Ilustrator Emte Luncurkan Buku Life As I Know It, Eksplorasi Soal Perayaan Kesendirian
16 July 2025 |
20:53 WIB
Ilustrator Muhammad Taufiq atau Emte, meluncurkan buku berjudul Life As I Know It, di dia.lo.gue, Kemang, Jakarta Selatan pada Rabu, (16/7/25). Peluncuran buku ini disertai dengan pembukaan pameran dengan tajuk yang sama hingga 16 Agustus 2025.
Life As I Know It adalah buku kedua dari serial buku ilustrasi Life As We Know It yang diterbitkan pada 2023 oleh Gramedia Pustaka Utama. Mengeksplorasi medium cat air, dalam karya terbarunya, Emte menyuguhkan pengalaman personal dirinya sebagai manusia urban.
Baca juga: Buku The Evolution of Jakarta’s Street Food Raih Penghargaan Gourmand World Cookbook Awards 2025
Masih menyuguhkan konsep tanpa dialog, Emte menyuguhkan sebuah potret observasinya pada kehidupan urban secara umum. Life As I Know It menampilkan lebih dari 250 ilustrasi cat air tentang kehidupan sehari-hari yang jamak ditemukan di kota-kota besar Indonesia.
"Buku ini berangkat dari keresahan yang sederhana. Memang kenapa sih jika kita sendirian? Saat mengalami hal-hal sepele seperti nonton film, jalan dan yang lain, lalu ditanya, sendiri saja kak?" paparnya saat peluncuran buku, dan pemerannya di dia.lo.gue.
Buku tanpa dialog itu, juga menempatkan sang penulis atau bisa juga orang lain sebagai subjek utama yang bertualang ke sejumlah tempat. Lain dari itu kita juga akan melihat senarai kegiatan, seperti memasak, bercengkrama dengan anabul, dan yang lain.
Emte menjelaskan, melakukan aktivitas sendiri bukanlah sesuatu yang aneh, dan tidak menyedihkan. Bahkan dia mengaku happy dan enjoy menjalaninya, termasuk saat dia melabang ke sejumlah negara di dunia, lalu mengabadikannya dalam berbagai karya sketsa ini.
"Bukan berarti kita tidak butuh orang lain, tetapi jika kita bisa menikmati kesendirian kita, kehadiran orang lain jadi terasa bermakna," imbuhnya.
Dikenal melalui kejenakaannya bermain warna, dan mengulik ‘plesetan’ Emte juga mengungkapkan kekuatan bahasa visual untuk berkomunikasi melintasi budaya. Proyek terbarunya ini juga cukup menantang, karena dia hanya memvisualkannya lewat gambar, tanpa menggunakan kata-kata.
Pada chapter pertama misal, sang seniman menggambarkan senarai figur dalam berbagai pose saat tidur. Di antaranya ada yang bermain gawai, mendengarkan musik, atau mendekap bantal dan selimut. Pada bingkai berikutnya adegan bergulir lewat gambar seseorang yang menimbang berat badan, lalu memulai hari.
Peluncuran buku Life As I Know It juga disertai dengan pameran tunggal perdana Emte di dia.lo.gue. Menurut Engel Tanzil, Co-Founder dari dia.lo.gue, kolaborasi bersama Emte ini sejalan dengan misi galeri untuk menjadi ruang yang inklusif untuk seni, desain dan budaya.
Dia pun mengaku sangat antusias untuk menampilkan karya-karya Emte. Sebab, sebagai seorang ilustrator Emte telah melalui jalan panjang hingga dikenal seperti sekarang. Dia berharap, pengunjung juga bisa terinspirasi dan melihat bagaimana gagasan diolah menjadi sebuah karya.
"Semoga pengunjung bisa melihat proses panjang yang dilalui oleh seorang ilustrator sejak masa kecilnya, hingga inspirasi dari kesehariannya lewat berbagai ukuran kertas, warna, referensi," katanya.
Mohammad Taufiq atau lebih dikenal sebagai Emte, adalah seniman otodidak yang berbasis di Jakarta. Semasa di taman kanak-kanak, tidak ada buku maupun tembok yang luput dari corat-coretnya. Dia melanjutkan pendidikan formal di jurusan Desain Komunikasi Visual, Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Selama lebih dari 25 tahun, Emte membangun portofolio yang merentang dari komik, ilustrasi majalah, sampul album musik, desain buku, merchandise dan lukisan. Dengan praktik seni yang mengambil referensi dari musik, budaya pop, humor, serta kehidupan sehari-hari di perkotaan.
Emte dikenal sebagai ilustrator serba bisa yang piawai meleburkan bahasa visual. Ciri khasnya berupa goresan dan semburan yang menonjolkan karakteristik medium cat air sebagai medium yang tak terduga dan mustahil dikendalikan sepenuhnya oleh sang seniman.
Karya-karya Emte sudah dipamerkan di Indonesia dan mancanegara, termasuk di antaranya adalah presentasi di Art Jakarta (2015, 2017, 2019), Unknown Asia – Jepang (2018), London Book Fair (2019), juga pameran kelompok di Australia, Amerika Serikat (2019), dan Kanada (2023), dan pameran tunggal di Jerman (2024).
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Life As I Know It adalah buku kedua dari serial buku ilustrasi Life As We Know It yang diterbitkan pada 2023 oleh Gramedia Pustaka Utama. Mengeksplorasi medium cat air, dalam karya terbarunya, Emte menyuguhkan pengalaman personal dirinya sebagai manusia urban.
Baca juga: Buku The Evolution of Jakarta’s Street Food Raih Penghargaan Gourmand World Cookbook Awards 2025
Masih menyuguhkan konsep tanpa dialog, Emte menyuguhkan sebuah potret observasinya pada kehidupan urban secara umum. Life As I Know It menampilkan lebih dari 250 ilustrasi cat air tentang kehidupan sehari-hari yang jamak ditemukan di kota-kota besar Indonesia.
"Buku ini berangkat dari keresahan yang sederhana. Memang kenapa sih jika kita sendirian? Saat mengalami hal-hal sepele seperti nonton film, jalan dan yang lain, lalu ditanya, sendiri saja kak?" paparnya saat peluncuran buku, dan pemerannya di dia.lo.gue.
Buku tanpa dialog itu, juga menempatkan sang penulis atau bisa juga orang lain sebagai subjek utama yang bertualang ke sejumlah tempat. Lain dari itu kita juga akan melihat senarai kegiatan, seperti memasak, bercengkrama dengan anabul, dan yang lain.
Emte menjelaskan, melakukan aktivitas sendiri bukanlah sesuatu yang aneh, dan tidak menyedihkan. Bahkan dia mengaku happy dan enjoy menjalaninya, termasuk saat dia melabang ke sejumlah negara di dunia, lalu mengabadikannya dalam berbagai karya sketsa ini.
"Bukan berarti kita tidak butuh orang lain, tetapi jika kita bisa menikmati kesendirian kita, kehadiran orang lain jadi terasa bermakna," imbuhnya.

Pengunjung menikmati pameran Life As I Know It, di dia.lo.gue, Kemang, Jakarta Selatan pada Rabu, (16/7/25) (sumber gambar: Hypeabis.id/Prasetyo Agung Ginanjar)
Dikenal melalui kejenakaannya bermain warna, dan mengulik ‘plesetan’ Emte juga mengungkapkan kekuatan bahasa visual untuk berkomunikasi melintasi budaya. Proyek terbarunya ini juga cukup menantang, karena dia hanya memvisualkannya lewat gambar, tanpa menggunakan kata-kata.
Pada chapter pertama misal, sang seniman menggambarkan senarai figur dalam berbagai pose saat tidur. Di antaranya ada yang bermain gawai, mendengarkan musik, atau mendekap bantal dan selimut. Pada bingkai berikutnya adegan bergulir lewat gambar seseorang yang menimbang berat badan, lalu memulai hari.
Peluncuran buku Life As I Know It juga disertai dengan pameran tunggal perdana Emte di dia.lo.gue. Menurut Engel Tanzil, Co-Founder dari dia.lo.gue, kolaborasi bersama Emte ini sejalan dengan misi galeri untuk menjadi ruang yang inklusif untuk seni, desain dan budaya.
Dia pun mengaku sangat antusias untuk menampilkan karya-karya Emte. Sebab, sebagai seorang ilustrator Emte telah melalui jalan panjang hingga dikenal seperti sekarang. Dia berharap, pengunjung juga bisa terinspirasi dan melihat bagaimana gagasan diolah menjadi sebuah karya.
"Semoga pengunjung bisa melihat proses panjang yang dilalui oleh seorang ilustrator sejak masa kecilnya, hingga inspirasi dari kesehariannya lewat berbagai ukuran kertas, warna, referensi," katanya.
Mohammad Taufiq atau lebih dikenal sebagai Emte, adalah seniman otodidak yang berbasis di Jakarta. Semasa di taman kanak-kanak, tidak ada buku maupun tembok yang luput dari corat-coretnya. Dia melanjutkan pendidikan formal di jurusan Desain Komunikasi Visual, Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Selama lebih dari 25 tahun, Emte membangun portofolio yang merentang dari komik, ilustrasi majalah, sampul album musik, desain buku, merchandise dan lukisan. Dengan praktik seni yang mengambil referensi dari musik, budaya pop, humor, serta kehidupan sehari-hari di perkotaan.
Emte dikenal sebagai ilustrator serba bisa yang piawai meleburkan bahasa visual. Ciri khasnya berupa goresan dan semburan yang menonjolkan karakteristik medium cat air sebagai medium yang tak terduga dan mustahil dikendalikan sepenuhnya oleh sang seniman.
Karya-karya Emte sudah dipamerkan di Indonesia dan mancanegara, termasuk di antaranya adalah presentasi di Art Jakarta (2015, 2017, 2019), Unknown Asia – Jepang (2018), London Book Fair (2019), juga pameran kelompok di Australia, Amerika Serikat (2019), dan Kanada (2023), dan pameran tunggal di Jerman (2024).
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.