Deretan Teknologi Alkes Buatan Anak Bangsa di Indo Healthcare Gakeslab Expo 2025
09 August 2025 |
18:00 WIB
Di tengah tantangan pemerataan layanan kesehatan dan keterbatasan akses alat medis di banyak daerah Indonesia, geliat inovasi alat kesehatan dalam negeri terus berkembang untuk menjawab berbagai kebutuhan akan diagnosis yang cepat dan akurat.
Meskipun saat ini 90 persen alat kesehatan berteknologi tinggi masih impor tetapi para produsen lokal terus berinovasi menciptakan teknologi alat kesehatan mulai dari alat diagnostik portabel, sistem monitoring kesehatan digital, hingga produk emergency seperti ventilator dan AED buatan anak bangsa.
Transformasi ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan lahir dari dorongan pemerintah untuk meningkatkan kemandirian sektor kesehatan serta semangat kolaborasi antara pelaku industri, akademisi, dan regulator.
Baca juga: Program Cek Kesehatan Gratis Dongkrak Permintaan Alat Kesehatan Dalam Negeri
Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes Rizka Andalucia mengatakan untuk mendorong inovasi teknologi alat kesehatan maka perlu lebih difokuskan pada riset dan pengembangan (R&D).
“Tanpa riset, tidak akan maju dan sustain karena hanya akan meng-copy produk yang sudah ada. Padahal yang terpenting bagaimana untuk bisa mendevelop sesuatu yang lebih inovatif,” ujarnya dalam pembukaan Indohealthcare Gakeslab Expo 2025.
Perhelatan Indohealthcare Gakeslab Expo ini diikuti oleh 60 peserta dari 12 negara yang membawa berbagai teknologi di sektor kesehatan, termasuk inovasi terbaru dari produsen dalam negeri.
Berikut lima inovasi dan teknologi yang dihadirkan oleh para produsen dan distributor alat kesehatan lokal di Indohealthcare Gakeslab Expo 2025.
Melalui platform seperti PECS (Pemeriksaan Elektronik Cepat untuk TBC), pasien di daerah terpencil kini bisa mendapatkan diagnosis tanpa harus datang ke rumah sakit besar. "Kami ingin alat seperti ini menjangkau seluruh wilayah Indonesia agar deteksi dini bisa dilakukan secara merata," ujar Kartono.
Selain itu juga memiliki paparan radiasi yang jauh lebih rendah sekaligus bisa terhubung langsung ke sistem AI untuk pembacaan hasil otomatis. Inovasi ini membuka jalan bagi layanan diagnosis kanker dan stroke yang lebih merata dan efisien.
“Saat ini kami sedang memproses produksi AED untuk bisa digunakan di fasilitas umum secara luas. Ini adalah bagian dari komitmen kami mendukung program pemerintah," ujar Irwan Hermanto Direktur PT Sinergi Medika Utama.
“Ruang bersih di laboratorium dan rumah sakit kini tidak hanya harus steril, tapi juga aman secara digital," jelas Firdaus Gutri, Direktur Marketing PT ITU Airconco.
Tak hanya pameran produk, Indohealthcare Gakeslab Expo juga menjadi ajang mempertemukan produsen dengan pengguna jasa kesehatan, seperti rumah sakit, klinik, hingga Dinas Kesehatan dari berbagai daerah. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah penting untuk memperkuat ekosistem industri alkes Indonesia.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia mampu memproduksi alat kesehatan berkualitas tinggi. Jangan terus bergantung pada produk impor,” kata Daud D.Salim CEO Krista Exhibition.
Baca juga: Indohealthcare Gakeslab Expo 2025 Digelar 6-8 Agustus, Melirik Potensi Industri Kesehatan
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Meskipun saat ini 90 persen alat kesehatan berteknologi tinggi masih impor tetapi para produsen lokal terus berinovasi menciptakan teknologi alat kesehatan mulai dari alat diagnostik portabel, sistem monitoring kesehatan digital, hingga produk emergency seperti ventilator dan AED buatan anak bangsa.
Transformasi ini bukan terjadi secara kebetulan, melainkan lahir dari dorongan pemerintah untuk meningkatkan kemandirian sektor kesehatan serta semangat kolaborasi antara pelaku industri, akademisi, dan regulator.
Baca juga: Program Cek Kesehatan Gratis Dongkrak Permintaan Alat Kesehatan Dalam Negeri
Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes Rizka Andalucia mengatakan untuk mendorong inovasi teknologi alat kesehatan maka perlu lebih difokuskan pada riset dan pengembangan (R&D).
“Tanpa riset, tidak akan maju dan sustain karena hanya akan meng-copy produk yang sudah ada. Padahal yang terpenting bagaimana untuk bisa mendevelop sesuatu yang lebih inovatif,” ujarnya dalam pembukaan Indohealthcare Gakeslab Expo 2025.
Perhelatan Indohealthcare Gakeslab Expo ini diikuti oleh 60 peserta dari 12 negara yang membawa berbagai teknologi di sektor kesehatan, termasuk inovasi terbaru dari produsen dalam negeri.
Berikut lima inovasi dan teknologi yang dihadirkan oleh para produsen dan distributor alat kesehatan lokal di Indohealthcare Gakeslab Expo 2025.
1. Telemedicine untuk TBC dan Penyakit Kronis
Ketua Umum Gakeslab Indonesia, Rd. Kartono Dwidjosewojo mengatakan salah satu inovasi teknologi alkes adalah platform telemedisin berbasis kecerdasan buatan untuk mendeteksi penyakit menular seperti TBC secara lebih cepat dan luas.Melalui platform seperti PECS (Pemeriksaan Elektronik Cepat untuk TBC), pasien di daerah terpencil kini bisa mendapatkan diagnosis tanpa harus datang ke rumah sakit besar. "Kami ingin alat seperti ini menjangkau seluruh wilayah Indonesia agar deteksi dini bisa dilakukan secara merata," ujar Kartono.
2. CT Scan Generasi Baru
Selain itu adalah pula alat CT Scan generasi terbaru yang memiliki pengembangan terkini. Mesin CT Scan tersebut mempunyai kemampuan pemindaian lebih cepat, memberikan hasil yang lebih presisi akurasi tinggi.Selain itu juga memiliki paparan radiasi yang jauh lebih rendah sekaligus bisa terhubung langsung ke sistem AI untuk pembacaan hasil otomatis. Inovasi ini membuka jalan bagi layanan diagnosis kanker dan stroke yang lebih merata dan efisien.
3. Alat Pemacu Jantung Darurat (AED) Produksi Lokal
Dalam upaya memperkuat respons kedaruratan medis, produsen lokal Synergymed memamerkan AED (Automated External Defibrillator) buatan dalam negeri. Alat ini penting untuk pertolongan pertama pada serangan jantung mendadak yang sering terjadi di ruang publik atau kegiatan olahraga.“Saat ini kami sedang memproses produksi AED untuk bisa digunakan di fasilitas umum secara luas. Ini adalah bagian dari komitmen kami mendukung program pemerintah," ujar Irwan Hermanto Direktur PT Sinergi Medika Utama.
4. Sistem HVAC & AHU Cleanroom dengan Digitalisasi
Untuk mendukung kebersihan dan keamanan di fasilitas kesehatan dan farmasi, teknologi HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) serta AHU (Air Handling Unit) kini dilengkapi sistem digital yang mampu menjaga data integrity dan data security.“Ruang bersih di laboratorium dan rumah sakit kini tidak hanya harus steril, tapi juga aman secara digital," jelas Firdaus Gutri, Direktur Marketing PT ITU Airconco.
5. Ventilator dan Mesin Anestesi Lokal
Seiring tekanan anggaran di rumah sakit pemerintah, produk dalam negeri dengan TKDN tinggi menjadi kunci untuk bisa bertahan. Beberapa perusahaan kini sedang memproses TKDN untuk ventilator dan mesin anestesi, agar bisa digunakan secara resmi di berbagai fasilitas kesehatan nasional.Tak hanya pameran produk, Indohealthcare Gakeslab Expo juga menjadi ajang mempertemukan produsen dengan pengguna jasa kesehatan, seperti rumah sakit, klinik, hingga Dinas Kesehatan dari berbagai daerah. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah penting untuk memperkuat ekosistem industri alkes Indonesia.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia mampu memproduksi alat kesehatan berkualitas tinggi. Jangan terus bergantung pada produk impor,” kata Daud D.Salim CEO Krista Exhibition.
Baca juga: Indohealthcare Gakeslab Expo 2025 Digelar 6-8 Agustus, Melirik Potensi Industri Kesehatan
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.