5 Kiat Kencan dari Reality Show Better Late Than Single Untuk Para Jomblo Abadi
12 August 2025 |
07:00 WIB
Acara realitas Better Late Than Single yang tayang di Netflix beberapa waktu, lalu sukses mencuri perhatian. Selain interaksi peserta yang bikin gemas, acara ini menampilkan pelajaran lebih dalam tentang cinta, jauh dari sekadar ketertarikan fisik.
Acara ini menampilkan kisah para lajang yang tampaknya sempurna, yakni para profesional dengan penampilan menarik, karier mengesankan, dan pesona yang luar biasa. Akan tetapi saat mereka terlibat dalam percakapan langsung, terlihat adanya keheningan, rasa canggung, dan koneksi yang tidak terbentuk.
Baca juga: Fakta Menarik Budaya Kencan di Asia, Benarkan Wanita Indonesia Lebih Materialistis?
Kondisi serupa mungkin dialami Genhype yang masih lajang atau belum pernah berpacaran hingga saat ini. Violet Lim, CEO dari agensi perjodohan Lunch Actually Group mengatakan banyak lajang yang melewatkan pasangan potensial yang baik karena mereka terlalu terpaku pada ‘tipe’ tertentu.
Padahal menurutnya, ketertarikan sejati bukan hanya soal fisik, tetapi tentang apakah bisa merasa dilihat, didengar, dan dipahami oleh seseorang. “Kenyamanan emosional adalah fondasi kuat untuk cinta,” ujarnya, Senin (11/8/2028).
Penelitian psikologi modern juga mendukung hal ini. Kerentanan saat bersama dan rasa aman secara emosional adalah kunci membangun hubungan yang dalam dan langgeng. Genhype lebih mungkin jatuh cinta pada seseorang yang bisa membuat tertawa, mendengarkan dengan sungguh-sungguh, dan bisa merasa santai menjadi diri sendiri.
Violet menyebut, ada pelajaran cinta yang bisa dipetik dari Better Late Than Single. Cocok untuk mereka yang baru mulai berkencan, berikut ulasannya.
Cinta membutuhkan komunikasi dan keterbukaan emosional, bukan sekadar penampilan yang tampan dan hidup sukses. Cobalah untuk berbagi isi pikiran terhadap lawan jenis, meskipun terasa canggung di awal. Kejujuran emosional membangun koneksi lebih cepat daripada sekadar pesona.
Trauma masa lalu yang belum terselesaikan kerap membuat kita kesulitan mempercayai orang lain. Misal, tumbuh dengan sosok ayah yang toxic, sehingga membentuk pandangan seorang anak perempuan tentang cinta dan laki-laki.
Lantas bagaimana mekanisme pertahanannya? Jangan berharap apa-apa dan jangan biarkan siapapun masuk. Luka batin yang belum sembuh bisa menjadi penghalang cinta.
Sebaiknya, sadari bagaimana masa lalu mempengaruhi masa kini. Cari jalan penyembuhan, misal melalui terapi, komunitas yang memberikan dukungan, atau refleksi diri, agar bisa menerima cinta dengan hati yang terbuka.
Kriteria kencan yang kaku terkadang membuat kelelahan secara emosional. Ketika mencari kesempurnaan, kamu tidak akan menemukan siapa pun yang sesuai. Prioritaskan nilai-nilai yang sejalan, bukan daftar sempurna. Cinta sering datang dalam bentuk yang mengejutkan dan jauh dari sempurna.
Kepercayaan diri yang berlebihan terkadang membuat orang lain menjauh karena mengira kamu dingin atau tidak tertarik. Jika kamu mandiri, tunjukkan juga sisi hangatmu. Sedikit kerentanan bisa membawa perubahan besar.
Dalam dunia kencan yang didominasi oleh aplikasi dan kesan cepat, selalu ingat, kemistri yang alami dan kenyamanan emosional lah yang benar-benar membuat hubungan bertahan.
Better Late Than Single mengingatkan penonton bahwa cinta tidak harus dramatis untuk menjadi nyata. Jika merasa nyaman dengan seseorang, jika percakapan mengalir, jika kamu bisa tertawa lepas, itu bukan hal yang ‘biasa saja.’ Itu adalah emas. Dalam dunia kencan, kenyamanan adalah chemistry dan itulah yang bertahan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Acara ini menampilkan kisah para lajang yang tampaknya sempurna, yakni para profesional dengan penampilan menarik, karier mengesankan, dan pesona yang luar biasa. Akan tetapi saat mereka terlibat dalam percakapan langsung, terlihat adanya keheningan, rasa canggung, dan koneksi yang tidak terbentuk.
Baca juga: Fakta Menarik Budaya Kencan di Asia, Benarkan Wanita Indonesia Lebih Materialistis?
Kondisi serupa mungkin dialami Genhype yang masih lajang atau belum pernah berpacaran hingga saat ini. Violet Lim, CEO dari agensi perjodohan Lunch Actually Group mengatakan banyak lajang yang melewatkan pasangan potensial yang baik karena mereka terlalu terpaku pada ‘tipe’ tertentu.
Padahal menurutnya, ketertarikan sejati bukan hanya soal fisik, tetapi tentang apakah bisa merasa dilihat, didengar, dan dipahami oleh seseorang. “Kenyamanan emosional adalah fondasi kuat untuk cinta,” ujarnya, Senin (11/8/2028).
Penelitian psikologi modern juga mendukung hal ini. Kerentanan saat bersama dan rasa aman secara emosional adalah kunci membangun hubungan yang dalam dan langgeng. Genhype lebih mungkin jatuh cinta pada seseorang yang bisa membuat tertawa, mendengarkan dengan sungguh-sungguh, dan bisa merasa santai menjadi diri sendiri.
Violet menyebut, ada pelajaran cinta yang bisa dipetik dari Better Late Than Single. Cocok untuk mereka yang baru mulai berkencan, berikut ulasannya.
1. Penampilan Bukan Segalanya
Cinta membutuhkan komunikasi dan keterbukaan emosional, bukan sekadar penampilan yang tampan dan hidup sukses. Cobalah untuk berbagi isi pikiran terhadap lawan jenis, meskipun terasa canggung di awal. Kejujuran emosional membangun koneksi lebih cepat daripada sekadar pesona.
2. Luka Batin yang Belum Sembuh Bisa Menahanmu
Trauma masa lalu yang belum terselesaikan kerap membuat kita kesulitan mempercayai orang lain. Misal, tumbuh dengan sosok ayah yang toxic, sehingga membentuk pandangan seorang anak perempuan tentang cinta dan laki-laki. Lantas bagaimana mekanisme pertahanannya? Jangan berharap apa-apa dan jangan biarkan siapapun masuk. Luka batin yang belum sembuh bisa menjadi penghalang cinta.
Sebaiknya, sadari bagaimana masa lalu mempengaruhi masa kini. Cari jalan penyembuhan, misal melalui terapi, komunitas yang memberikan dukungan, atau refleksi diri, agar bisa menerima cinta dengan hati yang terbuka.
3. Jangan Terapkan Standar Terlalu Tinggi
Kriteria kencan yang kaku terkadang membuat kelelahan secara emosional. Ketika mencari kesempurnaan, kamu tidak akan menemukan siapa pun yang sesuai. Prioritaskan nilai-nilai yang sejalan, bukan daftar sempurna. Cinta sering datang dalam bentuk yang mengejutkan dan jauh dari sempurna.
4. Jangan Terlalu Percaya Diri
Kepercayaan diri yang berlebihan terkadang membuat orang lain menjauh karena mengira kamu dingin atau tidak tertarik. Jika kamu mandiri, tunjukkan juga sisi hangatmu. Sedikit kerentanan bisa membawa perubahan besar.
5. Tinjau Ulang Ekspektasi Kencan
Dalam dunia kencan yang didominasi oleh aplikasi dan kesan cepat, selalu ingat, kemistri yang alami dan kenyamanan emosional lah yang benar-benar membuat hubungan bertahan.Better Late Than Single mengingatkan penonton bahwa cinta tidak harus dramatis untuk menjadi nyata. Jika merasa nyaman dengan seseorang, jika percakapan mengalir, jika kamu bisa tertawa lepas, itu bukan hal yang ‘biasa saja.’ Itu adalah emas. Dalam dunia kencan, kenyamanan adalah chemistry dan itulah yang bertahan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.