Acara peluncuran buku Youthquake di Gramedia Jalma, Blok M, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2025). Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta.

Buku Youthquake Hadir Jadi Navigasi Bagi Anak Muda Bertumbuh

10 August 2025   |   16:49 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Kehidupan anak muda tidak terlepas dari cerita penuh warna sekaligus beragam tantangan. Terkadang menjadi anak muda mungkin rasanya seperti sedang berdiri di tengah jalan, sambil ditarik dari segala arah, mulai dari ekspektasi, omongan orang, hingga dunia yang menuntut mereka untuk tidak jadi versi aslinya.
 
Jika Genhype sedang merasa demikian, mungkin buku Youthquake bisa menjadi teman bertumbuh kalian. Diterbitkan oleh YOI Books, lini penerbit Elex Media, berkolaborasi dengan Pear Press, Youthquake adalah buku fiksi bercorak jurnalistik yang memotret ragam persoalan anak muda masa kini, mulai dari identitas, relasi, hingga tekanan sosial dengan keberanian, kejujuran, dan sentuhan interaktif yang memantik aksi. 

Baca juga: Yuk Beli Buku Original! Simak 7 Cara Bedakan Buku Asli & Bajakan
 
Buku setebal 200 halaman ini berisi kumpulan cerita nyata tentang keresahan, pertanyaan, tekanan, dan perjuangan dari sejumlah anak muda dengan berbagai latar belakang di 10 provinsi di Indonesia. Diceritakan oleh mereka yang menjalaninya, buku ini menawarkan ruang dialog bagi pembaca yang sedang bingung, lelah, atau berjuang mengenal siapa mereka sebenarnya.
 
Di dalamnya, pembaca akan menemukan potongan-potongan cerita dan berbagai pengalaman, mulai dari yang mempertanyakan standar, berdamai dengan trauma, keberanian mencintai diri sendiri meski berbeda, hingga tentang suara yang tak mau lagi dibungkam. 
 

Buku Youthquake. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Buku Youthquake. (Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta)

Berbeda dari buku motivasi yang penuh kalimat manis, Youthquake mengajak pembaca memasuki ruang refleksi dan perlawanan melalui kumpulan kisah nyata yang lahir dari keresahan, pertanyaan, dan perjuangan. Mengajak pembaca untuk merayakan kekacauan masa muda, sekaligus membangun keberanian untuk memilih jalan sendiri dengan kepala tegak dan hati yang jujur.
 
Youthquake ditulis oleh Dyana Savina Hutadjulu dan Ratri Maria. Dyana Savina Hutadjulu atau Vina merupakan aktivis yang telah bekerja di ranah isu anak muda, kesetaraan gender, dan inklusi sosial di ragam organisasi selama 15 tahun. Sementara Ratri Maria adalah seorang diaspora Indonesia yang telah menghabiskan lebih dari 15 tahun bekerja di bidang iklim, inklusi keuangan/gender, dan AI (data science) for good. 
 
Lewat buku Youthquake, mereka menghadirkan narasi yang dekat dengan realitas pembaca dan kemasan cerita yang autentik, bahasa yang mengalir, serta ruang interaktif yang mengajak pembaca ikut berproses. Youthquake diharapkan menjadi bacaan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggerakkan.
 
Ratri mengatakan buku Youthquake lahir dari pengalaman kehidupan pribadinya ketika menginjak usia 20-an yang terasa bergejolak dan tak jarang merasa seperti hilang arah. Ketika di posisi itu, dia pun merasakan banyak tekanan dan pertanyaan, sekaligus bingung untuk mencari jalan keluarnya.
 
Berangkat dari pengalaman itu, dia pun mencoba untuk berbagi tips atau trik khususnya untuk anak muda ketika sedang merasakan kondisi yang sama lewat buku Youthquake. Judul Youthquake sendiri diambil sebagaimana isi bukunya, yakni guncangan-guncangan layaknya 'gempa' yang dirasakan anak muda. 
 
"Dulu gue pernah ngalamin kayak gitu, dan navigasinya sendiri. Gimana kalau misalnya gue bisa share ini dengan kasih mungkin sedikit tips, trik, gimana supaya bisa navigasi dinamika ini lebih mudah lah," katanya dalam acara peluncuran di Jakarta, Minggu (10/8/2025).
 
Anak-anak muda yang kisahnya menjadi inspirasi buku Youthquake dihubungkan kepada Ratri dan Vina lewat kerja sama dengan Yayasan Kesehatan Perempuan. Vina mengatakan anak-anak muda tersebut cenderung tidak terpapar informasi dan tidak memiliki pendampingan, di samping memiliki isu-isu sosial yang berat.
 
Dia menambahkan lewat buku ini, pihaknya ingin menumbuhkan empati di kalangan pembaca khususnya terhadap mereka yang rentan, sehingga apapun masalah dan tantangannya, anak-anak muda tetap bisa merasa berdaya untuk bangkit dan tumbuh dengan versi terbaik diri mereka masing-masing.
 
"Jadi kita mau buku ini buat orang tuh baca dan langsung berempati. Karena anak muda-anak muda ini tidak punya siapa-siapa lain lagi selain orang yang hadir untuk mereka dan kita ingin memprofilkan anak-anak muda yang sudah bisa jadi agents of change di sepuluh provinsi di buku ini," ucapnya.
 

Acara peluncuran buku Youthquake di Gramedia Jalma, Blok M, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2025). Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta.

Sesi talkshow peluncuran buku Youthquake di Gramedia Jalma, Blok M, Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2025). Sumber gambar: Hypeabis.id/Luke Andaresta.

Buku Youthquake terdiri dari 10 bab, dimana setiap babnya mengangkat hal yang memang tengah menjadi isu di kalangan anak muda. Vina menyampaikan berdasarkan temuannya, beberapa hal yang kini tengah menjadi isu utama anak muda ialah 'pick me', pertemanan toksik, dan paylater.
 
Dia menambahkan buku Youthquake membahas ragam isu sosial yang dialami anak muda dari berbagai skala, mulai dari yang sifatnya conversational hingga isu-isu berat. "Supaya memberikan semacam nuansa bahwa anak muda tuh mengalami kegempaan, isu-isu yang mereka harus navigasi sendiri," imbuhnya.
 
Ratri menambahkan selain diangkat dari hasil riset mereka, isu-isu sosial anak muda yang hadir di buku Youthquake juga berangkat dari pengalaman personal dirinya dan Vina. Salah satunya terkait kesehatan mental, isu yang menurutnya dari dulu hingga sekarang masih sangat relevan untuk diperbincangkan.
 
Menurutnya, usia muda menjadi fase dimana seseorang kerap merasa stres, merasa bingung menavigasi kehidupan identitas dan kemauannya, hingga merasa mendapatkan pemahaman dari luar yang tidak sejalan dengan keyakinan diri sendiri.
 
"Sekarang mungkin sudah lebih banyak cara untuk menanganinya. Semoga topik-topik dan ruang untuk bisa ngomongin masalah mental terus ada, jadi isu yang penting buat semua," ucapnya.

Baca juga: Ilustrator Emte Luncurkan Buku Life As I Know It, Eksplorasi Soal Perayaan Kesendirian
 
Setiap bab dalam Youthquake juga berisi worksheet, mengundang pembaca untuk ikut terlibat mengisi halaman-halaman latihan reflektif, menggarisbawahi hal-hal yang penting bagi dirinya, dan merancang langkah nyata yang bisa dilakukan setelah membaca. Pendekatan ini membuat Youthquake tak hanya menjadi bacaan, melainkan juga pengalaman yang menghidupkan kembali rasa percaya diri dan solidaritas di kalangan muda.
 
"Dengan kemasan cerita yang autentik, bahasa yang mengalir, dan ruang interaktif yang mengajak pembaca ikut berproses, Youthquake diharapkan menjadi bacaan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggerakkan. Buku ini adalah cara untuk mengajak anak muda menyadari bahwa mereka punya peran besar," ucap Ratri.
 
Adapun, buku Youthquake tersedia di toko buku Gramedia seluruh Indonesia, marketplace resmi, maupun platform digital.
 

SEBELUMNYA

Perajin Alas Kaki & Produk Kulit Punya Cara Kreatif Tembus Pasar Global

BERIKUTNYA

Tampil Mendominasi, Tim Perahu Naga Indonesia Boyong Lima Medali di The World Games 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: