62% Generasi Sandwich Pernah Berutang, Ini 4 Solusi Finansial yang Direkomendasikan
05 August 2025 |
16:04 WIB
Menanggung kebutuhan orang tua dan anak di tengah tekanan ekonomi membuat finansial generasi sandwich makin kompleks. Laporan PINA Indonesia 2024 mencatat hampir 8 dari 10 penduduk Indonesia menopang dua generasi sekaligus, dengan penghasilan yang sering kali tak mencukupi semua kebutuhan.
Kondisi ini semakin diperparah oleh kenaikan biaya hidup dan minimnya kesiapan finansial jangka panjang. Tak sedikit yang akhirnya harus berutang untuk menutup kebutuhan harian. Survei YouGov 2025 mencatat, 62 persen dari generasi sandwich pernah meminjam uang dalam 12 bulan terakhir. Di balik peran mulia sebagai tulang punggung keluarga, tersembunyi tekanan mental dan keuangan yang sering kali tak terlihat.
Di tengah tantangan ini, mulai banyak pihak menaruh perhatian terhadap pentingnya perencanaan keuangan dan proteksi dini sebagai solusi.
Baca Juga: Merasa Gaji Cepat Habis? Saatnya Lakukan Detoks Keuangan Melalui Piramida Finansial
"Tantangan ini tidak cukup diatasi hanya dengan berhemat. Diperlukan strategi pengelolaan risiko yang menyeluruh, termasuk perlindungan jiwa dan kesehatan yang tepat," ujar Fabiola Noralita, Direktur Bisnis Individu IFG Life.
Untuk membantu generasi sandwich mengelola keuangan secara lebih bijak, berikut empat strategi penting yang disarankan IFG Life:
Tetapkan prioritas dengan jelas, mana yang mendesak, mana yang bisa ditunda. Ajak pasangan dan anggota keluarga berdiskusi soal kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Jangan ragu menetapkan batas; menolak permintaan di luar kemampuan adalah langkah bijak, bukan egois.
Salah satu bentuk perencanaan yang kerap direkomendasikan adalah kepemilikan asuransi jiwa, yang dapat menjadi fondasi keamanan finansial lintas generasi. Proteksi semacam ini berfungsi menjaga kestabilan ekonomi keluarga jika terjadi hal-hal yang tidak diharapkan di masa depan.
Saat ini, banyak penyedia asuransi menawarkan produk dengan premi yang lebih terjangkau dan fleksibel, sehingga bisa diakses oleh lebih banyak kalangan, termasuk generasi sandwich yang memiliki beban keuangan berlapis.
Langkah kecil ini tidak hanya membantu membangun kesadaran finansial, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi keluarga untuk jangka panjang. Beberapa lembaga dan pelaku industri kini juga semakin aktif menyediakan sumber edukasi finansial yang mudah diakses oleh publik.
Di tengah tekanan finansial yang kompleks, generasi sandwich membutuhkan strategi cerdas: membangun kesadaran, menetapkan batas, serta menyiapkan proteksi jangka panjang.
Baca Juga: Love Scamming Bikin Rugi Finansial Hingga Mental, Kenali Ciri-ciri Pelakunya
Kondisi ini semakin diperparah oleh kenaikan biaya hidup dan minimnya kesiapan finansial jangka panjang. Tak sedikit yang akhirnya harus berutang untuk menutup kebutuhan harian. Survei YouGov 2025 mencatat, 62 persen dari generasi sandwich pernah meminjam uang dalam 12 bulan terakhir. Di balik peran mulia sebagai tulang punggung keluarga, tersembunyi tekanan mental dan keuangan yang sering kali tak terlihat.
Di tengah tantangan ini, mulai banyak pihak menaruh perhatian terhadap pentingnya perencanaan keuangan dan proteksi dini sebagai solusi.
Baca Juga: Merasa Gaji Cepat Habis? Saatnya Lakukan Detoks Keuangan Melalui Piramida Finansial
"Tantangan ini tidak cukup diatasi hanya dengan berhemat. Diperlukan strategi pengelolaan risiko yang menyeluruh, termasuk perlindungan jiwa dan kesehatan yang tepat," ujar Fabiola Noralita, Direktur Bisnis Individu IFG Life.
Untuk membantu generasi sandwich mengelola keuangan secara lebih bijak, berikut empat strategi penting yang disarankan IFG Life:
1. Susun Anggaran yang Komprehensif
Langkah awal adalah menyusun anggaran yang mencakup seluruh kebutuhan keluarga mulai dari kebutuhan pribadi, pasangan, anak-anak, hingga orang tua. Catat seluruh pemasukan dan pengeluaran, termasuk biaya rutin seperti tagihan bulanan, premi asuransi, serta alokasi dana darurat.Tetapkan prioritas dengan jelas, mana yang mendesak, mana yang bisa ditunda. Ajak pasangan dan anggota keluarga berdiskusi soal kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Jangan ragu menetapkan batas; menolak permintaan di luar kemampuan adalah langkah bijak, bukan egois.
2. Fokus pada Perencanaan Keuangan Jangka Panjang
Rencana keuangan jangka panjang sebaiknya mencakup berbagai kebutuhan esensial, seperti dana darurat, biaya pendidikan anak, dana pensiun, hingga warisan. Setelah memahami kondisi keuangan keluarga secara menyeluruh, penting untuk menyusun strategi yang realistis dan terukur.Salah satu bentuk perencanaan yang kerap direkomendasikan adalah kepemilikan asuransi jiwa, yang dapat menjadi fondasi keamanan finansial lintas generasi. Proteksi semacam ini berfungsi menjaga kestabilan ekonomi keluarga jika terjadi hal-hal yang tidak diharapkan di masa depan.
3. Sediakan Proteksi yang Tepat
Kondisi tak terduga seperti sakit atau kecelakaan bisa datang tanpa peringatan dan berdampak besar pada keuangan keluarga, terutama jika belum ada cadangan dana yang memadai. Maka memiliki perlindungan berupa asuransi jiwa dan kesehatan menjadi salah satu cara mengelola risiko.Saat ini, banyak penyedia asuransi menawarkan produk dengan premi yang lebih terjangkau dan fleksibel, sehingga bisa diakses oleh lebih banyak kalangan, termasuk generasi sandwich yang memiliki beban keuangan berlapis.
4. Edukasi Finansial untuk Seluruh Anggota Keluarga
Pemahaman finansial yang merata dalam keluarga dapat meringankan beban individu yang menanggung banyak tanggung jawab. Melibatkan anak atau anggota keluarga lain dalam diskusi ringan seputar keuangan mulai dari pentingnya menabung hingga manfaat proteksi yang dapat menumbuhkan kemandirian secara perlahan.Langkah kecil ini tidak hanya membantu membangun kesadaran finansial, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi keluarga untuk jangka panjang. Beberapa lembaga dan pelaku industri kini juga semakin aktif menyediakan sumber edukasi finansial yang mudah diakses oleh publik.
Di tengah tekanan finansial yang kompleks, generasi sandwich membutuhkan strategi cerdas: membangun kesadaran, menetapkan batas, serta menyiapkan proteksi jangka panjang.
Baca Juga: Love Scamming Bikin Rugi Finansial Hingga Mental, Kenali Ciri-ciri Pelakunya
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.