Bendera One Piece (Sumber Foto: Fandom One Piece)

Makna Pengibaran Bendera One Piece Menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia

01 August 2025   |   07:30 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia pada Agustus 2025, media sosial dan ruang-ruang publik di berbagai daerah diwarnai oleh kemunculan bendera bajak laut dari serial anime One Piece. Bendera bergambar tengkorak dengan topi jerami itu merupakan simbol dari kelompok bajak laut yang dipimpin Monkey D. Luffy.

Bendera One Piece dikibarkan berdampingan dengan bendera Merah Putih, bahkan dalam beberapa kasus menggantikan bendera negara, seperti yang terlihat di sejumlah unggahan media sosial. Fenomena ini dengan cepat menyita perhatian publik, memunculkan beragam interpretasi. Tak sedikit yang memaknai aksi tersebut sebagai sindiran terhadap pemerintah saat ini.

Bendera Jolly Roger dalam dunia One Piece melambangkan kebebasan, perlawanan terhadap ketidakadilan, dan semangat hidup yang menolak tunduk pada otoritas korup. Simbol ini dianggap merepresentasikan kekecewaan sebagian warga, khususnya generasi muda, terhadap situasi politik dan ekonomi di Tanah Air. 

Baca juga: Logo HUT ke-80 RI Resmi Dirilis, Ini Deretan Logo HUT RI dari 2020 hingga 2025 

Tren pengibaran bendera One Piece menyebar luas menyusul imbauan resmi pemerintah agar masyarakat mengibarkan bendera Merah Putih selama peringatan bulan Kemerdekaan RI.

Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara Nomor B‑20/M/S/TU.00.03/07/2025, pemerintah mengimbau agar masyarakat, lembaga pemerintahan, swasta, hingga perwakilan RI di luar negeri mengibarkan Bendera Merah Putih mulai 1 hingga 31 Agustus 2025.

Aksi tersebut menunjukkan betapa budaya pop global telah menjadi sarana baru yang digunakan generasi muda dalam menyampaikan kritik sosial-politik.

Meski begitu, pengibaran bendera One Piece juga menimbulkan kekhawatiran, jika suatu saat budaya pop akan menggantikan simbol-simbol resmi negara, seperti bendera Merah Putih dan burung garuda, sebagai ekspresi identitas dan nasionalisme generasi muda Indonesia.

Sejalan dengan itu, di sejumlah pengguna media sosial menyuarakan pendapat mereka, dengan mengangkat kembali ucapan mendiang Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang pernah berkata, “Kalian boleh mengibarkan bendera lain, tapi jangan lebih tinggi dari Merah Putih.”

Kutipan ini menjadi pengingat bijak bahwa dalam masyarakat demokratis, ekspresi melalui simbol-simbol lain, termasuk budaya pop bisa diterima selama tetap menghormati Merah Putih sebagai lambang negara yang tak tergantikan.
 

Bendera Jolly Roger dalam Anime One Piece

Mengutip laman fandom anime One Piece, Bendera Jolly Roger merupakan simbol yang identik dengan dunia bajak laut, ditandai dengan gambar tengkorak dan tulang bersilang di atas latar hitam.

Secara historis, bendera ini digunakan oleh para bajak laut pada abad ke-17 hingga awal abad ke-18 sebagai alat intimidasi terhadap musuh. Ketika kapal lawan melihat bendera Jolly Roger berkibar, mereka sering memilih menyerah tanpa perlawanan karena maknanya yang jelas, yakni ancaman kematian dan ketidakpatuhan terhadap aturan. 

Dalam budaya populer, terutama lewat serial anime One Piece, Jolly Roger kembali dihidupkan sebagai lambang kebebasan, semangat petualangan, dan perlawanan terhadap ketidakadilan. Setiap kru bajak laut dalam cerita tersebut memiliki versi Jolly Roger sendiri, yang mewakili karakter dan tujuan mereka.

Kru bajak laut Straw Hat Pirates menggunakan bendera berupa tengkorak dengan topi jerami yang merupakan simbol kebebasan, petualangan, dan optimisme. Ini mencerminkan karakter Luffy dan semangat kelompoknya.

Sementara kru Whitebeard Pirates, memiliki bendera dengan topeng kumis besar yang merepresentasikan kapten mereka, Edward Newgate. Selain itu, juga menggambarkan kekuatan, loyalitas, dan ikatan kekeluargaan yang kuat dalam kru. Sedangkan kru Blackbeard Pirates memakai desain tengkorak dengan barisan gigi tajam yang mencerminkan kekejaman dan ambisi yang brutal. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 
Editor:

SEBELUMNYA

TULOLA Gelar Kawan Nusantara “IDENTITAS”, Perayaan Jati Diri Lewat Perhiasan dan Seni

BERIKUTNYA

Pendar Menderma, Saat Refleksi Manusia & Alam Menyatu di Karya Restu Taufik Akbar

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: