Ilustrasi alat kesehatan (Sumber gambar: Vijay Victor/Pexels)

Indohealthcare Gakeslab Expo 2025 Digelar 6-8 Agustus, Melirik Potensi Industri Kesehatan

01 August 2025   |   14:00 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Industri kesehatan nasional menunjukkan tren pertumbuhan yang makin kuat dan kian strategis. Tak hanya sebagai penopang sistem kesehatan dalam negeri, sektor tersebut saat ini menjadi ladang subur bagi peluang usaha, investasi, dan ekspansi pasar. 

Data terbaru mencatat, tingkat penggunaan alat kesehatan dalam negeri melonjak signifikan dari hanya 12 persen pada 2019 menjadi sekitar 48 persen pada 2024. Ini mendorong pertumbuhan jumlah produsen alat kesehatan lokal yang mencapai 812 serta 5.661 distributor resmi. 

Tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, Industri Alat Kesehatan di Indonesia juga menunjukkan daya saing di pasar global, dengan nilai ekspor alat kesehatan mencapai lebih dari Rp 4,6 triliun atau sekitar US$ 273 juta pada tahun 2024. 

Baca juga: Melihat Potensi Adopsi AI Dalam Layananan Kesehatan di Indonesia 

Pertumbuhan ini turut didorong oleh upaya pemerintah dalam memperkuat kemandirian sektor kesehatan melalui peningkatan produksi dalam negeri dan transformasi digital. Salah satu subsektor dengan potensi besar adalah connected healthcare atau layanan kesehatan terhubung secara digital. 

Pasar ini diproyeksikan mencapai US$880 juta pada 2025, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 28 persen. Transformasi ini mencakup layanan telemedisin, pemantauan pasien jarak jauh, hingga pemanfaatan big data dan IoT untuk pengelolaan kesehatan. 

Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan industri alat kesehatan nasional sebesar 8 persen pada tahun 2025, mencerminkan komitmen kuat untuk menjadikan sektor ini sebagai bagian penting dari ketahanan dan kemandirian sistem kesehatan Indonesia.

“Peningkatan produksi alat kesehatan dalam negeri dan dorongan untuk mendigitalisasi layanan kesehatan menjadi peluang besar, baik bagi industri besar maupun pelaku UMKM,” ujar Daud D. Salim, CEO Krista Exhibitions, penyelenggara Indohealthcare Gakeslab Expo 2025. 
 

Indohealthcare Gakeslab Expo 2025 

Menangkap peluang tersebut, Krista Exhibitions bersama Gakeslab Indonesia akan menggelar Indohealthcare Gakeslab Expo 2025 pada 6–8 Agustus 2025 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. 

Pameran internasional ini merupakan ajang penting yang menghadirkan teknologi dan inovasi terkini di sektor kesehatan, termasuk alat-alat kesehatan yang dibutuhkan oleh fasilitas layanan kesehatan di bawah naungan pemerintah maupun swasta.

Akan ada lebih dari 60 perusahaan dari 12 negara seperti China, Mesir, Hongkong, India, Jepang, Jerman, Malaysia, Turkey, hingga USA serta menargetkan 15.000 pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan dari kalangan industri, akademisi, rumah sakit, distributor, dan pemerintah.

Daud mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan ruang strategis untuk aktivitas Business Matching dan Business Networking, melalui pendekatan kolaboratif seperti Business to Business (B2B), Business to Hospital (B2H), hingga Business to Academy (B2A).

Ketua Umum Gakeslab Indonesia, Rd. Kartono Dwidjosewojo, menambahkan bahwa penguatan ekosistem industri alat kesehatan juga akan diperkuat melalui forum-forum edukatif seperti Rakernas, seminar nasional, hingga workshop regulasi seperti CDAKB, CPAKB, dan NIE.

“Selain mempertemukan produsen dan distributor, pameran ini juga menghubungkan pelaku industri dengan lembaga keuangan dan akademisi untuk mendorong kolaborasi lintas sektor,” jelas Kartono. 

Dukungan terhadap industri kesehatan juga datang dari berbagai kementerian dan asosiasi profesi, mulai dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, hingga asosiasi rumah sakit seperti ARSADA dan PERSI. Dengan dukungan lintas sektor, ekosistem industri kesehatan nasional kini memiliki landasan kuat untuk tumbuh secara berkelanjutan dan berdaya saing global.

Indohealthcare GAKESLAB Expo 2025 menjadi wadah strategis untuk mendorong kemajuan industri alat kesehatan nasional melalui beragam acara edukatif dan inspiratif. Mulai dari workshop E-Katalog oleh LKPP RI, hingga seminar “UMKM Bisa Ekspor” bersama Kementerian Perdagangan RI yang memberikan wawasan ekspor bagi pelaku usaha. 

Baca juga: CISDI Indonesia Gelar Festival Berani Sehat, Edukasi Kesehatan yang Dekat & Membumi 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 
Editor:

SEBELUMNYA

3 Film Indonesia Tayang Agustus 2025 di Netflix, Pabrik Gula hingga Norma

BERIKUTNYA

Kamera Saku Kompak Anyar Berteknologi AI Setara Full Frame dari Sony

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: