8 Tips Menata Interior Rumah yang Ramah Anak
29 July 2025 |
21:00 WIB
Desain sebuah hunian harus bisa memberikan kenyamanan bagi setiap anggota keluarga termasuk anak-anak. Ketika ada si kecil, rumah yang ditempati harus didesain dengan memikirkan aspek keramahan terhadap anak (kids friendly), sekaligus dapat mendukung stimulus kognitif, emosional dan motorik mereka.
Selama masa pertumbuhan, anak memiliki banyak energi untuk bergerak dan mengeksplorasi dunia di sekitar mereka. Ditambah lagi, kondisi emosional mereka masih belum sepenuhnya stabil sehingga acapkali tidak terprediksi ketika mereka mulai merasa bosan.
Baca juga: 5 Ide Desain Kamar Tidur Anak untuk Menstimulasi Kreativitas & Imajinasi
Baca juga: 5 Ide Desain Kamar Tidur Anak untuk Menstimulasi Kreativitas & Imajinasi
Berlari, bermain, dan berpindah-pindah tempat menjadi aktivitas yang anak gemari karena tidak hanya menyalurkan energi, tetapi juga menghibur mereka. Apalagi, anak-anak juga acapkali bergerak tanpa memedulikan apapun, termasuk hal-hal yang membahayakan mereka dan sekitar.
Oleh karena itu, penting untuk menata interior hunian yang bisa ramah dengan anak, sehingga setiap anggota keluarga bisa nyaman dan aman di rumah. Berikut adalah sejumlah tips dalam menata desain interior rumah yang ramah anak, sebagaimana dirangkum dari sejumlah sumber seperti Ideal Home, Beechwood, dan Toll Brothers.
1. Pilih material yang mudah dibersihkan
Anak-anak biasanya tidak peduli dengan apa yang membuat lingkungan sekitar mereka menjadi kotor. Untuk memudahkan pekerjaan, pilih material elemen interior yang anti noda atau mudah dibersihkan. Misalnya, pilih sofa dengan pelapis yang terbuat dari kain berkualitas tinggi yang tahan tumpahan dan noda, atau gunakan karpet yang mudah dicuci.
"Jika Anda memiliki anak kecil, Anda perlu memilih lapisan dan kain yang tahan terhadap penggunaan berat. Sofa dengan sarung yang dapat dilepas dan dicuci sangat penting bagi keluarga yang sibuk dengan anak-anak kecil. Karpet yang dapat dicuci juga pilihan yang tepat untuk keluarga muda," kata desainer interior Kate Guinness dilansir dari Ideal Home.
2. Pilih furnitur yang tahan lama & terjangkau
Saat memilih furnitur untuk rumah, pastikan bahwa furnitur yang dipilih memiliki durabilitas atau daya tahan yang baik, yang tahan terhadap benturan atau lompatan anak-anak, misalnya material kayu keras. Sebaliknya, hindari untuk membeli furnitur kelas atas dengan harga selangit karena rentan rusak yang akan merugikan.
"Pilih furnitur dan finishing yang berkualitas dan tahan lama. Pikirkan stabilitas, daya tahan, dan bagaimana setiap barang akan berfungsi sehari-hari. Sebuah rumah seharusnya mencerminkan diri Anda, tetapi juga harus bermanfaat bagi penghuninya," ujar desainer interior John Cooper.
3. Sediakan banyak tempat penyimpanan
Rumah akan mudah berantakan karena biasanya anak-anak akan membawa banyak barang kesana kemari sesuai kemauan mereka. Oleh sebab itu, sangat penting untuk menyediakan banyak tempat penyimpanan di seluruh area rumah, baik yang tersembunyi maupun yang mudah diakses oleh si kecil.
Lemari built-in, keranjang, penyimpanan di bawah tangga, dan furnitur multifungsi seperti ottoman dengan penyimpanan atau tempat tidur dengan laci dapat menjadi opsi tempat penyimpanan. Di kamar anak-anak, pertimbangkan juga untuk menyediakan tempat sampah dan keranjang berwarna-warni.
Selain sebagai tempat penyimpanan, kehadiran elemen-elemen tersebut juga bisa menjadi pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak tentang organisasi dan tanggung jawab terhadap barang-barang mereka. Dengan solusi ini, rumah akan nyaman untuk semuanya, lebih teratur dan tidak terlalu berantakan.
4. Pilih cat yang mudah dibersihkan
Anak-anak kerap membuat kekacauan misalnya dengan menggambar dan menumpahkan cat di dinding. Oleh karena itu, penting untuk memilih cat tembok yang mudah membersihkan noda, tanpa mengorbankan hasil akhir (finishing) dari warna cat dinding.
5. Hindari tepi furnitur yang tajam
Untuk menciptakan hunian yang ramah anak, hindari memilih furnitur dengan tepi atau sudut-sudut yang tajam, misalnya pada meja, lemari, kursi, dan sebagainya. Sebaliknya, pilih furnitur atau perabotan dengan tepi yang lembut dan melengkung atau bulat. Agar lebih aman, pertimbangkan untuk menggunakan pelindung tepi guna mengurangi potensi kecelakaan.
"Jika memungkinkan, saya lebih suka meja kopi dan rak yang pinggirannya membulat, untuk menciptakan area bebas khawatir bagi si kecil yang suka menjelajah. Ini umumnya berlaku untuk balita dan anak kecil. Namun, jika Anda memiliki anak yang lebih besar seperti remaja, Anda mungkin tidak perlu melakukan tindakan pencegahan ini. Namun, ini menciptakan elemen desain yang bergaya," kata Rebecca Hellmers, desainer interior di Latham's.
6. Hadirkan warna-warna ceria di rumah
Anak-anak biasanya lebih suka dengan warna-warna yang cerah dan ceria. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk menghadirkan warna-warna yang cerah di sudut rumah, bisa dari warna cat kamar anak, furnitur ataupun perabotan si kecil. Aplikasi tersebut tentunya akan menciptakan energi yang menyenangkan tersendiri bagi anak.
"Saya cenderung menjaga palet dasar tetap lembut dan netral, lalu menambahkan warna-warna lain melalui karya seni, buku, dan tekstil. Dengan begitu, ruangan dapat berkembang seiring pertumbuhan anak-anak, tanpa perlu renovasi total," ujar desainer interior Claire Garner.
7. Hindari penggunaan warna terang
Saat memiliki si kecil di rumah, hindari untuk menggunakan warna-warna terang pada desain interior, dan lebih mengutamakan pola serta tekstur. Hal ini dapat membantu menyamarkan atau menyembunyikan tumpahan dan goresan yang tak terhindarkan dari anak-anak. Dengan begitu, ruangan lebih lapang dan tetap membuat nyaman bagi semua orang.
8. Pastikan keamanan rumah
Untuk alasan keamanan, pasang kamera pengawasan atau CCTV di rumah untuk mengawasi dan memantau anak-anak di berbagai sudut rumah mulai dari ruang keluarga, ruang bermain anak hingga kamar tidur mereka. Kamera CCTV juga memungkinkan kalian untuk memantau anak-anak bahkan saat tidak bersama mereka.
Selain itu, pastikan untuk mengunci beberapa ruangan dan fitur di rumah, mulai dari toilet, lemari tinggi, hingga jendela, jika ada anak-anak di sekitar. Selain itu, stopkontak harus selalu ditutup dengan steker karena merupakan salah satu bahaya yang paling mudah dijangkau anak-anak di rumah.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.