TULOLA Gelar Kawan Nusantara “IDENTITAS”, Perayaan Jati Diri Lewat Perhiasan dan Seni
01 August 2025 |
13:22 WIB
Merek perhiasan lokal, TULOLA, menggelar perayaan bertajuk Kawan Nusantara IDENTITAS yang berlangsung 31 Juli hingga 1 Agustus 2025 di The Garden & Nusantara Ballroom, The Dharmawangsa, Jakarta. Acara ini menjadi ruang pertemuan lintas kreativitas yang melibatkan sembilan jenama UMKM Indonesia.
Happy Salma, Founder & Creative Conceptor TULOLA Jewelry mengajak masyarakat untuk menyelami makna terdalam dari jati diri. IDENTITAS lahir dari inti diri yang sejati, berakar dari tempat kita tumbuh, dipengaruhi oleh keluarga, leluhur, dan lingkungan yang membentuk karakter pribadi.
"Seiring waktu, identitas akan mengakar, berkembang, dan menjelma menjadi bagian dari komunitas, hingga membentuk karakter kolektif sebuah bangsa. Inilah yang menjadi inspirasi kami dalam Kawan Nusantara tahun ini," katanya dalam pembukaan pameran, Kamis (31/7/2025).
Baca juga: Sentuhan Perajin Desa Taro dalam Koleksi The Dancer dari TULOLA
Sebanyak 12 art-wear berupa tas edisi terbatas dihadirkan TULOLA dalam instalasi bertajuk IDENT/TAS. Instalasi ini melibatkan kolaborasi kreatif berbagai seniman lintas bidang, di antaranya Garden of Solo yang menyuguhkan busana dengan perpaduan nilai tradisi dan sentuhan modern.
Ada juga sutradara Garin Nugroho yang menuangkan pencarian jati diri melalui film pendek berdurasi delapan menit berjudul Kegelisahan Sinta, serta arsitek Trianzani Sulshi yang menginterpretasikan hubungan antara identitas personal dan ruang yang mengelilinginya.
Sri Luce Rusna, selaku Founder & Creative Designer TULOLA, mengungkapkan bahwa koleksi art-wear ini adalah hasil riset panjang mengenai bentuk-bentuk simbolik dalam tradisi Nusantara yang dimaknai ulang. Desainnya dikembangkan dengan pendekatan kontemporer namun tetap mengakar pada teknik tradisi yang adiluhung.
"Struktur tas dirancang seperti ruang ekspresi masing-masing yang mewakili babak narasi Warisan, Komunitas, Dunia Baru, dan Legacy. Setiap detil ukiran, sambungan, hingga pemilihan batu mulia kami kerjakan dengan pendekatan yang sangat personal," tutur Sri Luce.
Gagasan dan desain tersebut dijalin oleh tangan-tangan terampil para perajin atau artisan yang memiliki keahlian khusus. Proses pengerjaan setiap produk ini seluruhnya menggunakan tangan (handmade) dengan kombinasi bahan 92,5 persen perak murni, kemudian dilapisi emas 18 karat (gold dip) yang memerlukan waktu tiga minggu untuk setiap produknya. Teknik pengerjaan kawat perak dibuat anyaman, gergaji pola, pola ditatah, kemudian dirangkai dengan patri.
TULOLA juga menggandeng aktris ternama Indonesia, Putri Marino, dalam mengangkat tema utama koleksi ini, yaitu IDENTITAS. Dalam kolaborasi ini, Putri berbagi pandangannya tentang identitas sebagai sebuah proses tumbuh, bagaimana dirinya tidak hanya dibentuk oleh komunitas dan lingkungan tempatnya tumbuh, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk siapa dirinya sebenarnya. Gagasan itu diwujudkan oleh TULOLA dalam berbagai desain, yang terdiri dari lima art-wear dan enam signature items.
Selain karya instalasi, juga diluncurkan koleksi art-wear IDENTITAS yang terdiri dari 41 items berupa anting, brooch, sirkam, kalung gelang, dan delapan items One of A Kind, yang memadukan kepiawaian pekerjaan tangan dengan teknik seni perhiasan adiluhung Nusantara.
Koleksi ini menggunakan motif-motif yang diberi nama: Warisan, Komunitas, Dunia Baru dan Legacy yang merupakan empat babak perjalanan penemuan diri.
Pada kesempatan yang sama, TULOLA bersama rekan kolaboratornya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menampilkan pameran HEROES OF HERITAGE melalui program Bakti BCA, yang menampilkan karya dua perajin perak dari Desa Wisata Taro, Bali, yakni I Made Suama dan Ketut Daging.
Karya mereka tak hanya menunjukkan keahlian tinggi dalam seni perak tradisional, tapi juga menggambarkan kekayaan nilai budaya, terutama dalam pembuatan pratima atau benda suci.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn mengatakan, kolaborasi dalam ajang ini menjadi salah satu bukti komitmen mereka dalam mendukung perkembangan UMKM dan pelestarian budaya asli Indonesia.
"Kerja sama seperti ini merupakan hal penting dan perlu dijaga keberadaannya, agar berbagai budaya asli Indonesia tetap lestari dan penggunaannya sesuai perkembangan zaman. Kami berkomitmen berperan aktif dalam pelestarian kebudayaan Indonesia, salah satunya seperti menjadi penghubung antara pengrajin lokal dan pelaku usaha seperti yang terjadi pada kolaborasi ini," katanya.
Karya para perajin Desa Wisata Taro, Bali, tersebut berupa bros cantik yang dapat digunakan sehari-hari. Motif yang digunakan merupakan representasi dari ratusan motif tradisional Bali yang biasa hadir dalam berbagai wujud persembahan, di antaranya motif patra Bali, mandala, sampian, karang daun, dan lembu putih.
Acara Kawan Nusantara juga turut menghadirkan empat pelaku usaha dan jasa. Di antaranya adalah produsen kain wastra warna alam, UMKM Sinta Craft dan Wastraloka, serta penata rias yang merupakan para teman tuli. Seluruh produk dan layanan mereka dapat dijumpai di booth Bakti BCA.
Selain menggandeng BCA. TULOLA juga berkolaborasi dengan PT Pertamina (Persero) yang juga ikut membuka booth dalam pameran tersebut. Vice President Corporate Communication PERTAMINA, Fadjar Djoko Santoso menyampaikan, kemitraan ini sejalan dengan komitmen mereka dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan, khususnya produk lokal di sektor kerajinan dan budaya.
"Kami akan menampilkan program Desa Energi Berdikari dalam pameran nanti, Desa Energi Berdikari merupakan program pemberdayaan masyarakat berbasis energi yang terbukti mampu berdampak kepada masyarakat lokal baik secara ekonomi dan budaya," ungkap Fadjar.
Melalui keikutsertaan dalam pameran yang strategis ini, Pertamina berupaya menjembatani dunia korporasi dengan sektor kreatif, budaya, dan sosial, sebagai bagian dari kontribusi aktif terhadap pembangunan nasional yang inklusif.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Happy Salma, Founder & Creative Conceptor TULOLA Jewelry mengajak masyarakat untuk menyelami makna terdalam dari jati diri. IDENTITAS lahir dari inti diri yang sejati, berakar dari tempat kita tumbuh, dipengaruhi oleh keluarga, leluhur, dan lingkungan yang membentuk karakter pribadi.
"Seiring waktu, identitas akan mengakar, berkembang, dan menjelma menjadi bagian dari komunitas, hingga membentuk karakter kolektif sebuah bangsa. Inilah yang menjadi inspirasi kami dalam Kawan Nusantara tahun ini," katanya dalam pembukaan pameran, Kamis (31/7/2025).
Baca juga: Sentuhan Perajin Desa Taro dalam Koleksi The Dancer dari TULOLA

Konferensi Pers Pembukaan Pameran Kawan Nusantara IDENTITAS (Sumber Foto: Hypeabis.id/Arief Hermawan P)
Ada juga sutradara Garin Nugroho yang menuangkan pencarian jati diri melalui film pendek berdurasi delapan menit berjudul Kegelisahan Sinta, serta arsitek Trianzani Sulshi yang menginterpretasikan hubungan antara identitas personal dan ruang yang mengelilinginya.
Sri Luce Rusna, selaku Founder & Creative Designer TULOLA, mengungkapkan bahwa koleksi art-wear ini adalah hasil riset panjang mengenai bentuk-bentuk simbolik dalam tradisi Nusantara yang dimaknai ulang. Desainnya dikembangkan dengan pendekatan kontemporer namun tetap mengakar pada teknik tradisi yang adiluhung.
"Struktur tas dirancang seperti ruang ekspresi masing-masing yang mewakili babak narasi Warisan, Komunitas, Dunia Baru, dan Legacy. Setiap detil ukiran, sambungan, hingga pemilihan batu mulia kami kerjakan dengan pendekatan yang sangat personal," tutur Sri Luce.

Koleksi art-wear berupa tas (Sumber Foto: TULOLA)
TULOLA juga menggandeng aktris ternama Indonesia, Putri Marino, dalam mengangkat tema utama koleksi ini, yaitu IDENTITAS. Dalam kolaborasi ini, Putri berbagi pandangannya tentang identitas sebagai sebuah proses tumbuh, bagaimana dirinya tidak hanya dibentuk oleh komunitas dan lingkungan tempatnya tumbuh, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk siapa dirinya sebenarnya. Gagasan itu diwujudkan oleh TULOLA dalam berbagai desain, yang terdiri dari lima art-wear dan enam signature items.

Suasana pameran Kawan Nusantara IDENTITAS (Sumber Foto: Hypeabis.id/Arief Hermawan P)
Koleksi ini menggunakan motif-motif yang diberi nama: Warisan, Komunitas, Dunia Baru dan Legacy yang merupakan empat babak perjalanan penemuan diri.
- Warisan: mencerminkan akar tempat kita tumbuh, yang dimaknai dengan motif semesta berupa keindahan flora dan fauna.
- Komunitas: lingkungan terdekat tempat kita merangkai benang-benang kehidupan yang tercermin melalui motif anyaman sebagai simbol keterhubungan antar manusia dan jalinan kokoh yang saling menopang.
- Dunia Baru: pribadi yang bersinar dan menemukan karakter personal yang utuh, ini tertuang dalam kutipan sastrawan Pramoedya Ananta Toer dalam buku Anak Semua Bangsa, "Aku ingin menjadi manusia bebas"
- Legacy: cerminan warisan untuk generasi mendatang, disimbolkan dalam rupa tas dengan bebatuan kristal.
Pada kesempatan yang sama, TULOLA bersama rekan kolaboratornya, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menampilkan pameran HEROES OF HERITAGE melalui program Bakti BCA, yang menampilkan karya dua perajin perak dari Desa Wisata Taro, Bali, yakni I Made Suama dan Ketut Daging.
Karya mereka tak hanya menunjukkan keahlian tinggi dalam seni perak tradisional, tapi juga menggambarkan kekayaan nilai budaya, terutama dalam pembuatan pratima atau benda suci.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn mengatakan, kolaborasi dalam ajang ini menjadi salah satu bukti komitmen mereka dalam mendukung perkembangan UMKM dan pelestarian budaya asli Indonesia.
"Kerja sama seperti ini merupakan hal penting dan perlu dijaga keberadaannya, agar berbagai budaya asli Indonesia tetap lestari dan penggunaannya sesuai perkembangan zaman. Kami berkomitmen berperan aktif dalam pelestarian kebudayaan Indonesia, salah satunya seperti menjadi penghubung antara pengrajin lokal dan pelaku usaha seperti yang terjadi pada kolaborasi ini," katanya.
Karya para perajin Desa Wisata Taro, Bali, tersebut berupa bros cantik yang dapat digunakan sehari-hari. Motif yang digunakan merupakan representasi dari ratusan motif tradisional Bali yang biasa hadir dalam berbagai wujud persembahan, di antaranya motif patra Bali, mandala, sampian, karang daun, dan lembu putih.
Acara Kawan Nusantara juga turut menghadirkan empat pelaku usaha dan jasa. Di antaranya adalah produsen kain wastra warna alam, UMKM Sinta Craft dan Wastraloka, serta penata rias yang merupakan para teman tuli. Seluruh produk dan layanan mereka dapat dijumpai di booth Bakti BCA.
Selain menggandeng BCA. TULOLA juga berkolaborasi dengan PT Pertamina (Persero) yang juga ikut membuka booth dalam pameran tersebut. Vice President Corporate Communication PERTAMINA, Fadjar Djoko Santoso menyampaikan, kemitraan ini sejalan dengan komitmen mereka dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan, khususnya produk lokal di sektor kerajinan dan budaya.
"Kami akan menampilkan program Desa Energi Berdikari dalam pameran nanti, Desa Energi Berdikari merupakan program pemberdayaan masyarakat berbasis energi yang terbukti mampu berdampak kepada masyarakat lokal baik secara ekonomi dan budaya," ungkap Fadjar.
Melalui keikutsertaan dalam pameran yang strategis ini, Pertamina berupaya menjembatani dunia korporasi dengan sektor kreatif, budaya, dan sosial, sebagai bagian dari kontribusi aktif terhadap pembangunan nasional yang inklusif.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.