencurian akun gim dan barang digital tidak lagi terbatas pada kalangan khusus, tetapi mulai menyebar ke ruang daring yang lebih terbuka. Sekarang, hanya perlu beberapa klik untuk bergabung dengan saluran Telegram pribadi dan mengakses ratusan daftar yang menawarkan skin langka, akun peringkat tinggi, dan akses ke barang premium dalam game. 

Bagi para gamer, ini berarti bahwa risiko kehilangan akun atau akun dijual kembali bukan lagi insiden langka, ancaman ini jadi bersifat sangat umum. Oleh karena itu, Vasily menilai pertahanan diri digital tidak lagi opsional. 

Untuk memainkan gim favorit dengan aman, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama, unduh permainan, mod, dan alat hanya dari sumber resmi. Hindari torrent, situs web pihak ketiga, atau tautan yang dibagikan di forum dan obrolan, meskipun menjanjikan skin langka atau bonus gratis.

Kedua, waspadalah terhadap hadiah. Jika situs web atau pesan menawarkan sesuatu yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan (seperti aset kripto gratis atau perlengkapan legendaris), kemungkinan besar adalah penipuan, terutama jika meminta kredensial login.

Ketiga, gunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun game dan email. Pengelola kata sandi dapat membantu membuat dan menyimpannya dengan aman.

Keempat, aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) sedapat mungkin, terutama pada platform seperti Steam, Epic Games, dan Discord. Kelima, periksa URL dengan cermat. Situs phishing sering kali terlihat hampir identik dengan yang asli tetapi menggunakan sedikit kesalahan ejaan atau subdomain palsu.

Keenam, jangan bagikan akun atau detail login, bahkan dengan teman. Akses bersama sering kali menyebabkan pencurian atau paparan yang tidak disengaja.

Ketujuh, gunakan solusi keamanan yang andal untuk mendeteksi lampiran berbahaya yang dapat membahayakan data. Terakhir, pastikan penjelajahan dan pengiriman pesan aman, sembunyikan alamat IP dan cegah potensi kebocoran data.

Baca juga: Kebocoran 16 Miliar Data Guncang Dunia Siber, Mayoritas Password Media Sosial

SEBELUMNYA

Hypeprofil Penulis Cicilia Oday: Mencintai Proses Menulis untuk Terus Berkarya

BERIKUTNYA

Debut di Galnas, Kids Biennale 2025 Tampilkan Ratusan Karya Anak Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga