Hypeabis.id/Arief Hermawan P GELAR BATIK NUSANTARA Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Gibran Rakabuming (ketiga kiri) meninjau salah satu stan seusai membuka Gelar Batik Nusantara di Pasaraya Blok M, Jakarta, Rabu (30/7/2025).

Gelar Batik Nusantara Angkat Batik Jadi Bagian Gaya Hidup Modern

30 July 2025   |   19:16 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Yayasan Batik Indonesia (YBI) resmi membuka Gelar Batik Nusantara (GBN) 2025 hari ini, di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan. Acara dua tahunan ini kembali hadir sebagai ruang perayaan, apresiasi, sekaligus kolaborasi lintas generasi untuk menghidupkan batik sebagai bagian penting dari identitas dan gaya hidup bangsa Indonesia.

Dengan tema “Bangga Berbatik”, GBN 2025 mengajak masyarakat untuk memaknai batik tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup yang dinamis, relevan, dan membanggakan di tengah perkembangan zaman.

Baca juga: Fashion Show Mantra di IFW 2025, Eksplorasi Tenun Tolaki dan Batik Wakaroros

GBN 2025 dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Selvi Gibran Rakabuming, Menteri Perindustrian RI Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita, bersama Menteri Investasi, Menteri Pariwisata, beserta Ketua Yayasan Batik Indonesia Gita Ratna Gilangkencana.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan bahwa tema “Bangga Berbatik” harus diiringi dengan tindakan nyata yaitu dengan berbelanja produk batik lokal demi menghidupkan ekonomi para pengrajin.
“Bangga saja tidak cukup. Kita harus melangkah. Belanja batik bukan sekadar konsumsi, tapi kontribusi,” tegas Agus saat memberikan sambutan dalam pembukaan GBN 2025, Rabu (30/7/2025).

Tahun ini, GBN 2025 memberikan sorotan khusus pada Batik Merawit Cirebon, sebuah teknik membatik dengan pola garis-garis halus yang penuh ketelitian, yang telah memperoleh Indikasi Geografis (IndiGeo) pada November 2024.

“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk tidak hanya merayakan warisan, tetapi juga mendorong legitimasi dan pengakuan terhadap batik sebagai bagian dari masa depan,” ujar Gita Ratna Gilangkencana, Ketua Pelaksana GBN 2025.

Di hari pembukaan, pertunjukan konseptual “Merawit Rasa” digelar sebagai bagian dari penggalangan dana untuk mendukung program Yayasan Batik Indonesia. Acara ini melibatkan kolaborasi seniman seperti Happy Salma, Prince Poetiray, Dudy Gunawan, Manshur Angklung, dan Ipin Pian, dengan sajian istimewa dari Oma Elly. Seluruh hasil donasi akan disalurkan untuk pelestarian batik Indonesia.

Selama lima hari penuh, GBN 2025 menghadirkan lebih dari 200 booth UMKM batik dan kuliner Nusantara. Pengunjung juga akan menikmati sesi talkshow, workshop, parade batik, immersive tunnel, photobooth, nail art, hingga live demo membatik dari Paguyuban Batik Cirebon.

Di hari kedua, talkshow “Sehelai Batik, Sejalur Kehidupan” bersama Putri Komar akan mengupas filosofi batik dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan lain meliputi pertunjukan musik, angklung, beauty workshop “Science of Beauty Soirée” oleh Duvaderm, serta Live Shopping GBN 2025 di Instagram @ybi.official.

Hari ketiga, Jumat 1 Agustus 2025, akan diisi talkshow “Urban Batik: Ketika Warisan Menjadi Gaya” bersama Oemah Etnik dan Wilsen Willim, serta dua sesi “Industrial Festival” oleh Kementerian Perindustrian. Malam harinya, suasana belanja akan semakin hidup dengan “Late Nite Shopping” bersama Aksara Records, Zodiac, dan Plastic Ziya.

Memasuki hari keempat, Sabtu 2 Agustus 2025, GBN 2025 menghadirkan penampilan spesial dari Maliq & D’Essentials pukul 13.00 WIB. Grup musik yang dikenal dengan warna musik soulful ini akan membawakan lagu-lagu andalan mereka dalam balutan nuansa batik, menciptakan suasana hangat dan meriah di tengah pameran. Acara hari itu juga dilengkapi talkshow, program anak, pertunjukan Tarakanita

Sebagai penutup, Minggu 3 Agustus 2025, GBN 2025 akan menggelar Fun Run & Walk, mengajak masyarakat merayakan batik lewat gaya hidup sehat. Pendaftaran kegiatan ini terbuka untuk publik, di mana seluruh hasil donasi akan disalurkan untuk mendukung UMKM batik binaan Yayasan Batik Indonesia.

Baca juga: Dama Kara & Hak Kekayaan Intelektual Batik Karya Komunitas Difabel

GBN 2025 menjadi ruang kolaborasi bagi semua pihak yang mencintai batik mulai dari perajin, seniman, pelaku usaha, hingga generasi muda yang ingin mengenal batik lebih dekat. Kehadiran Maliq & D’Essentials di GBN 2025 menjadi simbol kolaborasi antara musik, budaya, dan generasi muda, membuktikan bahwa batik bisa dirayakan dengan cara yang segar dan relevan.

Acara ini terselenggara berkat sinergi antara Kementerian Perindustrian, Dekranas, para sponsor utama seperti Astra dan Medco, PT Mediatama Binakreasi, Matta Studio, Stupa Indonesia, Nuansa, Inet Leimeina, serta seluruh mitra kerja dan donatur yang terus mendukung pelestarian dan pengembangan batik Indonesia.

“Pelestarian batik adalah perjalanan yang tidak bisa dilakukan sendirian. Ini adalah perjalanan kita bersama,” tegas Gita Ratna Gilangkencana.
 

SEBELUMNYA

Sinopsis Film Indonesia Tayang Pekan Ini, Bertaut Rindu hingga Sihir Pelakor

BERIKUTNYA

Tren Baru, Serangan Jantung di Usia Muda Meningkat Drastis

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: